Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Tamu


__ADS_3

"Lagian juga badan gue gak segede kingkong, malahan badan gue tuh ideal, pas banget ditambah sama muka gue yang aduhai ini" lanjutnya dengan kepedean tingkat dewa.


"Pede amat mas" sindir Alvina.


Rifki yang mendengar sindiran yang di lontarkan Alvina hanya mendengus sebal.


"Emang bener juga, badan gue kan emang ideal" ujar Rifki.


"Idih ideal dari mana nya coba?" tanya Alvina menatap Rifki dari atas sampai bawah.


Sarah yang mendengar perdebatan antara dua anak remaja di hadapan nya itu, segera angkat bicara bermaksud menengahi sebelum Rifki kembali menjawab ucapan Alvina.


"Udah-udah kalian ini berantem mulu perasaan, mending kita makan aja yuk tante udah laper nih" ucapnya.


"Aduh tan maaf banget ya, soalnya Alvina gak bisa ikut makan, Alvina mau buru-buru ke cafe tan" ujar Alvina mencari alasan, tapi memang benar sih, tadi ia berniat untuk pergi ke cafe tempat nya bekerja, tapi tidak buru-buru seperti yang dikatakan nya pada Sarah.


Sarah yang mendengar alasan yang dilontarkan Alvina menghembuskan nafas kecewa.


"Emang nya kamu kerja di cafe mana sih?" tanya Sarah.


"Di cafe Asmara tan" jawab Alvina.


"Oh cafe Asmara, ya udah deh kalo gitu gak papa, tapi kalo lain kali bisa kan?" ujar Sarah.


"Aku usahain ya tan" jawab Alvina.


"Kalo gitu aku pergi duluan ya tan" lanjutnya.


"Perlu dianterin gak?" tawar Sarah.


"Gak usah tan, aku bisa naik taksi aja" tolak Alvina, karena memang tadi ia sempat memesan taksi online sebelum Sarah memeluknya.


"Bener nih" tanya nya memastikan.


"Iya tan" jawab Alvina


"Alvina duluan ya tan" pamitnya lagi.


"Iya hati-hati ya" jawab Sarah.


Alvina hanya membalas ucapan Sarah dengan senyuman nya dan segera berjalan ke arah gerbang sekolah dengan membawa tas ransel besarnya.


Setelah kepergian Alvina dari hadapan Sarah dan Rifki, Rifki segera menatap Sarah dengan bibir dimajukan.


"Kenapa tuh bibir?, mau di pake-in lipstik?" tanya Sarah menatap anaknya heran.


"Ish mamah gak peka banget sih, padahal tadi harus nya mamah tuh paksa Alvina buat makan bareng kita" kesal Rifki.


Sarah yang mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Rifki, tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Udah mending kita pulang yuk, ntar sore kita makan-makan di luar, ajakin juga temen-temen kamu yang tiga itu" ujar Sarah.


"Issh, au ah mamah mah gak ngerti perasaan Rifki" kesal Rifki sambil berjalan menuju mobil mereka.


Walaupun begitu, tetap saja ia menghubungi ketiga teman-temannya untuk makan di luar seperti yang diucapkan oleh Sarah tadi.


Sarah yang mendengar ucapan Rifki tersenyum lebar, sepertinya anak semata wayangnya itu sudah jatuh cinta kepada gadis yang bernama Alvina, pikirnya.


Sarah juga sudah pasti setuju jika Rifki berpacaran dengan Alvina, sejak pertama kali bertemu dengan Alvina, ia sudah tertarik dengan gadis itu. Sifat nya sangat jauh berbeda dengan gadis yang dipacari oleh anaknya.


'Semoga Alvina bisa ngehilangin sifat Rifki yang sering gonta-ganti pasangan' batin nya.


Sarah segera berjalan menyusul Rifki yang sudah berada di dalam mobil dan sedang sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang sedang di lakukan Rifki pada ponsel nya itu, ia pun tak tau.


****


Alvina baru saja sampai di depan rumah nya dengan diantar oleh taksi online yang ia pesan tadi. Setelah membayar ongkos taksi secara cash, ia segera turun dengan membawa tas ransel nya ke depan pintu rumah.


Alvina mengeluarkan kunci dari dalam saku celana nya dan membuka pintu rumah. Ia segera masuk ke dalam rumah nya dan berjalan menuju kamar untuk meletakkan tasnya.


Setelah selesai menyimpan tas ransel nya, Alvina mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri nya.


Selesai dengan urusan kamar mandi, ia segera berjalan keluar menghampiri motor nya yang terparkir di dalam garasi. Sudah lama rasanya ia tidak mengendarai motor kesayangan nya itu.


Alvina segera mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi menuju cafe tempat nya bekerja.


Saat sudah sampai ternyata sudah ada yang menunggu nya di tempat parkiran. Ia segera membuka helmnya dan menatap orang tersebut dengan kening berkerut seolah bertanya ada apa?.


"Emang kenapa sih, sampe nungguin gue di tempat parkiran segala" tanya Alvina.


"Tadi tuh ada yang mesen meja sama cafe kita" jawab nya.


"Terus hubungan nya sama gue paan?" tanya Alvina lagi.


"Justru itu, tamu nya minta buat dilayanin sama lo, dan gak boleh yang lain. Kalo sampe di ganti sama pelayan yang lain, dia bakal batal pesen" jelas atasan Alvina yang bernama Rizky.


"Cewek atau cowok kak?" tanya Alvina.


"Dua-duanya" jawab Rizky.


Mendengar Jawaban dari sang atasan, Alvina menjadi semakin bingung.


"Banci?" akhirnya pertanyaan itu lolos dari bibir Alvina.


Rizky yang mendengar pertanyaan dari Alvina seketika tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha... bukan Alvina, ihh lo polos apa gimana sih?" ujar Rizky disela-sela tawa nya.


"Terus gimana?, kalo ngomong tuh beresin yang bener, ini mah malah setengah-setengah" gerutu Alvina.

__ADS_1


"Tamu nya tuh, ada cewek ada juga cewek nya" jawab Rizky.


"Oh.. gitu kek dari tadi" ujar Alvina.


"Gimana?, lo siap kan kalo ngelayanin tamu nya sendirian" tanya Rizky.


"Oke" jawab Alvina.


"Ya udah sana lo ganti baju dulu, tamu nya dateng jam empat sore jadi masih ada waktu dua jam buat lo istirahat"


"Hmm" jawab Alvina.


Alvina segera masuk ke dalam cafe dan mengganti bajunya dengan seragam cafe.


Setelah selesai mengganti baju nya, ia segera melayani tamu yang lain. Walaupun ia disuruh untuk istirahat tapi ia tidak mau bermalas-malasan dalam bekerja.


Tak terasa, kini jam sudah menunjukkan pukul empat kurang lima menit. Itu artinya tamu yang akan dilayani oleh Alvina akan datang lima menit lagi.


"Alvina... tamunya udah dateng tuh, sana urusin tamunya" perintah Rizky.


"Katanya tadi jam empat sore" protes Alvina.


"Lah ini kan udah jam empat" jawab Rizky keheranan.


"Belum lah, ini masih kurang tiga menit" ujar Alvina.


"Ja ilah si Alvina ngelawak nih kayaknya, cuman tiga menit doang di permasalahin" ucap Rizky.


"Kan harus disiplin kak" ujar Alvina.


"Udah ah sono lo, di tungguin mereka tuh" kesal Rizky.


"Iya iya" jawab Alvina.


Alvina segera mengambil minuman yang sudah di siapkan nya tadi ke dalam nampan, lalu membawanya ke dalam ruangan yang ditempati oleh tamu yang ingin dilayani oleh nya.


Ia jadi penasaran, sebenarnya siapa yang ingin di layani oleh nya.


Saat ia berada di depan pintu masuk, ia segera mengetuk pintunya.


Tok tok tok..


"Masuk" jawab orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Setelah di persilahkan untuk masuk, Alvina segera membuka pintu dengan satu tangan, dan satu tangan lainnya ia gunakan untuk memegang nampan berisikan minuman.


Saat pintu telah terbuka dengan sempurna, Alvina melangkahkan kakinya menuju meja bundar yang dikelilingi oleh orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga" ucap seseorang.

__ADS_1


Alvina yang mendengar ucapan orang tersebut seketika merasa jika ia pernah mendengar suara tersebut.


Ia mendongakkan kepalanya menatap sumber suara, ia terkejut saat melihat orang yang dikenal nya sedang menatapnya dengan senyuman.


__ADS_2