
"Om Kentang cium aku? Pokoknya aku harus kasih tau kak Dominic kalau kak Dominic udah pulang." ujar Kaila dengan sangat senang. "Eh? Tapi kenapa om Kentang tiba-tiba cium kepala aku ya? Bodoh ah, yang penting udah di cium sama om Kentang." lanjut Kaila. Tak lama dia terlelap dengan tidurnya, mungkin karena pegal habis berguling-guling.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, Allisya baru saja melihat Kaila yang sedang tertidur dengan pulas. Dan terkejut sekali saat melihat kamar yang Kaila tempati, bantal dan guling sudah ada di lantai, lampu tidur yang terletak di nakas sebelah tempat tidur juga jatuh di lantai, selimut dan seprei sudah tidak rapi lagi dan menjadi satu. Dan Allisya hanya bisa tepuk jidat saat melihat itu semua.
Saat ini mereka berlima sedang sarapan di meja makan, awalnya mau mengajak Kaila tapi karena Kaila tertidur dengan sangat pulas jadi tidak mengajak Kaila dan Allisya juga tidak tega membangunkan Kaila. Apalagi kemarin Kaila tidur sekitar jam 2 dini hari.
"Apa yang akan lo lakukan sekarang ini?" tanya Gevan di sela sarapannya.
"Gue mau ke markas Dominic. Dan Ken, lo harus ikut sama gue. " jawab Allisya.
"Ck! Males banget gue kesana, Al!" ujar Ken.
"Udahlah, Ken. Ikut aja napa sih!" ujar Alex.
Sajian makanan yang terletak di meja makan sudah tandas, Allisya berdiri.
"Saat Kaila udah bangun nanti, kalian siapin dia makan ya. Jangan paksa atau jangan suruh dia pulang, biar nanti Dominic yang ngajak dia pulang. Tuh anak kalau bukan Dominic yang ngajak gak akan pernah mau." ujar Allisya kepada Alex dan Mikel. Mereka berdua hanya mengangguk saja.
"Ayo, Ken. Kita berangkat sekarang." ajak Allisya yang sudah berjalan menjauh, Ken mengikuti Allisya dari belakang dengan sangat malas.
***
Dan sekarang Allisya dan Ken sudah di depan gerbang markas Icepick Willie Alderman. Mereka berdua memandangi gerbang yang tertutup dengan rapat itu.
"Gimana caranya kita bisa sampai di dalam sana?" tanya Ken bingung, kalau dia sih bisa saja memanjat tapi Allisya.
__ADS_1
Allisya memakai gaun berwarna biru navy yang melebihi kakinya serta heels yang senada dengan warna gaunnya. Dengan belahan paha sebelah kanan yang menampakkan paha mulusnya dan punggung yang lumayan terbuka. Bisa saja dia memanjat tapi tergantung Allisya sendiri.
"Panjat." jawab Allisya.
"Lo gila kali ya! Ya kali lo manjat dengan gaun kayak gitu."
Tidak mendengarkan ucapan Ken, Allisya langsung memanjat gerbang besar itu. Ken berdecak kesal tapi dia juga ikut memanjat seperti Allisya juga. Sementara di dalam markas, anak buah Dominic sedang menyanyi dan bercanda bersama, ada yang bermain catur dan juga kartu. Tapi tak lama mereka semua mendengar suara langkah kaki, mereka semua beralih menatap satu persatu, lengkap. Mereka semua berfikir siapa yang datang dan bagaimana bisa melewati gerbang. Saat orang itu sudah dekat, salah satu dari mereka langsung berdiri terkejut saat melihat 1 wanita yang di kenalnya.
"Lo!" ujar Arwin yang tak lain adalah tangan kiri Dominic. Arwin melihatnya dengan tatapan mengancam dan membunuh.
"Lo kenal Win? Siapa dia? Kayaknya gak asing gitu." ujar teman sebelahnya.
"Dia adalah ketua anggota detektif tersembunyi The Crazy Mobsters Detective." jawab Arwin penuh penekanan. Semua yang ada disana langsung berdiri terkejut. Allisya hanya tertawa menanggapi mereka semua.
"Gak gue sangka, nama gue udah terkenal ya di hadapan kalian." ujar Allisya sambil tertawa terbahak-bahak.
Selama ini mereka hanya mendengar nama Allisya dari Dominic saja dan tidak pernah melihat orangnya langsung. Siapa sangka Allisya akan datang sendiri di hadapan mereka.
"Atas hak apa lo merintah kita?! Lo gak berhak ketemu sama Dominic atau berbicara dengannya!" ujar Arwin.
"Oh ya? Tapi gue udah beberapa kali bicara sama dia tuh." ujar Allisya lagi.
Sebagian dari mereka sudah bergetar ketakutan saat mendengar nama Allisya dari Arwin, bahkan ada yang sampai berpegangan tangan karena saking takutnya.
"Gue gak percaya kalau lo Allisya si detektif tersembunyi itu!" ujar salah satu dari mereka. Allisya menaikkan sebelah alisnya.
"Oh ya? Lalu gimana kalau lo lihat orang yang ada di belakang gue? Apa lo percaya?" ujar Allisya. Ken tiba-tiba datang dari belakang, dia berdiri tepat di belakang Allisya. Kaki mereka terlihat sangat lunglai sekali saat melihat Ken.
__ADS_1
"Waaah, kayaknya mereka percaya saat lihat lo Ken. Gua akan cabik-cabik tubuh lo karena mereka gak kenal gue gara-gara lo!" ujar Allisya kepada Ken.
"Kenapa gara-gara gue?" tanya Ken kesal.
"Karena mereka kenal lo dan gak kenal gue, padahal ketuanya adalah gue." jawab Allisya santai.
"Mereka gak kenal lo itu wajar, karena lo gak pernah menampakkan diri lo!" ujar Ken.
Kenapa para cecunguk ini gak kenal sama Allisya?! Padahal nama Allisya yang sangat tren di antara kita. Huh! Bikin gue kena masalah aja. batin Ken kesal.
"Jadi lo nyalahin gue gitu? Pekerjaan gue itu gak cuma detektif! Ngerti lo?!" ujar Allisya.
"Terserah!" ujar Ken.
Allisya sudah mau beralih menatap mereka, tapi saat dia sudah menatap mereka. Ada yang melemparkan pisau ke arah wajahnya, Allisya refleks memalingkan wajahnya, bahkan pisau itu hampir tidak ada jarak sama sekali dengan wajahnya dan hampir menyentuh hidungnya. Ken berdecak kesal saat melihat pisau itu.
"Wow, kayaknya ada yang berani ngelawan gue ya?" ujar Allisya sambil menatap Arwin. Ya, pisau itu di lempar oleh Arwin. Arwin memiliki keberanian dengan Allisya, meskipun banyak keringat dingin yang keluar dari tubuhnya.
"Serang mereka berdua!" suruh Erwin kepada temannya.
Temannya menatap Erwin bingung, melawan? Sudah gila apa ya, itulah pikiran mereka semua. Tak banyak bicara mereka langsung mengeroyok Allisya dan Ken. Allisya mengelurkan sebuah jarum dari rambutnya dan melemparkan jarum itu ke tembok belakang Erwin. Dan seketika....
Booomm.
Tembok itu hancur tak tersisa, bahkan batu-batu yang harusnya berserakan hancur lebur seperti tanah. Mereka semua meneguk ludah mereka kasar saat melihat tembok itu hancur, bahkan Erwin sudah tidak bisa bergerak sama sekali, tubuhnya terasa sangat kaku sekali. Mereka semua beralih menatap Allisya, dan Allisya sudah melayangkan tatapan pembunuhan kepada mereka semua. Ken bahkan sudah siap dengan dirinya sendiri. Saat ini Ken sudah ada di depan Allisya tapi tidak menutupi tubuh Allisya dengan tubuhnya. Ken sudah benar-benar kesal melihat mereka semua, dan bisa-bisanya mereka mau mengeroyok mereka berdua. Ken dan Allisya sudah menatap mereka dengan tatapan pembunuhan.
Bersambung......
__ADS_1
Maaf jarang update T_T Author lagi sibuk banget soalnya T_T Insyaallah Author usahakan buat up setiap 3 hari 1 kali ya. Semoga suka dengan cerita novel Author >_< Masih banyak kekurangannya jadi kalau mau kasih masukan silahkan komen atau dm ig Author ya^o^, ceritanya juga gak terlalu menarik juga sihT_T tapi Author selalu berusaha agar ceritanyam menarik^o^ Terima kasih
Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya >_<