CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Flashback Nevan dan Zeline ( Part 4 )


__ADS_3

Zeline sambil menunjuk Nevan. Berani sekali dia. "Gue itu gak nyuri, gue juga gak sengaja nemuin liontin itu! Gue datang kesini itu baik-baik ya! Jangan mentang-mentang lo orang paling kaya dan termasuk keluarga jajaran kelas paling atas, lo jadi sombong dan suka nuduh orang seenaknya! Gue itu jujur dengan hal ini!" lanjut Zeline dengan penuh amarah.


Terlihat dari wajah dan gaya bicaranya kalau dia masih sangat polos secara ori. Dia gak polos di buat-buat juga. Pakaian yang hampir sama kayak adek gue yang imut itu, bahkan ini bisa di bilang bukan kayak lagi, tapi emang. Ah... iya... kemana adek gue itu? Harusnya dia udah pulang jam segini, kok ini belum pulang ya? Padahal gue pengen banget nyium pipinya yang gembul itu. batin Nevan


Meskipun Nevan terlihat sangat acuh kepada Kaila, tapi sebenarnya dia sangat menyayangi Kaila. Apalagi sepertinya adiknya itu akan menjadi gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang dunia luar. Nevan dan Dominic pun juga sudah siap siaga dengan Kaila sejak kecil. Begitu sangat besar kasih sayang mereka berdua kepada Kaila.


"Gue cuma waspada aja sama orang di sekitar gue. Kadang orang yang kita anggap baik tapi malah sebaliknya." ujar Nevan dengan santainya.


Zeline ingin sekali menghabisi pria yang ada di depannya ini. Dia juga baru pertama kali ini bertemu dengan pria seperti ini. Zeline sudah mau berucap, tapi suara imut yang tidak asing menghentikannya.


"Kok kakak ada disini?" tanyanya.


Ya, itu Kaila. Dia baru saja pulang sekolah dan saat ini dia sedang berada di dalam gendongan Dominic, karena Dominic yang menjeputnya tadi.


"Kai? Akhirnya lo datang juga, gue kangen sama lo tau."


Ujar Nevan sambil mengambil Kaila dari gendongan Dominic dan mencium pipi cuby adiknya. Kaila menggembungkan pipinya karena dia tidak di gendong oleh Dominic lagi, tapi tak lama perhatiannya beralih ke Zeline.


"Kakak ngapain kesini?" tanya Kaila.


Zeline mengerutkan keningnya bingung, karena dia tidak tahu siapa yang di maksud kakak oleh Kaila.


"Lo. Dia tanya sama lo." ujar Dominic karena melihat Zeline kebingungan.


"Ah? Iya, maaf. Kakak kesini mau ngembaliin liontin kamu yang jatuh." jawab Zeline.


"Hmm...?" Kaila memiringkan kepalanya. "Ah, iya. Makanya kemarin Papa sama Mama ngelihatin aku terus, ternyata gara-gara aku gak pakai liontin itu. Hehe." lanjutnya dengan menampakkan gigi putihnya.


"Iya. Kakak udah kembali'in ke kakak kamu." tunjuk Zeline kepada Nevan.


Kaila mengangguk sebagai jawaban, tapi tidak dengan Nevan yang tidak percaya dengan Zeline.


"Lo yakin Kai kalau liontin lo itu jatuh bukan di curi?" Nevan menekankan kata-katanya.


Zeline mengepalkan tangannya kuat saat mendengar ucapan Nevan. Dia kira Nevan akan percaya dengan ucapan adiknya, tapi malah sebaliknya.

__ADS_1


"Iya. Liontin aku jatuh kok, kak. Bukan di curi." jawab Kaila.


Zeline tersenyum mendengar jawaban Kaila, tapi tidak dengan Nevan.


"Lo yakin? Gue pikir kalau liontin lo itu di curi sama dia." Nevan menunjuk Zeline dengan dagunya.


"Nggak kok, kak. Kakak ini gak pegang aku sama sekali."


"Jangan bohong, Kai!"


"Aku gak bohong, tapi emang itu kenyataannya."


"Tapi kenapa feeling gue kalau dia yang nyuri."


"Gak boleh fitnah, kak. Kakak ini baik kok. Dia gak jahat."


"Gimana lo tau kalau dia baik?"


"Kak Nevan terlalu suka bergaul sama orang jahat, makanya semua orang di anggap jahat. Coba kak Nevan bergaul sama orang baik, pasti pikiran kakak baik juga. Gak kayak sekarang!"


"Jangan salahin orang mulu lo! Liontin Kaila emang gak sengaja jatuh! Jadi jangan salahin dia!" potong Dominic.


Dominic sudah tau 25 menit sejak Kaila pulang dari pesta. Dia juga mencari tahu tentang liontin Kaila yang jatuh. Dan dia juga tahu kalau Zeline memang tidak sengaja menemukan liontin itu.


"Jangan belain dia!" ujar Nevan.


"Gue gak belain dia. Gue cuma ngomong fakta!" sergah Dominic.


Nevan sudah mau berucap lagi, tapi kedatangan kedua orang tuanya membuatnya urung untuk berucap lagi.


"Ada apa ini?" tanya Papa Arav dengan Mama Kirana yang ada di sampingnya.


Kaila turun dari gendongan Nevan dan langsung memeluk kedua orang tuanya.


"Gak ada apa-apa, hanya kesalahan pahaman biasa aja." jawab Dominic.

__ADS_1


"Jangan ngadi-ngadi lo! Orang dia nyuri kok!" sarkas Nevan.


Dominic memutar bola matanya, jengah melihat Nevan yang sangat keras kepala sekali. Dia tahu kalau Nevan tidak suka Zeline karena Zeline tampak polos, tapi dia juga sudah menyelidiki tentang Zeline. Dan memang benar kalau Zeline itu gadis yang polos tidak di buat-buat. Jadi Dominic tidak akan menyalahkan, yang ada dia akan membela Zeline.


"Liontin Kaila gak sengaja jatuh, Pa. Kaila gak tau kalau liontin Kaila jatuh, terus kakak ini mengembalikan liontin Kaila." jelas Kaila dengan nada polosnya.


Arav mengusap kepala anak bungsunya itu dan tersenyum. Dia tahu kalau Kaila tidak suka dengan Nevan yang terus menyalahkan Zeline.


"Nevan, Dominic, lebih baik kalian kembali ke urusan kalian masing-masing. Untuk masalah ini biar Papa sama Mama yang urus. Dan kamu Nevan, jangan menyalahkan orang kalau gak ada bukti." ujar Kirana.


"Terserah." jawab Nevan dan langsung meninggalkan mereka semua.


"Dasar orang gak waras!" cibir Dominic.


"Gak waras gitu kakak kamu itu." jawab Arav.


"Hmm."


Dominic pun pergi meninggalkan mereka berempat dan menyelesaikan urusannya yang tertunda gara-gara menjemput Kaila.


Arav dan Kirana tersenyum ke arah Zeline, Zeline tersenyum kikuk saat melihat Arav dan Kirana tersenyum ke arahnya. Kirana menyuruh Kaila untuk mengganti pakaiannya, Kaila pun mengangguk dan pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Kita bicara di ruangan saya ya." ujar Arav yang langsung pergi meninggalkan Zeline sendirian.


Zeline mengikuti Arav dari belakang dengan Kirana yang ada di depannya. Zeline sudah duduk di hadapan kedua orang yang sangat berkuasa di negeri ini tetapi mereka tidak sombong.


"Baik, nama kamu Zeline bukan?" tanya Kirana dan Zeline hanya mengangguk sebagai jawaban. "Pertama-tama tante minta maaf atas nama anak tante Nevan yang sudah menuduh kamu yang tidak-tidak." lanjutnya.


Ha? Apa? Gak salah dengar gue? Tadi bilang apa dia? Tante? Maaf? Gila! Yang bener aja?! Papa sama Mamanya baik, kenapa anaknya kayak preman ya. batin Zeline sedikit terkejut dengan apa yang di ucapkan Kirana.


"Iya, tidak apa-apa." jawab Zeline.


"Kamu pasti memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Nevan. Sebenarnya Nevan bukan orang yang seperti kamu lihat tadi. Dia sangat lebih waspada sama kamu, tante tahu apa penyebabnya. Tapi Nevan salah sangka dan salah paham, jadi Tante minta maaf untuk hal ini." ujarnya lagi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2