CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Kembali bekerja atau di pecat?


__ADS_3

Pagi menunjukkan pukul enam pagi, Allisya dan Siska sudah siap dengan pakaian mereka. Hari ini Allisya akan bekerja kembali sebagai seorang pramugari.


"Al, kamu yakin mau kerja lagi? Secara kan kamu baru saja keluar dari rumah sakit. Apa gak sebaiknya kamu istirahat saja?" tanya Siska saat sedang sarapan.


"Gak usah. Lagi pula aku juga gak apa-apa. Kamu Tenang saja." jawab Allisya. Siska hanya mengangguk.


Mereka akhirnya berangkat bekerja.


***


Alisya dan Siska sudah sampai di kantor bandara. All is it a duduk di meja kerjanya.


"Allisya." panggil seseorang. Allisya menoleh dan mendapati seseorang yang cukup dia benci di kantor.


"Ya?" jawabnya.


"Bukannya lo masih di rumah sakit ya? Kenapa lo ada disini? Oh atau jangan-jangan lo cuma pura-pura sekarat ya? Receh banget sih lo!" ujar Tasya.


Tasya adalah teman kantor Allisya dan Siska. Mereka tidak cukup dekat, karena Tasya selalu membenci Allisya di setiap perbuatan. Entahlah, Tasya pikir Allisya itu hanya pembuat onar saja. Karena dulu Tasya mengenalkannya kepada cowok yang Tasya suka, bukannya suka sama Tasya malah suka sama Allisya. Oleh sebab itu kenapa Tasya sangat membenci Allisya.


Siska yang melihat Tasya datang ke meja Allisya langsung menghampirinya.


"Tasya kenapa ada disini?" tanya Siska.


"Memangnya kenapa? Gak boleh kalau gue kesini? Memangnya ini kantor punya lo ya, bukan kan. Jadi lo gak berhak ngelarang gue!" jawab Tasya ketus.


"Bukan begitu, Tas. Tapi ini sudah masuk jam kerja. Dari pada kamu di marahi, lebih baik kamu balik ke meja kerja kamu." saran Siska.


"Lo gak usah ngatur gue! Gue udah tahu!"


"Kalau sudah tahu kenapa masih ada disini?"


"Gue itu… " ucapan Tasya di potong oleh seseorang.


"Ada apa ini? Kenapa berkumpul begini? Tasya, kenapa kamu ada disini? Seharusnya kamu ada di mejanya kerja kamu. Kenapa kamu ada disini?" ujar ketua Eren.


"Ketua Eren, saya cuma mau lihat keadaan Allisya kok." jawab Tasya berbohong. Siska mengepalkan tangannya erat mendengar Tasya berbohong.


"Kamu bisa melihat keadaannya saat istirahat nanti! Sekarang waktunya kerja! Kembali ke meja kamu!" perintahnya.


Ketua Eren sangat bertanggung jawab sekali. Dia tidak suka ada orang yang melanggar aturan.

__ADS_1


"Iya, ketua." jawab Tasya.


Tasya meninggalkan meja kerja Allisya. Sementara Siska juga kembali ke meja kerjanya. Ketua Eren menatap Allisya, yang di tatap hanya memasang wajah datar.


"Allisya kamu ikut saya saya ya." pinta ketua Eren lembut, dan dia meninggalkan meja kerja Allisya.


Allisya hanya menatap punggung ketua Eren dengan datar. Allisya seolah tidak tahu takut dan tidak mau tahu apa yang akan ketua Eren katakan. Padahal biasanya orang yang masuk ke ruangan ketua Eren tidak akan kembali begitu saja. Pasti saja ada hukuman bagi mereka.


"Allisya, hati-hati." ujar Siska. Allisya hanya mengangguk.


Allisya berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan ke ruangan ketua Eren. Saat ada di depan pintu ruangan ketua Eren, Allisya diam tidak membuka dan juga tidak mengetuk pintunya.


Apa yang mau ketua Eren bicarakan sama gue? Kalau gue di pucat sih yang gak apa-apa, kan gue masih punya kerja cadangan. batin Allisya.


Tok… tok… tok…


Allisya mengetuk pintu ruangan ketua Eren.


"Masuk." terdengar suara dari dalam.


Allisya membuka pintu tersebut dan masuk kedalam. Dia bisa melihat ketua Eren sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.


"Duduk." perintah ketua Eren saat melihat Allisya. Allisya duduk di depan ketua Eren.


"Saya sudah sehat, ketua. Saya tidak perlu menjalani perawatan apa-apa." jawab Allisya. Ketua Eren mengangguk.


"Sekarang pergilah ke ruangan pak Nevan."


"Kenapa?"


"Kamu harus mendengarkan beberapa penjelasan darinya. Kamu adalah seorang Pramugari. Tugas kamu ada dikantor dan melayani penumpang pesawat, bukan mengendarai pesawat. Pak Nevan yang akan memberikan kamu kepastian untuk bekerja atau di pecat. Tapi niat kamu waktu itu baik kamu menyelamatkan nyawa penumpang. Tapi tetap saja itu salah, karena kamu bukan seorang pilot." jelas ketua Eren.


"Datanglah ke perusahaan Leo Corp. Perubahan Leo Corp tidak ada yang memimpin saat ini jadi pak Nevan yang memimpin untuk sementara waktu." lanjutnya. Allisya mendengarkan ucapan ketua Eren tanpa harus menjawabnya.


"Sekarang pergilah dan temui dia. Kamu tidak perlu melanjutkan pekerjaan kamu. Jika sudah selesai dari perusahaan Leo Corp jangan kembali kesini, kembali lah ke rumah." lanjutnya.


Allisya berdiri dan berjalan keluar ruangan ketua Eren tanpa berpamitan. Allisya mengemasi barang-barangnya. Siska yang melihat itu merasa heran.


"Allisya, kamu mau kemana? Kamu gak di pecat kan?" tanya Siska.


"Aku mau pergi ke perusahaan Leo Corp." jawab Allisya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku akan meminta penjelasan disana. Apa aku tetap bekerja atau di pecat."


"Allisya, kamu tidak main-main kan?"


"Tentu saja, tidak."


"Jangan berbohong."


"Aku tidak berbohong."


"Itu tidak mungkin, Allisya!" Siska berteriak di ruangan. Semua mata tertuju padanya, Siska menutup mulutnya dengan tangannya dan meminta maaf kepada semua orang yang ada di ruangan karena sudah berteriak.


"Sudahlah, lanjutkan saja perkerjaanmu. Jangan hiraukan aku."


"Bagaimana bisa kau bicara begitu. Jika kau di pecat lalu aku akan bersama siapa saat bekerja?"


"Ada banyak karyawan disini. Kau bisa mencari teman lagi. Sudah ya, aku pamit. Mungkin nanti aku tidak pulang ke kontrakkan."


Setelah mengucapkan itu, Allisya pergi sambil membawa tas selempangnya. Mungkin dia tidak akan ke perusahaan Leo Corp sekarang, karena jika dia kesana mungkin dia akan berdebat dengan Nevan.


Saat sampai di depan kantor bandara, Allisya mengeluarkan ponselnya dan menghungiku Ken untuk menjemputnya.


***


Saat ini Allisya sudah ada di markasnya setelah Ken menjemputnya tadi.


"Jadi, apa yang akan lo lakukan? Kalau lo minta gue antar ke perusahaan Leo Corp gue dengan senang hati untuk mengantarmu." ujar Ken.


"Jawabannya sudah jelas, gue akan kesana. Antar gue, nanti lo tinggalkan saja gue. Biar nanti gue pulang sendiri. Gue mau ganti baju dulu, lo tunggu sebentar." ujar Allisya dan berjalan untuk ke kamarnya.


"Apa jika Allisya pergi bertemu dengan Nevan akan ada berdebat yanh sangat sengit?" tanya Gevan.


"Kemungkinan besar iya. Lo tahu kan dulu Nevan pernah melamar Allisya, mungkin Allisya akan sedikit emosi jika berhadapan dengannya." jawab Ken.


Bersambung......


***


Happy eid mubarak🙏🏻

__ADS_1


Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1-2 Syawal 1142 H. Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin🙏🏻🙏🏻


Author minta maaf ya sama kalian, kalau author punya salah dan pernah khilaf ke kalian🙏🏻 Karena Author juga manusia biasa seperti kalian yang tidak luput dari kesalahan. 🙏🏻


__ADS_2