
Nevan mengeluarkan hpnya, dia memencet sebuah nama di telpon dan bicara kepada seberang sana untuk mengirimkan emas batangan 100kg di jalan XX. Allisya tersenyum licik karena Nevan langsung mengirimkan permintaannya. Bagi Nevan emas batangan 100kg hanya seujung kukunya saja, jadi dia tidak keberatan jika dia menyerahkannya kepada orang lain karena dia memiliki emas lebih banyak dari yang Allisya inginkan.
"Udah kan? Tinggal nunggu barangnya." ujar Nevan. Allisya tersenyum senang. "Kalau gitu sekarang dimana keberadaan Zeline?" lanjut Nevan.
"Untuk masalah lo itu, lo tenang aja. Gue akan bawa Zeline ke hadapan lo langsung. Dia gak akan pernah keluar dari tempat persembunyiannya kalau gak sama gue." ujar Allisya.
"Kapan lo bawa dia?" tanya Nevan serius.
"Secepatnya. Untuk sekarang ini dia gak akan pernah mau keluar karena dia keluar cuma seminggu sekali dan minggu ini dia udah ketemu sama gue, jadi lo harus nunggu minggu depan." jelas Allisya.
"Gue tunggu lo. Awas aja lo kalau bohong!"
"Gue Allisya gak akan pernah berbohong, apalagi kalau tagihannya udah di lunasi, gue pasti akan segera bertindak. Lo gak usah khawatir, nanti gue kabarin lo kalau gue udah sama Zeline."
"Oke."
Tak lama hp Nevan berbunyi menandakan ada pesan masuk, Nevan segera membukanya. Ada pesan kalau emas sudah sampai di jalan XX.
"Gue mau ambil emas dulu, gue nitip adek gue bentar." Nevan keluar dari markas Allisya meninggalkan Kaila sendirian.
Kaila menatap kepergian Nevan, lalu beralih menatap Allisya. Kaila ketakutan saat hewan buas yang ada di kaki Allisya melihatnya sambil mengerang.
"Kaila." panggil Allisya. Allisya menyuruh Kaila untuk mendekat dengan jari telunjuknya. Kaila menggeleng dengan cepat.
"Kesini." ujar Allisya. Dengan perlahan Kaila mendekati Allisya, saat sudah tinggal beberapa langkah lagi, Kaila berlari dan berhambur memeluk tubuh Allisya.
__ADS_1
Imutnya. batin Allisya.
Kaila menenggelamkan wajahnya di dada Allisya karena tubuh Allisya yang tinggi. Allisya juga membalas pelukan Kaila, memeluk tubuh Kaila yang mungil bagai memeluk guling baginya. Allisya melepas pelukan Kaila dengan perlahan, Allisya mensejajarkan wajahnya dengan wajah Kaila dan Allisya mengusap kedua pipi Kaila dengan lembut.
"Gak usah takut, mereka gak akan ganas kalau kamu gak buat masalah." Allisya mencoba untuk menenangkan Kaila. Kaila mengangguk dan dia menatap harimau putih yang berada di sebelah kiri Allisya, harimau itu mengerang lagi saat Kaila melihatnya, Kaila reflesk memeluk Allisya lagi.
"Dillion, Chester, Puma dan Roxy, kalian pergi ke rumah kalian. Ini sudah malam, kalian harus tidur jangan berkeliaran. Dan juga jangan melihat gadis kecil ini dengan tatapan tajam kalian, dia gadis baik. Kaila namanya. Kalian ingat itu." ujar Allisya sambil mengusap kepala mereka satu persatu.
Dillion adalah nama yang di berikan Allisya untuk singanya. Chester adalah nama harimau putih. Puma adalah nama harimau kuningnya. Dan Roxy adalah nama macan tutulnya. Allisya sangat menyanyangi hewan buasnya, sama seperti Allisya menyayangi keluarga dan temannya. Keempat hewan buas itu juga sudah memiliki beberapa keturunan dan Allisya sangat senang karena bisa melihat bayi hewan buasnya. Allisya bahkan membatasi lingkungan mereka dengan sengatan listrik agar mereka tidak jauh-jauh dan tidak kabur dari area markasnya, hanya sampai di gua menuju keluar masuk markasnya saja yang dia pasang sengatan listrik agar tidak ada hewan kesayangannya yang bisa kabur, selain itu Allisya tidak membatasi area mereka lagi. Mereka bebas melakukan apa saja agar bisa menyesuaikan lingkungan hutan, apalagi untuk bayi mereka yang baru saja lahir. Ke empat hewan ini sangat akur, tidak ada yang namanya pertengkaran karena Allisya juga mengajari mereka untuk saling menghargai meskipun gender mereka berbeda.
Ke empat hewan ini tiba-tiba saja mendekati Kaila dan mengusap paha Kaila. Kaila ketakutan kakinya sampai bergetar. Ke empat hewan ini akhirnya berjalan keluar.
"Dillion." panggil Ken saat Dillion sudah berada di ambang pintu. Dillion mendekati Ken, Ken mengusap kepala Dillion dengan lembut. "Jaga istrimu baik-baik, dia sedang mengandung keturunanmu kan? Jaga dia baik-baik." ujar Ken. Setelah mendengar ucapan Ken, Dillion pergi dari markas Allisya.
Kaila sudah duduk di sofa, di meja juga sudah ada teh dan beberapa camilan untuk Kaila.
Allisya menepuk jidatnya pelan, dia lupa kalau dia sudah berjanji akan menjeput Dominic.
"Besok aku akan menjemputnya." ujar Allisya. Kaila langsung mengangguk dengan mantap.
Braaakkh.
Pintu markas Allisya terbuka sangat keras, mobil Nevan sedang masuk tapi dengan mundur bukan maju. Nevan keluar dari mobilnya dan membuka bagasinya.
Bruukk
__ADS_1
Nevan menjatuhkan kantong hitam besar di hadapan Allisya. Nafas Nevan memburu karena kantong itu sangat berat sekali.
"Ini!" ujar Nevan dengan nafas yang tidak teratur. Allisya berdiri dan melihat kantong itu. Allisya tersenyum sangat sanang saat melihat emas batangan murni seratus persen.
"Oke. Untuk masalah lo, gue yang akan urus. Lo tenang aja. Gue pasti tepati ucapan gue." ujar Allisya. Nevan mengangguk.
"Kai, ayo pulang." ajak Nevan.
"Gak mau!" tolak Kaila dengan sangat tegas.
"Kenapa?"
"Aku masih mau ngomong sama kak Allisya!"
"Huh! Ck! Terserah lo! Gue mau pulang. Jam 7 gue ada meeting. Gue mau pulang." Nevan masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Kaila sendirian.
"Ck! Bisa-bisanya dia buat kotor!"ujar Ken emosi saat melihat tanah yang bercetak ban di lantai.
"Besok pagi kita bersihkan. Jangan menggerutu." ujar Allisya. Ken menghampiri emas itu dan mengambil satu.
"Buat apa kita emas ini? Di pakai juga gak bisa kan?" tanya Ken.
"Bagikan itu ke panti asuhan. Beri setiap panti asuhan yang kita sumbangi setiap bulan, beri satu-persatu. Jangan sampai ada yang tertinggal. Dan jangan lupakan juga untuk memberikannya kepada fakir miskin, tapi ganti dengan uang jangan emas. Tukar emas ini dengan uang besok. Beri uang dengan nominal yang sesuai dengan emas 1 kilo ini. Jangan sampai ada yang tertinggal." ujar Allisya.
"Dan jangan lupakan panti jompo juga, mereka juga harus dapat bagian. Gue gak mau kalau ada yang tertinggal satu pun. Gue mau semua terbagi dengan rata dan gak ada yang tertinggal. Ken gue percayakan ini sama lo, jangan buat gue kecewa. Biasanya lo teledor jika menyangkut ini." lanjut Allisya.
__ADS_1
Selama ini uang yang di hasilkan oleh mereka, mereka selalu membaginya dengan orang yang lebih membutuhkan. Tidak tanggung-tanggung juga mereka memberi sumbangan itu. Mereka tidak akan pernah bisa menghabiskan uang mereka jadi mereka lebih memilih untuk menyumbangkannya. Meskipun mereka jahat tapi hati mereka sangat baik.
Bersambung......