
Allisya sudah sampai di depan perusahaan Leo Corp. Allisya memandangi perusahaan yang ada di depannya ini.
"Lo yakin gak mau gue antar ke dalam?" tanya Ken.
"Gak usah. Gue bisa sendiri." Allisya keluar dari mobil dan berjalan ke arah perusahaan Leo Corp, sementara Ken sudah pergi dari sana.
Allisya masuk dan dia sangat terkagum dengan perusahaan Leo Corp.
Pantas saja banyak orang yang ingin bekerja disini. Bukan hanya gajinya saja yang besar tapi juga tempatnya yang sangat nyaman. batin Allisya.
Allisya berjalan ke tempat resepsionis untuk bertanya.
"Maaf, apa pak Nevan ada?" tanya Allisya. Wanita yang menjaga tadi memperhatikan Allisya dari bawah sampai atas.
Cantik. batin wanita itu.
"Sebentar." ujar wanita itu. Allisya menunggu sambil mengamati wanita yang ada di depannya.
Cih. Entah apa yang di pikirkan wanita ini. Sombong sekali karena dia bekerja disini. batin Allisya.
"Silahkan anda menaiki lift itu dan pergi ke lantai paling atas. Saya sudah memberitahu pak Nevan." ujar wanita itu. Allisya mengangguk dan berjalan ke arah lift yang di tunjukkan oleh wanita tadi.
Allisya mengetuk pintu yang ada di depannya itu setelah dia sampai di lantai paling atas.
"Masuk." terdengar suara dari dalam.
Allisya membuka pintu dan dia melihat Nevan yang ada di depannya. Nevan masih belum melihatnya.
"Ada apa?" ujar Nevan.
"Gue mau minta penjelasan." ujar Allisya.
Nevan menoleh saat mendengar suara Allisya.
"Allisya?" ujar Nevan terkejut.
"Ya, gue Allisya."
"Ada apa? Kenapa lo datang kesini?"
"Gue cuma mau minta penjelasan saja. Apa gue di pecat atau gak?"
__ADS_1
"Kenapa lo tanya seperti itu?"
"Secara gue habis kecelakaan pesawat. Gue habis mengendarai pesawat dan itu bukan tugas gue. Gue butuh jawaban lo. Lo pecat gue atau gue tetap kerja?"
Nevan memijat keningnya yang terasa sangat pusing. Masalahnya banyak sekali. Belum perusahaan, belum bandara. Kepalanya rasanya mau pecah.
"Dominic, pulanglah." gumamnya.
Nevan mengambil lembaran dan menulis sesuatu di atas lembaran itu.
"Kamu tidak di pecat, Allisya. Aku memberimu cuti selama enam bulan. Istirahatlah dalam jangka waktu enam bulan ini. Pulihkan dirimu. Kau sudah bekerja dengan baik. Aku sangat beruntung memiliki Pramugari seperti dirimu." ujar Nevan sambil menyodorkan lembaran itu. Allisya mengambil lembaran tersebut dan membacanya.
"Oke, kalau gitu gue pamit." ujar Allisya sambil meninggalkan ruangan Nevan.
"Allisya, apa lo masih gak tertarik sama tawaran gue waktu itu?" ucapan Nevan membuat Allisya menghentikan langkahnya. Allisya berbalik dan menatap Nevan dengan tatapan licik.
"Nevan, harusnya lo itu cari wanita yang sudah lo rusak itu. Bukannya malah menawari gue tawaran gak jelas seperti itu!" jawab Allisya. Nevan tertegun dengan ucapan Allisya. Nevan berdiri dan menghampiri Allisya.
"Apa lo tahu dimana dia?" tanya Nevan.
"Gua Auristela Allisya Leteshia, mana mungkin gue gak tahu dimana dia." ujar Allisya.
"Dimana dia, Allisya? Gue mau bicara sama dia."
"Allisya, kalau gue ketemu sama dia maka gue akan langsung mengajaknya menikah. Sementara untuk saat ini gue gak pernah ketemu sama dia. Oleh sebab itu kenapa gue mau menawari lo tawaran itu."
"Nevan, gue gak tahu apa yang ada di otak lo itu. Asal lo tahu saja, sebenarnya dia ada disini. Di negara ini. Dan di kota ini. Lo saja yang gak pernah berusaha untuk mencarinya!"
"Itu gak mungkin. Setahu gue dia itu ada di luar negeri. Keberadaannya itu di tutup rapat-rapat oleh keluarganya." ujar Nevan emosi.
"Itu adalah kesalahan lo! Kalau lo gak merusak dia, gak mungkin dia dan keluarganya bersikap seperti ini!" ujar Allisya tak kalah emosi.
Nevan terdiam dengan ucapan Allisya, dia tahu dia salah. Nevan sudah mencari wanita itu selama lima tahun tapi tak kunjung ketemu. Sampai saat ini pun tidak ada yang tahu keberadaan wanita itu. Wanita itu seperti hilang di telan bumi. Nevan berjanji saat dia bertemu dengan wanita itu, dia akan bertekuk lutut di hadapan wanita itu dan memohon maaf.
"Allisya, jika lo tahu keberadaan dia setidaknya beritahu gue. Gue akan mencarinya sendiri." ujar Nevan.
"Apa yang akan lo berikan ke gue kalau gue memberitahu lo?" tanya Allisya. Tentu saja Allisya akan seperti ini, jangan heran dia itu detektif tersembunyi. Jarang ada yang mengetahui keberadaannya. Jadi wajar saja jika dia menginginkan sesuatu dari seseorang, apalagi kalau sampai Nevan yang bertanya pasti dia akan meminta lima kali lipat dari biasanya.
"Apapun itu." jawab Nevan. Allisya menatap Nevan meremehkan.
"Apa lo bisa membelikan gue dua pulau? Satu di negara XX dan satunya lagi di negara XX."
__ADS_1
"Apa?! Gue gak mungkin menuruti permintaan lo itu!"
"Kalau gitu gue gak mau kasih tahu. Informasi gue gak gratis gitu saja!"
"Allisya, gue mohon untuk kali ini saja. Gue akan menuruti permintaan lo, tapi tidak untuk membeli pulau."
"Kenapa? Lo kan keluarga Leonardus. Secara uang lo itu banyak. Apa lo takut miskin?"
"Gak gitu. Gue gak bisa membelikan lo itu, kalau seandainya papa gue tanya, gue harus jawab apa?"
"Ya… itu jawab saja sepintar-pintar lo. Memangnya gue peduli? Sudah jelas gak lah. Gue gak peduli sama sekali!"
"Allisya!" teriak Nevan.
"Apa?!" Allisya juga tidak mau kalah.
Mereka berdua saling menatap dengan aura kebencian yang begitu sangat mendalam. Allisya yang tentu saja seorang detektif tidak mau di bayar dengan murah. Menurutnya dua pulau itu sudah sangat murah untuk keluarga Leonardus seperti Nevan.
Allisya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Gue mau pulang, oke? Bye." ujar Allisya.
"Gue akan mempertimbangkan permintaan lo itu. Tunjukkan gue alamat rumah lo, gue akan kesana kalau sudah menemukan jawabannya." Allisya menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Nevan.
Allisya menyeringai licik, tidak akan pernah ada yang menandinginya sama sekali jika sudah seperti ini. Allisya berbalik.
"Coba lo tanya sama saudara lo yang seorang mafia itu, atau lo bisa tanya adik perempuan lo yang imut itu. Meraka berdua tahu dimana rumah gue." setelah mengatakan itu Allisya pergi meninggalkan Nevan.
Braaakk.
Suara pintu yang di tutup oleh Allisya terdengar sangat keras sekali di telinga Nevan.
"Apa? Dominic tahu dimana rumah Allisya? Dan juga Kaila juga tahu dimana rumah Allisya? Gue gak pernah menyangka, ternyata adik gue yang imut itu diam-diam menghanyutkan. Bagaimana bisa gue kehilangan wanita itu? Gue yang sudah merusaknya dan seharusnya gue bertanggung jawab bukan malah membiarkannya pergi." gumam Nevan frustasi.
Bersambung......
***
Happy eid mubarak🙏🏻
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1-2 Syawal 1142 H. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Author minta maaf ya sama kalian, kalau author punya salah dan pernah khilaf ke kalian🙏🏻 Karena Author juga manusia biasa seperti kalian yang tidak luput dari kesalahan. 🙏🏻