CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Panggilan dari Kaila


__ADS_3

Satu kecupan manis mendarat di pipi kanan Allisya, hanya sekedar kecupan saja tidak lebih. Dominic membelai rambut Allisya, inginnya dia menciumnya tapi takut Allisya marah. Allisya juga tidak bereaksi apa-apa. Terkadang Dominic juga bingung dengan pola pikir dan tingkah laku Allisya, tapi bagi Dominic itu sangat menggemaskan.


***


Sementara Kaila baru saja bangun dari tidurnya, dia berjalan di tangga, perutnya lapar sekali dan ingin makan. Saat dia sudah sampai di ruang tamu Kaila melihat Ken yang sedang sibuk dengan dokumennya.


"Om." panggil Kaila. Ken langsung menoleh saat mendengar suara Kaila, dia terkejut saat melihat Kaila yang rambutnya acak-acak'an seperti orang gila.


"Astaga, orang gila dari mana ini?!" ujar Ken terkejut.


"Kok orang gila sih, Om? Aku Kaila." ujar Kaila.


"Rambut lo acak-acak'an kayak orang gila! Lo ngapain sih turun ke bawah?! Belum mandi juga!" gerutu Ken.


"Aku lapar, om." rengek Kaila.


"Ya makan." ujar Ken.


"Makanannya mana?" tanya Kaila.


"Ke Alex sana, minta buatin makanan." jawab Ken. Kaila celingukan mencari Alex, tidak tahu Alex yang mana.


"Mana Alex?" tanya Kaila.


"Dia ada di dapur." jawab Ken. Kaila langsung menuju ke dapur dengan penampilannya yang sekarang, Ken hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


"Dasar bocah!" ujar Ken.


Kaila terkagum saat melihat dapur yang begitu sangat mewah dan elegan sekali. Sampai dia tidak sadar bahwa ada manusia disana.


"Ngapain lo kesini dengan penampilan kayak orang gila kayak gitu?" tanya Gevan.


"Aku mau makan." jawab Kaila.


"Mandi sana!" suruh Gevan.


"Aku lapar jadi aku mau makan sekarang." tolak Kaila.

__ADS_1


"Heh!" Gevan menunjuk kening Kaila. "Iler lo itu masih ada tau gak di pipi lo! Gue jijik lihatnya! Mandi sana!" ujar Gevan sambil mendorong kening Kaila. Kaila mengusap keningnya sambil memayunkan bibirnya.


"Bodo amat, aku mau makan. Minggir!" Kaila mendorong tubuh besar Gevan, tapi tentu saja tidak bergerak karena tenaga Kaila sangat kecil.


"Haha. Lo itu ngapain sih? Mau dorong gue? Gak bakalan bisa karena tubuh lo itu kecil." ledek Gevan.


"Minggir, om! Aku lapar!" rengek Kaila. Gevan terkejut saat mendengar ucapan Kaila yang menyebutnya om.


"Apa lo bilang tadi?! Om?!" tanya Gevan tak percaya.


"Iya, om. Emang kenapa?" tanya Kaila heran.


"Apa muka gue setua itu sekarang?" tanya Gevan balik sambil menyentuh wajahnya, panik. Kaila hanya mengerutkan keningnya tanda tak mengerti. Lalu Gevan berjalan keluar dari dapur, Kaila hanya mengangkat bahunya saja lalu dia masuk ke dapur untuk mencari Alex.


"Yang namanya Alex mana?" tanya Kaila kepada 2 orang lelaki yang tak lain adalah Alex dan Mikel.


"Gue. Mau apa lo?" tanya Alex tak suka.


"Kok kayak curut ya?" gumam Kaila yang masih bisa di dengar.


"Apa lo bilang tadi?! Gue? Curut?! Mau mati lo!" ujar Alex emosi.


"Om, aku lapar. Buatin aku makanan dong." ujar Kaila dengan nada imutnya.


"Apa? Om? Gue gak setua itu kali!" ujar Alex marah.


"Gak tau. Umur kita beda lumayan jauh kan? Wajar dong kalau aku panggil kalian om." Alex tidak menjawab dan lebih memilih memasak untuk bocah ingusan itu. Sementara Kaila menatap Mikel yang sedang menikmati sebuah cookies.


"Nama om siapa?" tanya Kaila polos. Mikel langsung menoleh dan mendengus kesal.


Persetan dengan bocah ingusan kayak dia cuma buang-buang waktu doang! batin Mikel kesal.


"Mikel." jawab Mikel singkat.


"Oooohhhh."


Tak lama makanan Kaila datang, cacing yang ada di perut Kaila langsung meronta-ronta saat mencium bau masakan yang nampaknya begitu sangat enak. Alex menaruh sepiring nasi goreng di depan Kaila dan menyodorkan sendok, Kaila mengambil sendok itu. Kaila menyuapkan satu sendok nasi goreng ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Ummmm, enak banget." ujar Kaila sangat senang. Kedua lelaki yang ada disana seperti terkagum saat melihat ekpresi Kaila karena makanannya enak.


Nih anak cantik banget sih. Jantung gue rasanya mau meledak kalau lihat kayak gini. batin Alex.


Cantik dan imut, polos lagi. Umurnya juga udah lumayan dewasa juga, harusnya dia tahu hal-hal yang berbau dewasa kan. Gue kayak lagi lihat anak umur 5 tahun. Haha. batin Mikel.


Kedua lelaki itu melihat cara makan Kaila yang begitu sangat menggemaskan, bahkan sampai belepotan segala. Kaila sudah tidak menghiraukan tatapan kedua lelaki itu dan sibuk dengan nasi goreng yang enak itu.


"Makasih ya, om. Nasi gorengnya enak banget. Lain kali buatin lagi ya." ujar Kaila senang sambil menyodorkan piring kotor itu kepada Alex.


"Hmm." jawab Alex dengan gumam'an, lalu dia membersihkan piring yang baru saja di pakai Kaila.


"Lo udah kenyang kan?" tanya Alex sambil menyodorkan segelas air putih, Kaila menerima gelas itu sambil mengangguk.


"Mandi sana." suruh Mikel.


"Bajunya?" tanya Kaila. Alex dan Mikel saling tatap dan kebingungan. Baju? Sepertinya tidak ada baju yang pas untuk bocah ingusan ini, pikir mereka berdua.


Sementara di ruang tamu, Gevan sedang melihat-lihat wajahnya di depan cermin yang dia pegang, panik.


"Perasaan muka gue juga gak setua itu sih, tapi kenapa tuh bocah manggil gue om ya?" ujar Gevan bingung.


Kenapa Gevan sangat panik saat Kaila memanggilnya om? Itu karena dia adalah mantan play boy kelas kakap. Dan wajahnya itu adalah sumber dari kehidupan wanita. Dengan wajah tampannya itu Gevan bisa menaklukan hati wanita. Makanya dia panik saat mendengar Kaila menyebutnya om, takut wajahnya sudah tidak setampan waktu sekolah dulu.


"Kenapa lo mikirin sebutan bocah itu? Gue juga di panggil om kok, om kentang malahan!" ujar Ken sambil mendengus kesal.


"Apa? Dia manggil lo om kentang? Hahahaha." Gevan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Ken.


"Mau mati lo!" Ken marah karena Gevan menertawakannya.


"Gimana gak ketawa coba? Orang lo di panggil kentang. Ken, lelaki yang begitu sangat kejam dan dingin di panggil om kentang? Hahahaha." Gevan masih belum berhenti tertawa, Ken tambah berdecak kesal.


"Kayaknya tuh bocah bakalan manggil kita semua om, kecuali Allisya. Dia manggil Allisya itu kak dan kita om? Cih! Rasanya gak adil banget!" ujar Ken emosi. Panggilan dai Kaika begitu sangat menakutkan bagi mereka semua, padahal umur mereka juga terbilang masih muda.


"Kayaknya sih gitu. Di lihat dari sifatnya aja udah ketahuan banget, tapi gue suka loh sama dia." ujar Gevan.


"Apa? Lo suka sama bocah ingusan itu? Cih!" tanya Ken tak percaya. Bagaimana bisa play boy kelas kakap seperti Gevan bisa menyukai bocah ingusan seperti Kaila, mimpi mungkin.

__ADS_1


"Bukannya suka cinta, tapi suka karena dia imut. Lo ngerti kan kalau dia imut banget, apalagi pipinya yang cubby itu, gue pengen cubit tapi takut kalau dia nangis sih, secara kan dia juga cengeng. Terus nanti kalau dia ngadu ke Allisya gimana? Bisa gawat nanti." ujar Gevan menjelaskan kepada Ken agar Ken tidak salah paham.


Bersambung......


__ADS_2