CEO Tampan Vs Pramugari Cantik

CEO Tampan Vs Pramugari Cantik
Flashback Nevan dan Zeline ( Part 3 )


__ADS_3

"Sa-saya gak tau apa-apa. Sa-saya datang kesini tiba-tiba aja udah dengar suara dia." jelas Zeline.


"Jangan salahin dia, kak. Aku yang ngikutin dia tadi. Dia juga gak ngapa-ngapain aku kok."


Kaila membela Zeline agar Nevan tidak menyalahkan Zeline. Karena memang kenyataannya Zeline tidak bersalah bukan?


"Terserah! Ayo kita pulang."


Akhirnya Nevan dan Kaila pergi dari balkon meninggalkan Zeline berdiri sendirian disana, tanpa pamit.


Oh, jadi namanya Nevan sama Dominic. Gue pernah dengar nama itu, tapi dimana dan kapan ya? Gue kenapa sih pikun amat jadi cewek? Kalau kayak gini kan gue jadi bingung sendiri. Emang apa pentingnya juga sih? Gak penting banget. batin Zeline.


Zeline sangat bodo amat dengan hal di sekitarnya. Tidak peduli bahaya atau tidak, karena di belakangnya ada ke empat kakaknya, jadi dia tidak terlalu khawatir dan tidak peduli dengan hal yang ada di sekitarnya.


Zeline melangkahkan kakinya dan ingin menuju ke ruang utama lagi. Tapi dia berhenti saat dia merasakan kalau dia sedang menginjak sesuatu. Zeline melihat ke bawah dan menemukan sebuah liontin. Zeline mengambil liontin itu dan mengamati dengan seksama. Dia merasa kalau liontin ini berlambang tentang marga keluarga. Karena penasaran, akhirnya dia memfoto dan mencari tentang liontin itu di internet. Betapa terkejutnya dia saat melihat bacaan yang ada di internet tersebut. Karena masih belum yakin dengan liontin itu, dia mencari fotonya. Seketika dia lemas saat dia menyadari bahwa lambang liontin itu adalah lambang keluarga Leonardus. Yang Zeline sesali lagi adalah, ternyata Nevan termasuk dalam keluarga Leonardus.


Gue harus gimana ini? Masa iya gue kembali'in ke orangnya langsung? Kan udah pulang. Gue titipin papa aja ya? Kan papa rekan bisnisnya. Iya gue titipin papa aja. batin Zeline.


Zeline akhirnya menemui papanya dan meminta untuk mengembalikan liontin itu kepada pemiliknya. Tapi sayangnya papanya menolak dengan tegas. Dia bukannya tidak mau membantu? Zeline untuk mengembalikan liontin itu, tapi keluarga Leonardus tidak suka jika barang mereka di titip-titipkan. Siapapun yang menemukan barang milik keluarga Leonardus harus di kembalikan dengan orang yang sama saat menemui barang tersebut. Karena mereka juga akan memberikan sebuah hadiah.


"Lebih baik besok kamu kembalikan saja langsung ke orangnya. Papa gak mau kalau bohong dengan keluarga Leonardus. Papa masih ada tugas untuk membahagiakan kamu."


Itulah kata-kata yang di ucapkan oleh papa Zeline.


***

__ADS_1


Akhirnya siang ini setelah pesta ulang tahunnya, dengan penuh keterpaksaan Zeline mengembalikan liontin itu sendirian. Dia langsung datang kesini naik taksi sehabis pulang dari kampus. Dia memandangi gerbang besar yang ada di depannya ini dengan sangat takjub.


Gila! Ini gede banget! Bahkan 4 kali lipat lebih gede dari gerbang rumah gue. batin Zeline.


Baru saja dia mau mengetuk pintu gerbang yang ada di depannya, tiba-tiba pria bertubuh tegap dan tinggi muncul.


"Ada yang bisa saya bantu? Apakah anda tersesat?" tanya pria tersebut tak lain adalah penjaga keluarga Leonardus.


"Emmm... itu... maksud kedatangan saya kesini adalah untuk mengembalikan ini." jawab Zeline sambil menunjukkan liontin itu.


"Apa nona tahu liontin ini milik siapa?"


Ya gue tau lah! Kalau gue gak tau gak mungkin juga gue sampek sini! Gimana sih ni orang! batin Zeline kesal sendiri.


"Iya. Ini adalah liontin keluarga Leonardus. Keluarga yang sangat kaya dan termasuk keluarga jajaran kelas paling atas. Dan saya mau mengembalikan ini karena ini adalah milik keluarga Leonardus. Oleh sebab itu kenapa saya datang kesini." Zeline kesal sendiri melihat pria yang ada di depannya ini.


"Silahkan tunggu disini, nona. Tuan muda akan segera datang dan mengurus ini semua."


Setelah mengucapkan itu lelaki tersebut pergi meninggalkan Zeline sendirian. Zeline duduk sambil mengamati benda yang ada di sekitarnya.


Ini pasti barangnya mahal-mahal! Gila! Baru kali ini gue masuk ke rumah yang mewah kayak gini. batin Zeline mengagumi rumah keluarga Leonardus.


Semua orang pasti akan beranggapan sama dengan Zeline. Siapapun yang memasuki rumah keluarga Leonardus pasti akan tercengang dengan semua isinya.


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah Zeline. Ya, itu Nevan. Nevan langsung duduk sofa single di depan Zeline.

__ADS_1


"Lo lagi ternyata. Cewek polos yang hatinya kayak iblis!" ujar Nevan.


Hah? Kayak iblis? Udah gila ya dia! Kenal aja kagak, kok bisa-bisanya dia bilang kalau gue iblis?! batin Zeline kesal.


"Mau apa lo datang kesini?!" tanya Nevan dengan nada ketusnya.


Zeline meletakkan liontin itu di meja dengan sangat hati-hati.


"Ini punya adek lo kan? Kemarin gue gak sengaja nemuin ini. Jadi maksud kedatangan gue kesini adalah buat ngembaliin ini." ujar Zeline tanpa berbahasa formal sama sekali. Dia sangat kesal sekali dengan pria yang ada di depannya ini.


"Bilang aja kalau lo nyuri liontin itu!" tuduh Nevan.


"Heh! Kalau ngomong itu di jaga ya! Gue kan udah bilang kalau gue gak sengaja nemuin liontin ini! Gak usah fitnah lo!" habis sudah kesabaran Zeline.


"Mana ada maling ngaku. Yang ada kalau maling ngaku penjara penuh. Dan gue yakin kok kalau lo nyuri liontin ini."


"Lo punya bukti apa nuduh gue kayak gitu hah?!"


"CCTV. Kita bisa lihat CCTV, gak mungkin juga di pesta lo waktu itu gak ada CCTV."


Zeline mengepalkan tangannya sangat kuat. Dia sangat geram sekali melihat pria yang ada di depannya ini.


"Lo dengar ya omongan gue baik-baik!" ujar Zeline sambil menunjuk Nevan. Berani sekali dia. "Gue itu gak nyuri, gue juga gak sengaja nemuin liontin itu! Gue datang kesini itu baik-baik ya! Jangan mentang-mentang lo orang paling kaya dan termasuk keluarga jajaran kelas paling atas, lo jadi sombong dan suka nuduh orang seenaknya! Gue itu jujur dengan hal ini!" lanjut Zeline dengan penuh amarah.


Terlihat dari wajah dan gaya bicaranya kalau dia masih sangat polos secara ori. Dia gak polos di buat-buat juga. Pakaian yang hampir sama kayak adek gue yang imut itu, bahkan ini bisa di bilang bukan kayak lagi, tapi emang. Ah... iya... kemana adek gue itu? Harusnya dia udah pulang jam segini, kok ini belum pulang ya? Padahal gue pengen banget nyium pipinya yang gembul itu. batin Nevan

__ADS_1


Meskipun Nevan terlihat sangat acuh kepada Kaila, tapi sebenarnya dia sangat menyayangi Kaila. Apalagi sepertinya adiknya itu akan menjadi gadis polos yang tidak tahu apa-apa tentang dunia luar. Nevan dan Dominic pun juga sudah siap siaga dengan Kaila sejak kecil. Begitu sangat besar kasih sayang mereka berdua kepada Kaila.


Bersambung......


__ADS_2