
Tanpa pikir panjang lagi, Dominic mengangkat tubuh Allisya seperti dia mengangkat karung beras. Allisya meronta-ronta karena tiba-tiba saja Dominic menggendongnya. Dominic menurunkan Allisya di ranjangnya lagi, Allisya mendengus kesal. Dominic duduk di belakang Allisya sambil mengeringkan rambut basah milik Allisya. Jujur dia sangat malas sekali mengeringkan rambut, tapi entah kenapa saat mengeringkan rambut Allisya Dominic sangat bersemangat sekali. Tidak tahu juga kenapa dia bisa begitu, pokoknya dia senang saat mengeringkan rambut Allisya. Dominic sesekali memijat kepala Allisya sambil mencium rambut Allisya. Biasa, orang yang di mabuk cinta biasanya seperti ini. Wajar, jadi gak usah kaget.
"Enak gak?" tanya Dominic yang memijat kepala Allisya perlahan.
"Hmm." hanya deheman yang Allisya keluarkan dari mulutnya itu. Dia masih sibuk dengan hpnya.
"Pokoknya gue gak mau tau. Besok lo harus pulang! Awas lo kalau minggat dari rumah lo lagi!" ujar Allisya kesal.
"Iya." jawab Dominic malas.
Dominic mencium leher Allisya dari belakang sambil menyentuh dadanya, hanya menyentuh saja tidak lebih ya.
"Gepeng banget sih." ujar Dominic saat merasakan dada Allisya tidak berisi.
"Hahaha. Lo mau yang berisi? Tuh punyanya si Leli. Berisi kan." ujar Allisya dengan sangat geram. Dia menepis tangan Dominic dari dadanya dan melihat Dominic dengan tatapan membunuh.
"Heh! Dominic! Lo denger baik-baik ya ucapan gue! Selama bertahun-tahun gak ada yang berani nyentuh gue gitu aja, temen-temen gue pun gak ada yang nyentuh gue. Padahal mereka juga udah lama banget sama gue, mereka bahkan hampir melihat tubuh telanjang gue kalau gue lagi renang di kolam. Dan ini lo, baru ketemu beberapa kali aja tangan sama mulut lo itu gak bisa diam! Gue rasanya pengen ngerobek mulut lo itu ya!" ujar Allisya dengan sangat geram.
Dominic tidak menjawab, dia langsung mendorong tubuh Allisya. Alliysa pun reflesk untuk tidur, dan posisi mereka saat ini sangat berbahaya.
"Itu artinya aku spesial buat kamu." ujar Dominic.
__ADS_1
Alliysa langsung mendorong tubuh Dominic, mereka berdua kembali duduk. Alliysa tersenyum getir mendengar ucapan Dominic.
"Spesial? Dari mana?" ujar Allisya tak percaya. "Gue ngelakuin ini juga demi adik lo itu. Kalau gak gara-gara adik lo itu, gue juga gak bakalan kayak gini. Dengan mudahnya lo ambil ciuman pertama gue, nyentuh tubuh gue gitu aja, tapi gue tetap diam. Lo pikir gue suka apa di buat kayak gitu?! Gak sama sekali. Kalau gak ada alasan gak bakalan gue kayak gini. Gue kayak cewek murahan tau gak!" lanjut Allisya dengan kesal.
Dominic diam, tidak menjawab. Dia tahu dia salah oleh sebab itu dia diam. Dominic memeluk tubuh Allisya, dia mengusap punggung Alliysa. Alliysa heran melihat sikap Dominic yang tiba-tiba berubah seperti ini.
"Maaf." hanya kata maaf yang keluar dari mulut Dominic saat ini.
Dominic melepas pelukannya dan dia berjalan ke arah kamar mandi. Dia juga ingin membersihkan tubuhnya, tidak mungkin dia tidur dengan Allisya dengan keadaan tubuh yang bau.
Allisya membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya. Dia lelah, tidak tahu juga lelah karena apa tapi yang jelas dia lelah. Dominic keluar dari kamar mandi setelah 30 menit. Dia hanya keluar dengan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya dan masih memperlihatkan tubuhnya yang kekar. Pikirnya Allisya akan terpesona melihat tubuh setengah telanjangnya itu, tapi ternyata Allisya sudah tidur. Dominic berdecak kesal karena melihat Allisya sudah tertidur sebelum melihat tubuh setengah telanjangnya itu. Dominic segera pergi ke walk in closet dan memakai pakaiannya itu. Dominic memeluk tubuh Allisya dan akhirnya mereka sudah tiba di alam mimpi mereka.
***
Kaila mencoba untuk berjalan sambil menyentuh dinding. Matanya tidak bisa melihat dengan jelas, semuanya buram. Kaila memanggil nama Gevan, Alex dan Mikel secara lirih, tapi tentu saja tidak ada yang dengar. Kaila hampir terjatuh, tapi tiba-tiba ada seseorang menarik tangannya agar tidak jatuh. Kaila mendongakkan kepalanya dan melihat Ken yang sedang menolongnya. Kaila menepis tangan Ken, lalu dia melanjutkan berjalannya.
Ken tadi tidak sengaja melihat Kaila keluar dari kamar Gevan. Ken sendiri juga baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Ken mengikuti Kaila dari belakang, takut jika Kaila tiba-tiba akan terjatuh lagi.
"Kaila!" teriak Gevan dari belakang. Kaila menoleh ke belakang, dia tidak bisa melihat dengan jelas tapi dia yakin kalau itu suara Gevan.
"Om Gege." ujar Kaila lirih.
__ADS_1
Kaila berjalan menghampiri Gevan, Gevan pun juga demikian. Saat sudah dekat dengan Gevan, tubuh Kaila tiba-tiba ambruk, Gevan langsung sigap memegang tubuh Kaila. Kaila bersandar di dada Gevan.
"Sakit." lirih Kaila sambil memegang dadanya.
Gevan tahu apa yang di rasakan Kaila saat ini, Gevan memeluk Kaila, dia juga tahu apa yang di rasakan Kaila saat ini. Gevan beralih melihat Ken, Ken hanya melihat tanpa melakukan apa-apa. Dia hanya melihat mereka berdua, ada rasa marah di hatinya yang tidak bisa dia jelaskan, tapi dia tetap diam. Gevan menggendong tubuh Kaila dengan gaya bridal style dan meninggalkan Ken sendirian berdiri disana.
***
Jam menunjukkan pukul 6 pagi, Allisya sudah siap dengan pakaiannya. Ya, dia memakai pakaian yang dia pakai kemarin malam, karena memang tidak ada baju ganti disini. Tapi tidak dengan Dominic, Dominic masih betah bergelung di bawah selimut dan juga memejamkan matanya. Allisya dengan sigap mengambil selimut itu dengan kasar, Dominic sampai berdecak kesal.
"Heh! Ayo! Cepetan!" ujar Allisya dengan geram. Dominic duduk dan menguap, sambil menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.
"Masih pagi, Al. Nanti aja, jam 8 atau jam 9 nanti." ujar Dominic dengan sangat malas.
"Gak! Gue gak mau! Gue mau pulang sekarang! Gue udah gak betah disini! Baju gue dari kemarin juga gak ganti! Pokoknya gue mau pulang sekarang!" Allisya menekankan kata-katanya. "Gue juga lapar sekarang. Gue mau makan! di markas gue, bukan di markas lo!" lanjut Allisya. Dominic berdecak kesal mendengar ucapan Allisya.
"Sama aja, Al. Makanan disini juga sama kayak di rumah kamu." ujar Dominic dengan sangat kesal.
"Ya, pokoknya gue gak mau makan disini! Gue mau makan di markas gue! Kalau lo makan disini, makan aja. Gue tungguin, tapi gue tetap makan di markas gue!" ujar Allisya.
Bersambung......
__ADS_1