CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Tentang Amelia


__ADS_3

Mikel sudah selesai bernyanyi, Kaila bertepuk tangan sangat senang sekali, dia bertepuk tangan seperti anak kecil yang baru saja melihat pertunjukkan badut. Gevan dan Alex juga bertepuk tangan saat Mikel selesai menyanyi. Ken? Entahlah saat Mikel menyanyikan lagu itu, dia tiba-tiba langsung pergi meninggalkan ruang tamu. Mereka hanya melihat kepergian Ken tanpa mengejarnya.


"Waaah, om Miki pintar nyanyi ya." puji Kaila dengan sangat senang.


"Ya iya dong, gue kan emang pinter nyanyi. Ya meskipun agak berek juga sih suara gue tapi gak apa-apa, yang penting bisa nyanyi." Mikel membanggakan dirinya.


"Lumayan dari pada yang dulu, kayaknya sering banget lo latihan ya?" ujar Gevan.


"Gak juga sih, gue ngasal aja tadi. Hehe." ujar Mikel.


"Tapi... " Kaila melihat tangga yang baru saja Ken naiki saat Mikel sedang menyanyi. "Kenapa om Kentang tiba-tiba aja pergi? Emang ada yang salah ya kalau ada orang yang nyanyi?" tanya Kaila bingung. Mereka semua juga beralih menatap ke arah tangga.


"Kayaknya dia lagi nostalgia." jawab Alex.


"Nostalgia? Emang sepenting itu ya cewek yang om Kentang sukai?" tanya Kaila dengan hati yang begitu sakit sekali.


"Ya gitu deh, dia masih belum tau emang gimana ceweknya sekarang itu. Kalau tau gak tau bakal segila apa dia." ujar Gevan.


"Emang siapa nama ceweknya?" tanya Kaila.


"Namanya... Amelia." jawab Gevan. Kaila mengerutkan keningnya.


Loh? Kalau yang ada di kamarnya om Kentang tadi itu foto Amelia, terus gimana dengan Amelia yang asli waktu di acara pernikahan? Apa mereka kembar? Tapi itu tidak mungkin. Setahuku dia sudah menikah dengan anak konglomengrat. Bagaimana bisa om Kentang suka sama wanita yang udah bersuami? batin Kaila.

__ADS_1


Sebenarnya Kaila tahu tentang Amelia, dia dan keluarganya juga sempat datang ke acara pernikannya, karena suami Amelia juga termasuk jajaran lelaki konglomengrat menengah. Setahu Kaila, Amelia menikah karena dia di jual oleh keluarganya karena tidak bisa melunasi hutang perusahaannya. Sampai akhirnya orang tua Amelia memutuskan untuk menjodohkan Kaila dengan anak konglomengrat, tapi bagi semua orang ini adalah berjualan wanita. Karena pernikahan mereka tidak saling mengenal, tidak saling mencintai dan hanya membutuhkan uang saja, jadi mereka semua menganggap bahwa Amelia telah di jual oleh orang tuanya. Dari kabar yang Kaila dengar juga, Amelia juga sudah memiliki 2 anak dan saat ini dia sedang mengandung anak ketiga.


"Tapi bukannya Amelia itu udah menikah ya?" tanya Kaila bingung.


Mereka bertiga terkejut saat mengatakan kalau Amelia sudah menikah. Mereka pikir gadis polos seperti Kaila tidak akan pernah tahu persoalan tentang ini.


"Bagaimana bisa lo tau hal itu?" tanya Gevan.


"Apa lo tau tentang Amelia?" tanya Alex.


"Apa yang lo tau tentang dia? Dan bagaimana bisa lo kenal sama dia?" tanya Mikel.


Mereka bertiga memberondong Kaila dengan pertanyaan, mereka sangat terkejut sekali. Kaila yang mau menjawab juga kebingungan.


Mereka langsung menyandarkan punggung mereka lagi saat Kaila protes tadi. Memang kalau musuhnya anak kecil harus serba sabar karena jawabnya juga harus pelan-pelan juga.


"Oke, jawab pertanyaan gue dulu. Gimana lo bisa tau tentang Amelia? Secara kan lo anak konglomengrat terkaya di negeri ini, sementara Amelia hanya keluarga menengah dan jarang banget kalian tau tentang keluarga menengah." tanya Gevan.


"Aku juga sebenarnya gak tau tentang dia, om. Dulu... gak tau udah berapa tahun, lupa aku. Keluarga aku dapat undangan pernikahan dari CEO perusahaan menengah, awalnya sih gak ada niatan untuk datang tapi tiba-tiba papa berubah pikiran dan akhirnya aku ikut papa, cuma aku dan mama yang ikut, kak Nevan sama kak Dominic gak ikut mereka berdua sibuk sama urusan mereka masing-masing. Terus waktu datang ke acara itu, aku lihat pengantin perempuannya, aku gak tau nama perempuan itu sampai akhirnya aku lihat tulisan happy weeding di pelaminan itu aku baru tau kalau nama perempuan itu Amelia. Terus waktu ke kamarnya om Kentang aku lihat foto cewek gak asing, kalau aku ingat-ingat lagi kayaknya Amelia tapi aku masih belum yakin juga. Aku yakin itu kalau Amelia saat aku tanya sama om Gege nama perempuan yang gak bisa om Kentang lupakan itu." jelas Kaila panjang lebar.


Mereka bertiga ada yang mengerti dan juga ada yang tidak mengerti dengan penjelasan Kaila, berbelit. Biasa namanya juga bocah baru belajar ngomong, makanya agak di eja ucapannya. Kadang nyambung kadang gak nyambung juga, harap di maklumin aja ya. Hehe.


"Jadi lo tau dong tentang Amelia?" tanya Gevan lagi, padahal Kaila tadi sudah menjelaskan ya tapi dia gak paham bahasa bocah. Maklumin aja ya.

__ADS_1


"Nggak." jawab Kaila sambil menggelengkan kepalanya.


"Lah? Tadi lo bilang lo kenal sama dia, tapi kok bilang nggak?" tanya Alex.


"Dia gak pernah ngajak aku kenalan, jadi kita gak kenal. Dia tau aku, aku tau dia, tapi kita gak pernah kenalan. Jadinya ya aku gak kenal sama dia." jawab Kaila dengan nada polosnya itu.


Mereka bertiga langsung tepuk jidat dan menggerutu kesal. Bukan berarti tidak pernah kenalan tidak kenal juga kan, kalau udah tau wajah sama namanya itu juga namanya kenal. Tidak tahu juga apa yang di pikirkan tentang Kaila saat ini. Kaila hanya mengerutkan keningnya, bingung.


"Terserah lo deh, lo gak nyambung kalau di ajak ngomong!" ujar Mikel kesal.


"Bukan gak nyambung, om. Om aja yang gak tau apa yang aku omongin." tanggapan Kaila.


"Emang gue gak ngerti, karena gue gak pernah ngomong sama bocah!" ujar Mikel lagi. Kaila langsung mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Mikel.


"Aku bukan bocah, om!" Kaila mencoba untuk membenarkan ucapan Mikel, bahwa dia bukan bocah.


"Iya lo bukan bocah, tapi bayi!" ujar Mikel. Kaila semakin memayunkan bibirnya saat mendengar ucapan Mikel.


Sementara di balkon markas mereka, Ken sedang mengenang lagi kenangan masa lalunya dengan mantan kekasih tercintanya itu. Ken sangat mencintai Amelia, tidak tahu seberapa besar cintanya kepada Amelia, hanya dia yang tahu.


Sementara ke empat orang itu sedang memandangi punggung rapuh Ken, Kaila saja jadi ikut sedih gara-gara Ken sedih. Hati Kaila sakit, tapi dia juga tidak berhak untuk marah karena dia bukan siapa-siapa, hanya orang yang menumpang hidup selama berhari-hari. Gevan? Alex? Mikel? Mereka sudah menyerah dengan sifat keras kepala Ken. Sudah banyak sekali cara agar Ken bisa mencari pasangan lagi dan berhenti untuk mengharapkan Amelia, tapi semua itu sia-sia dan hanya membuang waktu saja. Ken masih percaya dengan cinta Amelia meskipun Amelia sudah menikah tanpa sepengetahuan Ken. Allisya satu-satunya orang yang dapat memahami Ken dengan baik saja sudah pasrah, karena Ken tidak bisa di nasehati. Jadi terserah Ken mau berbuat apa, selagi tidak menyangkut nyawanya Allisya tidak akan pernah turun tangan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2