CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Zeline Andreas


__ADS_3

Nevan dan Kaila sontak menoleh mendengar suara itu, mereka berdua bisa melihat bahwa ada seorang laki-laki berjas yang sedang berjalan ke arah mereka.


Kok dia sih? Kenapa bukan cowok ganteng yang waktu itu aja? Kemana ya dia? batin Kaila.


"Kalian!" ujar laki-laki itu terkejut saat melihat wajah Nevan dan Kaila.


Gevan berdecak kesal saat melihat siapa yang datang, dia malas sekali jika harus berurusan dengan orang yang ada di depannya ini apalagi kalau ada yang satunya lagi, jangan di tanya seberapa malas Gevan. Dia bahkan ingin membunuh mereka semua.


"Mau apa kalian datang kesini?" tanya Gevan tak suka.


"Gue mau ketemu sama Allisya." jawab Nevan.


"Aku mau ketemu sama kak Allisya." jawab Kaila. Gevan berdecak kesal saat mereka menyebut kedatangan mereka kesini.


"Buat apa kalian mau ketemu sama dia?" tanya Gevan.


"Ya mau ngomong lah, masa iya mau main barbie." jawab Kaila. Gevan semakin geram melihat bocah ingusan Kaila itu.


Tak lama ada seseorang yang turun dari tangga, Ken. Ken mendengar keributan di bawah jadi dia bergegas untuk keluar. Ken bersedekap dada dan mengamati mereka.


"Apa kalian gak bisa kalau gak datang kesini? Kita sibuk dan gak akan pernah mengurusi orang yang gak penting kayak kalian!" ujar Ken penuh dengan kebencian yang sangat mendalam. Ken benar-benar sangat muak sekali melihat keluarga Leonardus.

__ADS_1


"Kita datang kesini itu karena ada kepetingan, makanya kita datang kesini!" jawab Nevan.


"Kedatangan lo kesini itu gak penting sama sekali!"


"Penting!" Nevan mengeluarkan sebuah berkas dari dalam jasnya yang dia simpan tadi. "Lo lihat ini? Gue rela ngorbanin ini buat dapat informasi cewek gue." Nevan memperlihatkan berkas itu.


"Itu adalah masalah lo. Jangan pernah bawa-bawa masalah lo kesini! Lo itu keluarga besar dan keluarga jajaran paling atas di dunia. Dan kenapa lo bisa-bisanya nyuruh kita buat bantuin lo? Pasukan lo itu banyak, kenapa gak lo suruh aja mereka." ujar Ken.


"Masalahnya Allisya itu tau dimana keberadaan cewek gue sekarang! Cuma Allisya yang tau dimana keberadaan cewek. Lo pasti tau dan gue yakin lo gak akan pernah kasih tau, jadi gue harus tanya sama Allisya. Karena kalian lah yang udah nyembunyiin cewek gue itu! Kalian membuatnya hilang bagai di telan bumi!" ujar Nevan.


Ken mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Nevan. Memangnya siapa yang dia sembunyikan? Pertanyaan itu terus ada di pikiran Ken. Sampai Ken mengingat seorang wanita yang di sembunyikan oleh anggotanya, bahkan keluarganya membayar mahal untuk menyembunyikan anaknya itu. Ken tertawa terbahak-bahak saat ingat wanita yang di cari oleh Nevan.


Ya, Zeline Andreas, anak bungsu dari keluarga besar Andreas. Jajaran keluarga menengah ke atas. Gadis cantik yang selama ini Nevan cari, gadis yang sudah kehilangan mahkota berharganya gara-gara Nevan. Zeline adalah anak bungsu dari 6 bersaudara dari keluarga Andreas. Dia juga adalah adik perempuan satu-satunya di antara kakak laki-lakinya, yang membuat dia ekstra di manja oleh kakaknya. Meskipun keluarga Andreas adalah keluarga menengah ke atas tapi mereka tidak berani untuk melawan keluarga Leonardus, yang ada mereka akan kehilangan segalanya jika mereka melawan keluarga Leonardus. Jadi lebih baik mereka menghilangkan Zeline dari pada harus melawan keluarga Leonardus.


"Zeline Andreas, gue pikir lo udah melupakan cewek yang pernah lo tiduri itu, tapi ternyata diam-diam lo mencarinya. Nevan, Nevan, gue bener-bener gak ngerti sama pola pikir lo itu. Kenapa lo cari dia? Bukannya lo pernah bilang ke dia kalau lo mau dia menghilang dari pandangan lo sebelum lo tiduri dia dulu. Tapi kenapa lo sekarang malah cari dia? Lo gila apa ya?!" ujar Ken di tengah tertawanya.


Nevan mendengus kesal melihat Ken dan Gevan menertawakannya, tapi dia tidak meladeninya karena memang dia juga salah. Tiba-tiba saja ada suara hentakan sepatu perempuan dan erangan singa dan harimau. Mereka semua beralih menatap tangga dan melihat Allisya yang berjalan menuruni tangga serta ada singa, harimau putih dan harimau yang berwarna kuning dan jangan lupakan macan tutulnya yang berada di kedua sisinya. Nevan dan Kaila meneguk ludahnya kasar, bahkan Kaila sudah sembunyi di balik punggung besar Nevan.


"Apa yang membuat lo datang kesini?" tanya Allisya datar.


Allisya di kelilingi oleh hewan buas, Allisya bahkan mengusap kepala singa, kedua harimau dan macan tutul secara berganti yang menempel di kakinya. Keempat hewan buas itu sangat besar, bahkan lebih besar dari hewan yang ada di taman safari. Nevan mengira hewan itu pasti memiliki berat yang di atas rata-rata hewan lainnya. Jika di lihat dari postur tubuhnya, singa itu memiliki berat 200-350 kg, harimau itu memiliki berat 300-350 kg dan macan tutul itu memiliki berat kurang lebih 100 kg. Nevan yang melihat hewan sebesar itu merinding ketakutan.

__ADS_1


"Gue udah mempertimbangkan tawaran lo waktu itu." Nevan memperlihatkan berkas yang dia pegang. "Dan gue menyetujuinya." lanjut Nevan.


Allisya menyeringai licik, dia tahu cepat atau lambat Nevan pasti akan menerima tawarannya itu.


"Kenapa cuma satu?" tanya Allisya saat dia melihat hanya ada satu berkas di tangan Nevan.


"Satunya lagi adalah milik Zeline dan gue gak mau memberikan pulau itu tanpa seizin dari dia." ujar Nevan.


"Hahahaha. Jadi dugaan gue bener? Pulau yang ada di negara XX itu adalah pulau milik Zeline? Dan lo yang membelikan pulau itu buat dia?" ujar Allisya di tengah tawanya. "Hahahaha. Zeline, Zeline, seharusnya waktu itu lo percaya saat gue." lanjut Allisya.


Allisya pernah memberitahu Zeline kalau Nevan membelikannya pulau impiannya di negara XX tapi Zeline tidak percaya dan berkata kalau Nevan tidak membelikannya pulau, tapi membelikan orang lain.


"Secinta itukah lo sama dia?" tanya Allisya dengan nada liciknya.


"Allisya, gue udah nuruti permintaan lo kan? Untuk pulau yang satunya lagi lo bisa ganti dengan yang lain." ujar Nevan.


"Kayaknya gue gak butuh pulau itu. Buat apa juga gue pulau? Sebagai gantinya kasih gue emas batangan 100kg maka gue akan ngasih tau dimana Zeline." ujar Allisya. Allisya hanya mencari informasi tentang pulau milik Nevan agar Zeline bisa percaya kalau Nevan membelikan pulau impiannya dari dulu untuknya, dan sudah terjawab pulau itu memang untuk Zeline.


Nevan mengeluarkan hpnya, dia memencet sebuah nama di telpon dan bicara kepada seberang sana untuk mengirimkan emas batangan 100kg di jalan XX. Allisya tersenyum licik karena Nevan langsung mengirimkan permintaannya. Bagi Nevan emas batangan 100kg hanya seujung kukunya saja, jadi dia tidak keberatan jika dia menyerahkannya kepada orang lain karena dia memiliki emas lebih banyak dari yang Allisya inginkan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2