Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Memilih Pergi


__ADS_3

"Jadi... Kamu mau kan ikut kakak ke Amerika dan tinggal di sana?" Tanya Arsha.


Alvina terdiam, ia berpikir bahwa tidak ada salah nya jika ia ikut ke Amerika dan menetap di sana. Namun yang jadi pikiran nya saat ini adalah Sekolah dan Sahabat nya.


"Soal sekolah kamu tenang aja, kakak bakal daftarin kamu di sekolah kakak dulu" ucap Arsha tiba-tiba, seakan tau apa yang tengah di pikirkan oleh adik nya itu.


Alvina menatap Arsha kemudian mengangguk.


"Aku mau ikut ke sana, tapi temen aku gimana?" Tanya Alvina.


"Cewek cerewet itu?" Tanya Arsha.


Alvina yang dapat menebak orang yang di tuju Atsha adalah Citra segera mengangguk mengiyakan.


"Kamu bisa berkunjung ke Indonesia kalo lagi kangen sama temen cerewet kamu itu" jawab Arsha.


"Emang boleh? ongkos dari Amerika ke Indonesia pasti mahal loh" tanya Alvina.


"Ya ampun.. keluarga Najendra gak semiskin itu sampai gak bisa bayar ongkos bolak-balik Amerika Indonesia. Apalagi sekarang keluarga Najendra cuman kita berdua sama adik nya Daddy" jawab Arsha.


Alvina tampak mengangguk mengerti.


"Kita berangkat jam sebelas hari ini ya? Kakak masih ada kerjaan di sana" ajak Arsha.


"Jam sebelas? Berarti tinggal dua jam setengah dong" ujar Alvina kaget.


"Iya.. kamu gak perlu bawa apa-apa dari sini, semua nya udah kakak siapin di rumah kita" ujar Arsha.


Alvina diam tak menanggapi. Ia hanya menunduk sambil memainkan jari nya yang saling bertaut.


"Kakak harus pergi dulu, kamu siap-siap ya, nanti kakak jemput jam sebelas" pamit Arsha.


"Iya" jawab Alvina singkat.


Usai kepergian Arsha dari rumah nya, Alvina menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan.


"Gue seneng bisa tau asal-usul diri gue sendiri, tapi gue sedih kalo harus ninggalin sahabat yang selalu ada di sisi gue" gumam Alvina.


Ia nenghela nafas nya dan beranjak menuju kamar.


Ia tampak mengedarkan pandangan nya ke sekeliling kamar. Ia duduk di meja belajar dan mengambil buku catatan untuk menulis sesuatu untuk sang sahabat.


.


.

__ADS_1


Jarum jam telah menunjukkan angka sebelas. Alvina telah siap dengan setelan andalan nya yaitu celana jeans hitam, kaos putih polos dan di padukan dengan kemeja hitam. Tak seperti biasa nya, ia yang selalu mengikat rambut nya, kini tampak membiarkan rambut nya tergerai bebas.


Tok tok tok.


Sedang asyik memainkan ponsel nya, ia di kejutkan dengan suara ketukan pintu.


Saat membuka pintu, Arsha telah berdiri di depan pintu. Ia tampak merekah kan senyum nya saat melihat Alvina sudah siap berangkat.


"Berangkat sekarang?" Tanya Alvina.


"Iya" jawab Arsha.


Mereka akhirnya berangkat dengan menggunakan taksi yang sudah di pesan oleh Arsha.


Sebelum berangkat, Alvina tampak memandangi rumah yang selama ini menjadi tempat nya berteduh dengan pandangan buram karena terhalang oleh air mata yang tergenang.


"Kamu masih bisa nginep di sini. Kakak juga bakalan ikut kalau kamu main di sini" ucap Arsha menenangkan.


Alvina menoleh, ia masuk ke dalam mobil dan diikuti oleh Arsha.


Selama perjalanan menuju bandara, Alvina menyandarkan kepala nya di bahu Arsha yang kokoh.


Sesampainya di bandara, ia segera memasuki pesawat.


"Tidur aja, perut kamu juga masih belum sembuh sepenuh nya kan?" Ucap Arsha saat pesawat sudah lepas landas.


.


.


.


Saat pesawat sudah mendarat, Arsha yang merasa tak tega untuk membangunkan adik nya itu akhir nya memutuskan untuk menggendong nya menuju mobil yang di bawa oleh sopir pribadi nya.


Sesampainya mereka di sebuah rumah mewah berlantai tiga, Alvina terbangun.


"Kenapa bangun?" Tanya Arsha.


"Ini rumah kita?" Alvina justru balik bertanya pada Arsha sambil memandang rumah di depannya.


Ia segera keluar dari mobil di ikuti oleh Arsha dari belakang.


"Iya.. ini rumah kita berdua" jawab Arsha.


"Kita masuk yuk" ajak Arsha.

__ADS_1


Alvina mengangguk dengan semangat. Sejenak ia melupakan kesedihan nya.


-•°•°•°•°•°•°•-


Berbeda dengan Alvina yang tengah menikmati waktu nya dengan Arsha.


Kini Citra baru saja pulang, ia pulang terlambat karena harus mengikuti ekstrakurikuler yang ada di sekolah.


Ia membuka pintu dengan lemas, ia heran karena suasana rumah Alvina tampak sepi, tidak seperti biasa nya yang selalu ada suara dari arah dapur yang menyambut nya saat pulang.


Ia memasuki kamar, kening nya mengernyit heran saat mendapati kamar dalam keadaan kosong.


"ALVINA! LO DI MANA?" akhirnya Citra memutuskan berteriak memanggil Alvina saat tidak menemukan Alvina di seluruh ruangan.


Namun usaha nya sia-sia karena tidak mendapat jawaban dari orang yang tengah ia cari saat ini.


Ia kembali ke kamar Alvina, saat mata nya beredar tak sengaja ia menemukan selembar kertas yang tergeletak begitu saja di atas meja belajar.


Citra segera menghampiri meja dan mengambil kertas tersebut.


Ia duduk di atas kasur sambil membaca setiap kata yang tertuang dalam kertas bergaris tersebut.


Saat pertama melihat nya, ia bisa mengetahui siapa yang sudah membuat surat singkat tersebut.


Tinta merah yang ada di ayas kertas tersebut tampak rapi. Namun di satu titik tertentu, ada tinta yang terhapus seperti terkena tetesan air.


Citra menangis saat membaca nya, tak percaya bahwa sahabat nya akan meninggalkan nya tanpa pamit terlebih dahulu.


'*Hai Cit... Gue mau ngasih tau sama lo, kalo cowok kemaren yang nanyain gue itu tetnyata kakak kandung gue. Awal nya gue gak percaya, tapi pad dia nunjukin hasil DNA kita berdua, gue akhir nya percaya sama dia. Nama nya Arshaka Najendra. Gue bahagia banget bisa tau asal-usul gue dengan jelas, tapi di satu sisi.. gue juga sedih, karena kakak gue minta buat gue tinggal sama dia di Amerika. Dan.. gue juga mutusin buat ikut aja sama dia, karena gue juga mau ngerasain gimana rasa nya di sayang sama kakak kandung sendiri.


Makasih banyak ya Cit.. selama ini lo selalu ada di sisi gue, nemenin gue pas lagi sedih, nenangin pas gue lagi emosi, dan selalu support gue buat bisa sembuh dari penyakit gue. Sekali lagi makasih banyak sebanyak banyak nya. Mulai sekarang gue bakal tinggal di Amerika sama kakak gue. Tapi lo tenang aja, gue bakal sering ke sini lagi, gue titip motor gue. maaf karena gak bisa pamit secara langsung sama lo. Gue sayang sama lo Citra... Gue pamit... Sekali lagi makasih..


Salam Sahabat


ALVINA


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dukung terus karya author dengan cara like, komen, and Vote. Kalo suka sama ceritanya tolong sumbangkan poin dengan berbentuk hadiah ya🙃😊*


__ADS_2