
"Kita gak sedekat itu, tapi it's oke."
Allisya membalas kepalan tangan Nevan, dan itu sangat membuat Dominic marah karena Allisya melakukan kontak fisik dengan kakak jahannamnya itu. Allisya masuk ke dalam mobilnya dan keluar dari rumah keluarga Leonardus. Mereka semua memandangi kepergian Allisya dengan tatapan yang sama yaitu adalah tatapan harapan. Mereka sangat berharap kepada Allisya, terutama Arav dan juga Kirana. Mereka sangat berharap kepada Allisya, karena Allisya yang membawa Dominic untuk pulang lagi, membantu Nevan untuk mendekatkan diri kepada Zeline lagi. Dan harapan terakhir mereka berdua adalah, agar Allisya menjadi menantu dan melahirkan anak Dominic kelak nanti.
Selepas kepergian Allisya, Dominic langsung masuk kembali meninggalkan mereka yang ada di teras. Saat ini dia sedang malas sekali untuk dekat dengan keluarganya lagi, mungkin jika hatinya sudah lebih baik dia akan mendekat sendirin nanti.
"Cih! Dasar bocah!" cibir Nevan melihat kepergian Dominic.
"Nevan!" panggil mamanya. Nevan langsung menoleh melihat mamanya yang melayangkan wajah dan tatapan membunuhnya. "Iya-iya, ma. Gak usah marah gitu napa sih! Cuma bercanda doang." lanjutnya lagi.
"Kak Nevan jelek. Mmweeek." ujar Kaila sambil memeletkan lidahnya, lalu melenggang pergi begitu saja.
"Dasar adik gak tau di untung lo!" teriak Nevan kepada Kaila.
"Nevan, harusnya kamu berperilaku yang baik supaya adik kamu menirunya, bukan malah bertingkah kayak anak kecil." ujar Kirana.
"Udah bertingkah dewasa, ma. Cuma mereka aja yang kayak anak kecil. Dominic juga gitu, kebiasaannya ngebunuh orang tapi juga bisa ngambek juga tuh anak!" Nevan mencibir Dominic.
"Meskipun begitu, dia juga punya hati. Bersyukur kamu gak langsung di bunuh olehnya waktu itu, padahal dia gak pernah lihat-lihat orang kalau mau ngebunuh." ujar Arav.
Nevan mengangguk, membenarkan ucapan papanya itu. Karena memang begitu kenyataanya, Dominic selalu tidak pernah melihat orang itu siapa kalau membunuh, pakoknya langsung dia bunuh gitu aja.
Dominic sedang ada di kamarnya setelah kepergian Allisya tadi, dia sedang bergelung di bawah selimutnya itu.
__ADS_1
***
Sementara Allisya berada di sebuah caffe atau bisa juga di sebut warung kecil yang sangat minim sekali pengunjung. Saat ada di jalan tadi, Zeline tiba-tiba mengirimkannya pesan untuk datang kesini. Dan disinilah dia saat ini, menghadap Zeline yang sedang menatapnya tajam.
"Apa yang mau lo omongin sama gue? Apa lo mau ketemu sama Nevan?" tanya Allisya menyelidik.
Sebenarnya Allisya sudah tahu apa maksud Zeline yang tiba-tiba mengajaknya bertemu di tempat seperti ini. Dan benar saja dugaannya, Zeline tiba-tiba mengeluarkan koper yang berisi emas dan juga berlian.
"Gue mau lo nyembunyiin gue lagi dan menutupi informasi tentang gue!" Zeline menekankan kata-katanya.
"Kenapa?" tanya Allisya.
"Lo masih tanya kenapa? Lo pikir sama otak lo itu! Emangnya ada alasan lagi selain permintaan gue yang dulu itu?! Gak ada kan?!" jawab Zeline emosi.
"Apa? Lo gak mau? Itu gak mungkin, lo pasti mau. Lo lihat koper ini kan? Isinya emas dan berlian semua dan ini semua murni, harganya bisa sampai setengah triliun lebih. Dan gue yakin kalau lo mau nerima ini semua dan nyembunyiin identitas gue lagi."
"Asal lo tau aja, nyembunyiin identitas lo itu gak semudah yang lo kira. Lo tau kenapa? Karena orang yang nyari lo itu keluarga terpandang, terkaya dan sangat berkuasa. Apapun yang mereka inginkan pasti akan terwujud cepat atau lambat. Dan yang nyari lo itu Nevana Leonardus, orang yang sangat bijak. Beruntung lo masih di cari sama dia, gimana kalau sampai Dominic yang nyari lo? Gak mungkin lo bertahan sampai 4 tahun ini." jelas Allisya kepada Zeline.
"Terus?! Lo gak mau gitu nolongin gue lagi?! Setelah keluarga gue bayar lo lagi?! Ini apa?! Gue bawa ini semua agar lo bisa nyembunyiin gue lagi! Ini asli punya gue sendiri, bukan punya kakak atau orang tua gue!" teriak Zeline penuh amarah.
"Gue tau itu punya lo, tapi gue gak mau nerima semua itu karena gue udah capek nyembunyiin lo lagi." Allisya menolak permintaan Zeline. " Zel, seharusnya lo gak perlu membawa ini semua sampai bertahun-tahun. Berdamailah sama masa lalu lo, karena persembunyian lo juga akan ketahuan juga." lanjut Allisya.
"Apa lo bilang? Damai? Sampai kapanpun gue gak bakalan mau berdamai sama masa lalu gue, apalagi kalau sampai berdamai sama Nevan, gue gak akan pernah mau!"
__ADS_1
"Kenapa lo keras kepala benget sih, Zel?"
Allisya mulai kesal karena kekeras kepala'an Zeline. Zeline sangat susah sekali untuk di nasehati dan sering membantah. Allisya bahkan sampai tepuk jidat melihat kekeras kepala'an Zeline.
"Udahlah, gue capek." ujar Allisya sambil beranjak dari duduknya.
"Oh iya, malam minggu nanti ikut gue." ujar Allisya.
"Kemana?" tanya Zeline menyelidik.
"Ya jalan-jalan lah, lo gak bosen apa tinggal di tempat kumuh kayak gitu dan gak kemana-mana setiap hari? Karema mumpung waktu gue juga senggang, apalagi gue cuti kerja gara-gara kecelakaan waktu itu, waktu gue jadi lebih banyak. Nanti gue jemput lo di tempat biasanya." jawab Allisya sambil melenggang pergi dari sana.
Zeline memandangin kepergian Allisya lalu dia beralih melihat kopernya itu. Zeline tersenyum getir mendengar ucapan Allisya tadi.
"Damai? Dia yang mulai duluan dan gue gak akan pernah berdamai sama dia!" gumam Zeline tersenyum getir.
Zeline mengingat lagi ucapan Allisya lagi dan mengingat masa lalunya yang suram bersama dengan Nevan waktu itu, hatinya tiba-tiba sakit sekali mengingat hal itu.
"Allisya ngajak gue jalan-jalan malam minggu? Udah lama juga gue juga gak di ajak jalan-jalan sama dia karena pekerjaannya itu, yang ada gue selalu keluar sama Alex atau Mikel. Oh iya, gimana kabarnya si kulkas sama si play boy itu ya? Mereka berdua bahkan gak pernah nemuin gue kalau gak penting sama sekali." gumam Zeline lagi.
Kalian tahu siapa kulkas sama play boy yang di maksud Zeline? Tentu saja itu Ken dan Gevan. Menurut Zeline itu adalah panggilan yang pantas untuk mereka berdua.
Allisya sering sekali mengajak Zeline untuk jalan-jalan agar Zeline tidak bosan di tempat yang Zeline tinggali 4 tahun ini. Tapi itu jika Allisya ada waktu, jika tidak ada waktu Zeline selalu jalan-jalan dengan Alex atau Mikel. Zeline beberapa kali menantikan Allisya mengajaknya untuk jalan-jalan tapi Zeline juga tidak berharap banyak kepada Allisya, karena Zeline tahu posisi Allisya yang memiliki 2 pekerjaan sekaligus. Dan saat Allisya mengajaknya tadi, Zeline sangat senang sekali karena Allisya mengajaknya jalan-jalan lagi setelah sekian lama. Bahkan dia juga tidak mencurigai Allisya yang tiba-tiba mengajaknya untuk jalan-jalan.
__ADS_1
Bersambung......