
"Enak aja lo kalau ngomong, gue kan aslinya gak suka brokoli, gue makan itu juga karena ingin menghargai Alex juga tahu. Alex juga sedih lihat makanan yang dia masak tapi gak kemakan, itu bentuk menghargai dengan cara gue. Meskipun rasanya emang enak sih, tapi gimana-gimana kan bentuknya emang kayak otak gitu." ujar Mikel. Kaila diam saat mendengar ucapan Mikel.
Kaila melihat brokoli yang dia jauhkan darinya, dia mengambil brokoli itu dan langsung memakannya lagi dengan mata yang terpejam. Kaila berusaha untuk tidak merasakan rasanya brokoli itu, meskipun rasanya sangat enak di lidahnya. Ken, Gevan dan Mikel memandangi Kaila dengan kebingungan yang tiba-tiba langsung memakan brokoli itu. Saat brokoli itu sudah habis, Kaila meminum air tau gelas.
"Katanya gak suka, terus kenapa di makan?" tanya Gevan bingung.
"Gak apa-apa, lagi pengen aja. Hehe." jawab Kaila sambil tersenyum.
Anak ini ternyata pintar menghargai orang lain, meskipun terkadang reseknya gak ada tandingannya. batin ke tiga lelaki itu.
Tak lama kemudian, Alex datang sambil membawa 5 buah piring yang di bawa dengan kereta makanan. Alex mangambil piring kotor yang baru saja di pakai untuk makan malam dan dia mengerutkan keningnya saat melihat piring Kaila kosong, padahal tadi masih ada brokoli.
"Dimana brokolinya? Apa lo buang?" tanya Alex sedikit tidak suka.
"Aku makan, om." jawab Kaila.
Apa? Makan? Tadi katanya gak mau, terus kenapa di makan? batin Alex bingung.
Alex meminta jawaban dari Gevan, dan Gevan pun mengangguk pasti. Alex menyerahkan sepiring buah kepada mereka semua, lalu dia duduk kembali sambil memakan buah itu. Kaila memandangi piring yang berisi buah itu.
"Kenapa gak di makan? Gak suka sama buahnya?" tanya Mikel. Kaila langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Kan habis makan, om. Terus kenapa harus makan buah juga?" tanya Kaila bingung.
"Gak apa-apa. Ini sudah rutinitas kita semua setiap makan malam." jawab Gevan. Kaila mengangguk saja tanda mengerti. Akhirnya mereka semua memakan sepiring buah itu.
Semuanya sudah berkumpul di ruang tamu, Kaila melanjutkan permainan game onlinenya itu, Ken membaca dokumen tentang pencarian informasinya, Alex sedang searching tentang masakan yang di sukai gadis polos seperti Kaila, Gevan sedang membalas pesan dari Allisya yang menanyakan tentang Kaila, dan Mikel sedang bermain dengan gitarnya. Semuanya terlihat sangat sibuk dengan dunianya masing-masing, tapi yang paling serius adalah Ken.
"Om Miki." panggil Kaila kepada Mikel. Mikel langsung menoleh saat Kaila memanggilnya Miki, Miki Mouse kali ya.
"Apa hmm?" tanya Alex.
"Nyanyikan aku satu lagu yang indah." jawab Kaila sambil tersenyum senang.
"Lo suka lagu apa aja?" tanya Mikel.
"Lagu apa aja, tapi aku gak suka lagu anak-anak." jawab Kaila.
Lah? Dia aja kayak anak-anak, kok malah gak suka sama lagu anak-anak? Aneh. batin Mikel.
"Oke, gue akan nyanyikan lagu buat lo. Ini termasuk lagu favorite gue soalnya." ujar Mikel membanggakan dirinya.
Mikel mulai memainkan gitarnya, sambil bersenandung. Dia mulai menyanyikan lagu untuk Kaila.
Right from the start
__ADS_1
You were a thief, you stole my heart
And I, your willing victim
I let you see the parts of me, that weren't all that pretty
And with every touch you fixed them
Now you've been talking in your sleep oh oh
Things you never say to me oh oh
Tell me that you've had enough
Of our love, our love
Just give me a reason, just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent, and we can learn to love again
It's in the stars, it's been written in the scars on our hearts
We're not broken just bent, and we can learn to love again
I'm sorry I don't understand
I thought that we were fine (oh we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin'
And it's all in your mind (yeah but this is happenin')
You've been havin' real bad dreams oh oh
You used to lie so close to me oh oh
There's nothing more than empty sheets between our love, our love
Oh our love, our love
Just give me a reason, just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent and we can learn to love again
__ADS_1
I never stop, you're still written in the scars on my heart
You're not broken just bent and we can learn to love again
Oh tear ducts and rust
I'll fix it for us
We're collecting dust, but our love's enough
You're holding it in
You're pouring a drink
No nothing is as bad as it seems
We'll come clean
Just give me a reason just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent and we can learn to love again
It's in the stars, it's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent and we can learn to love again
Just give me a reason, just a little bit's enough
Just a second we're not broken just bent, and we can learn to love again
It's in the stars, it's been written in the scars on our hearts
That we're not broken just bent, and we can learn to love again
Oh we can learn to love again
Oh we can learn to love again
Oh that we're not broken just bent and we can learn to love again
( Judul : Just give me a reason )
Mikel sudah selesai bernyanyi, Kaila bertepuk tangan sangat senang sekali, dia bertepuk tangan seperti anak kecil yang baru saja melihat pertunjukkan badut. Gevan dan Alex juga bertepuk tangan saat Mikel selesai menyanyi. Ken? Entahlah saat Mikel menyanyikan lagu itu, dia tiba-tiba langsung pergi meninggalkan ruang tamu. Mereka hanya melihat kepergian Ken tanpa mengejarnya.
"Waaah, om Miki pintar nyanyi ya." puji Kaila dengan sangat senang.
__ADS_1
"Ya iya dong, gue kan emang pinter nyanyi. Ya meskipun agak berek juga sih suara gue tapi gak apa-apa, yang penting bisa nyanyi." Mikel membanggakan dirinya.
Bersambung......