CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Mengeringkan rambut


__ADS_3

Hati Ken sedang bimbang saat ini, antara Ahmad percaya dan tidak percaya dengan ucapan Kaila. Karena Ken tahu kalau Kaila tidak pernah berbohong sama sekali, Kaila selalu jujur dengan perkataannya. Ken tidak percaya dengan Kaila, karena Ken masih percaya dengan Amelia. Kepercayaan Ken kepada Kaila tidak sebesar kepercayaannya kepada Amelia. Oleh sebab itu, mengapa Ken tidak percaya dengan Kaila meskipun Kaila adalah anak yang jujur. Di dalam hati Ken, dia juga menyimpan ketakutan. Takut jika yang di ucapkan oleh Kaila tadi adalah kenyataan, takut juga kalau Amelia sudah menikah dan menjalani rumah tangga. Ken masih setia dengan Amelia, padahal Amelia sendiri juga sudah memiliki suami. Ken terlalu terobsesi dengan Amelia, sampai dia lupa dengan hal sekitarnya.


Ken berjalan menjauh dari kamar Gevan, dia harus mempersiapkan tubuhnya juga untuk sarangan dari Allisya besok.


***


Sementara di markas Dominic, Allisya sedang menikmati makan malam bersama Dominic. Ya, hanya berdua saja. Anggap saja ini seperti dinner pertama mereka berdua.


"Sesuai perjanjian, besok lo harus pulang." ujar Allisya memperingati Dominic.


"Gak bisa di tunda apa?" tanya Dominic dengan sangat malas sekali.


Dia masih sangat malas jika di suruh untuk kembali ke rumah besarnya itu. Entahlah, Dominic memang sejak awal sudah tidak senang, meskipun kedua orang tuanya merawatnya dengan sangat tulus sekali.


"Lo mau mati?" tanya Allisya balik.


"Kalau matinya sama kamu, aku sih oke-oke aja." jawab Dominic santai.


"Tapi sayangnya lo akan mati sendirian." ujar Allisya.


Dominic mendengus kesal mendengar ucapan Allisya. Tidak bisakah Allisya romantis sedikit kepadanya. Hah? Apa? Romantis? Pacaran saja belum, romantis dari mananya coba.


Selesai makan malam, Allisya ingin membersihkan tubuhnya karena tubuhnya sudah sangat lengket sekali. Tapi saat dia ada di depan pintu kamar mandi, dia berhenti lagi. Dia berbalik melihat Dominic yang sedang sibuk dengan hpnya.


"Gue mau mandi." ujar Allisya singkat.


"Ya udah, mandi aja. Itu kamar mandinya." ujar Dominic tanpa mengalihkan pandangannya dari hpnya.


"Terus bajunya gimana?" tanya Allisya. Dominic menghentikan kegiatan memainkan hpnya, dia beralih melihat Allisya dan tersenyum sangat licik sekali.

__ADS_1


"Gak usah pakai baju gak apa-apa. Lagian yang lihat kan calon suami kamu." cerocos Dominic begitu saja.


"Udah gila ya lo!" ujar Allisya geram. Dominic tertawa terbahak-bahak melihat wajah emosi Allisya.


"Disini gak ada baju perempuan. Kamu mau pakai baju aku?" tanya Dominic. Allisya berfikir sejenak.


"Dimana tempat baju lo?" tanya Allisya balik.


Dominic menyuruh Allisya untuk mengikutinya ke walk in close di kamarnya. Allisya cukup tercengang melihat walk in closet milik Dominic yang begitu sangat rapi, padahal dia seorang lelaki dan juga tidak ada pembantu disini.


"Ini walk in closet punya lo?" tanya Allisya.


"Iya." jawab Dominic singkat. "Ayo coba kita cari baju yang cocok buat kamu." lanjut Dominic.


Mereka berdua mulai mencari baju yang pantas untuk Allisya. Allisya membuka satu-persatu lemari yang ada di depannya. Baju Dominic begitu sangat besar sekali, ya itu karena postur tubuhnya begitu besar. Jadi bajunya juga ikut besar juga. Jika di lihat-lihat tidak akan ada baju yang pas untuk tubuh kecil milik Allisya. Tanpa pikir panjang lagi, Allisya mengambil satu kemeja putih milik Dominic dan juga celana hitam selutut milik Dominic.


Dia berbalik dan mencari keberadaan Allisya yang tidak ada suaranya sama sekali, tapi ternyata Allisya sudah tidak ada di dalam walk in closetnya. Dominic pun keluar dari ruangan walk in closetnya, dia mendengar gemercik air dari kamar mandi. Dominic mengerutkan kening bingung, tapi dia hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu.


Sekitar 30 menit telah berlalu, akhirnya Allisya keluar dari kamar mandi. Dia sudah memakai kemeja putih milik Dominic yang hampir sampai lututnya dan juga celana hitam selutut milik Dominic. Dominic tercengang melihat keseksian tubuh Allisya yang memakai kemejanya yang besar sekali. Dominic sampai meneguk ludahnya dengan kasar sekali.


Allisya berjalan ke arah Dominic sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Dia melemparkan handuk itu ke wajah Dominic, Dominic pun sangat terkejut.


"Keringkan rambut gue." suruh Allisya.


Dominic melongo dengan permintaan Allisya. Dia bahkan tidak pernah mengeringkan rambutnya sendiri, yang ada mamanya yang selalu mengeringkan rambutnya. Saat ada di markas saja rambutnya di keringkan oleh Azka. Dan ini malah mengeringkan rambut Allisya? Yang benar saja?


Allisya langsung duduk di depan Dominic sambil memainkan hpnya. Dominic sendiri hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa.


"Ngapain lo diam aja? Keringkan rambut gue!" ujar Allisya sangat geram.

__ADS_1


Dia begitu sangat kedinginan gara-gara rambutnya yang basah. Biasanya dia memakai hair briyer untuk mengeringkan rambutnya. Karena ini bukan markasnya, jadi tidak ada hair briyer disini.


"Allisya, aku bahkan gak pernah mengeringkan rambut aku sendiri! Dan kamu malah nyuruh aku buat mengeringkan rambutmu? Sungguh tidak bisa di percaya." ujar Dominic.


Allisya berbalik menghadap ke Dominic, dia menunjuk kening Dominic.


"Lo pikir ini markas gue apa? Biasanya gue selalu mengeringkan rambut gue sama hair dryer, emang disini ada? Gak ada kan? Kalau ada udah gue pakai dari tadi dan gak nyuruh lo." ujar Allisya dengan sangat kesal.


"Kamu kan punya tangan, Al!" ujar Dominic dengan sangat geram sekali.


"Gue males. Cepet keringin rambut gue!" suruh Allisya lagi.


"Gak mau!" tolak Dominic.


"Huh! Ck! Males gue jadinya! Lebih baik gue pulang dari pada debat terus sama lo!" Allisya sudah berdiri kembali dari duduknya.


"Ya udah, kalau gitu aku gak akan pulang." ancam Dominic.


"Jangan pulang! Biarin adik kesayangan lo itu ada di markas gue terus! Biar gue yang rawat! Sekalian, gue pindahin namanya juga!" ujar Allisya.


Allisya sudah berjalan menjauh dari Dominic, tapi berhenti karena Dominic tiba-tiba mencekal tangannya.


"Iya-iya, gak usah ngambek gitu napa sih! Orang gue cuma bercanda aja kok! Udah duduk sana." ujar Dominic dengan sangat kesal sekali.


"Gue gak mau! Gue udah berubah pikiran!" ujar Allisya.


Tanpa pikir panjang lagi, Dominic mengangkat tubuh Allisya seperti dia mengangkat karung beras. Allisya meronta-ronta karena tiba-tiba saja Dominic menggendongnya. Dominic menurunkan Allisya di ranjangnya lagi, Allisya mendengus kesal. Dominic duduk di belakang Allisya sambil mengeringkan rambut basah milik Allisya. Jujur dia sangat malas sekali mengeringkan rambut, tapi entah kenapa saat mengeringkan rambut Allisya Dominic sangat bersemangat sekali. Tidak tahu juga kenapa dia bisa begitu, pokoknya dia senang saat mengeringkan rambut Allisya. Dominic sesekali memijat kepala Allisya sambil mencium rambut Allisya. Biasa, orang yang di mabuk cinta biasanya seperti ini. Wajar, jadi gak usah kaget.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2