Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Tidur bersama


__ADS_3

"Lo mau tidur sambil gue peluk apa lo tiduran di atas paha gue?" Tanya Rifki pada Alvina sambil menaik turun kan kedua alisnya.


"Mending gue tidur di lantai aja deh" jawab Alvina.


"Yakin lo gak mau tidur sama cowok paling ganteng kaya gue?" Tanya Rifki.


"Yakin lah, yakin banget malah" jawab Alvina lagi.


"Jangan dong Na, kalo lo tidur di lantai gue balik nih" ujar Rifki berniat mengancam.


Tapi sayang, ancaman Rifki tak berpengaruh apa pun terhadap Alvina.


Bahkan ia berucap, "balik aja sana, lagian awalnya juga kan gue udah nyuruh lo buat balik, tapi lo nya aja yang pengen nempel-nempel ke gue."


Rifki yang mendengar ucapan Alvina seketika gelagapan di buatnya.


"Ihh kok gitu sih, iya deh iya maaf, tapi Lo tidur di sofa ya sama gue" pinta Rifki memelas.


"Ogah ah" tolak Alvina.


"Ih kok ogah sih, janji gak bakal ngapa-ngapain deh" ujar Rifki mengangkat dua jari nya membentuk huruf V.


"Kalian kapan tidurnya sih, berisik tau" gerutu Riko saat ia merasa sangat terganggu karena suara ribut yang di buat oleh Alvina dan juga Rifki.


"Tidur tidur aja kali, gak usah nge-dengerin kita ngomong" balas Rifki.


"Tapi tetep kedengaran Rifki Anggara. Alvina mending lo turutin aja deh kemauan nya si Rifki, biar cepet tidur si Rifki nya" ujar Riko.


"Tuh dengerin kata babang Riko, lo tidur di sini aja" tambah Rifki dengan semangat.


"Iya deh, gue tidur di sini" final Alvina sembari mendudukkan lagi diri nya pada sofa yang di tempati nya tadi.


Seketika Rifki mengembangkan senyum nya.


Akhirnya dengan melalui berbagai drama sebelum tidur, Alvina dan Rifki tertidur dengan posisi Alvina yang tidur di atas paha Rifki, dan Rifki tidur sambil bersandar pada sandaran sofa dengan tangan yang berada di kepala Alvina.


-•°•°•°•°•°•°•-


Tiga hari kemudian.


"Alvina ntar kalo pulang sekolah kita ke rumah lo ya" ucap Citra saat mereka sudah ada di gerbang sekolah.


"Ngapain ke rumah gue?" Tanya Alvina menaikkan sebelah alisnya.


"Ya main aja sih" jawab Citra.


"Boleh-boleh aja" Alvina menyetujui.


"Serius boleh?" Tanya Citra berbinar-binar.


Alvina hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Ya udah, sekarang kita masuk ke kelas yuk" ajak Citra.


Mereka kemudian berjalan menuju kelas mereka.


Saat di perjalanan menuju kelas, Alvina melihat Citra yang sedari tadi senyam-senyum sendiri sambil memainkan ponsel nya.


"Jadi gak sabar pengen pulang sekolah deh" ujar Citra sambil memasukkan ponselnya pada tas yang di bawa nya.


"Baru juga masuk gerbang udah pengen keluar aja" gumam Alvina.


Walaupun Alvina hanya bergumam, namun Cita masih bisa mendengar nya walau samar. Citra hanya tersenyum memperhatikan barisan gigi nya yang rapi sambil terus berjalan.

__ADS_1


.


.


.


Triing..


Triing..


Triing..


Bel pulang sekolah sudah berbunyi pertanda bahwa jam pelajaran telah usai.


Kelas Alvina nampak riuh saat mendengar bel berbunyi, bahkan mereka tidak memperdulikan guru yang masih ada di sana dan sedang berdiri menatap para muridnya yang sedang bersiap pulang.


Rifki dan sahabat nya pun nampak sedang bersiap-siap sambil mengobrol.


"Mau pulang bareng gak?" Tanya Rifki pada Alvina.


"Aku bawa motor" jawab Alvina.


"Oh ya udah kalo gitu hati-hati ya, aku pulang duluan, soalnya lagi ada urusan" pamit Rifki.


Dua hari yang lalu saat Cita dan Angga pulang dari rumah sakit, di perjalanan pulang Rifki memang meminta untuk mengubah panggilan mereka yang awalnya lo gue menjadi aku kamu.


Alvina pun menyetujuinya setelah Rifki membujuknya dengan berbagai cara.


"Aduh udah deh jangan tebar kebucinan di sini, gak tau apa kita-kita pada Jomblo" gerutu Riko.


"Ganggu aja" ujar Rifki.


"Katanya tadi mau pulang, gak usah di dengerin omongan si Riko mah" ingat Alvina.


"Bener banget. Ya udah deh ya aku pulang dulu" ujar Rifki sambil tersenyum dan mengacak rambut Alvina pelan. Kemudian berjalan menuju parkiran untuk pulang.


"Rifki tumben gak nganterin lo?" Tanya Citra.


"Mungkin lagi ada urusan yang penting, lagian kan dia juga gak harus selalu nganterin gue" jawab Alvina perhatian.


"Aduh perhatian banget sih sama pacarnya" goda Citra.


"Udah deh kalian juga mending pulang sana" Alvina mengusir para sahabat-sahabat Rifki.


"Ngusir nih ceritanya?" Tanya Riko.


"Kalo iya emang nya kenapa?" Balas Alvina.


"Kalo gak ada pawang nya langsung jadi macan betina dah" ujar Boy.


Alvina yang mendengar perkataan Boy hanya memutar bola matanya malas.


"Pulang yuk" ajak Angga pada sahabat nya saat ia menerima pesan dari Rifki dan meminta nya untuk bertemu di sebuah mall, dengan catatan tidak boleh memberitahu Alvina.


"Hah.. ya udah deh kita pulang" Riko membuang nafas panjang dan menyetujui ajakan Angga.


"Yuk Boy, gue ikut sama lo lagi ya" pinta Riko, karena memang tadi saat berangkat sekolah, Riko berangkat bersama Boy karena motor nya lagi mogok.


Boy hanya memutar bola matanya malas mendengar permintaan Riko. Karena jika tidak di beri ijin juga Riko sudah pasti akan menaiki motor nya tanpa di suruh.


Kemudian Angga, Boy dan Riko pergi menuju parkiran dan pulang, atau lebih tepatnya menemui Rifki.


Setelah kepergian para sahabat Rifki, kini hanya tinggal Alvina dan Citra yang masih berdiri di depan pintu kelas.

__ADS_1


"Lo mau ke rumah gue sekarang apa mau pulang ke rumah lo dulu?" Tanya Alvina sambil berjalan mendahului Citra.


"Gue mau ke mall dulu beli sesuatu, lo mau nitip gak?" Jawab Citra sekaligus bertanya.


"Gak dulu deh" tolak Alvina.


"Kalo gitu gue pulang ya, ke rumah gue nya jangan terlalu sore" ucap Alvina.


"Siap kanjeng ratu" ucap Citra menyanggupi.


Alvina hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Citra kemudian menaiki motor nya sambil memakai helm.


Setelah motor yang dikendarai oleh Alvina sudah tidak terlihat, Citra segera bergegas menaiki mobilnya dan pergi menuju salah satu mall yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah.


.


.


.


.


Jam tiga sore, Citra sudah sampai di rumah Alvina. Ia tampak membawa paper bag yang lumayan besar di tangannya.


"Alvina!" Teriak Citra memanggil Alvina sambil mengetuk pintu dengan tidak sabaran.


Tanpa menjawab teriakan Citra, Alvina yang sedang berada di dapur melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya.


"Hai Alvina" ujar Citra tersenyum lebar.


"Bawa apa?" Tanya Alvina saat ia melihat Citra menenteng sebuah paper bag.


"Ntar lo juga bakal tau" ujar Citra.


Alvina hanya memutar bola matanya, saat mendengar Jawa Citra yang tidak sesuai dengan harapan nya.


"Gak di tawarin masuk nih tamu nya?" Tanya Citra.


"Gak di tawarin juga kalo gue masuk lo bakal masuk sendiri" jawab Alvina melenggang pergi meninggalkan Citra.


Citra yang mendengar jawaban Alvina hanya cengengesan dan mengikuti Alvina masuk ke dalam rumah.


Citra kemudian menyimpan paper bag yang di bawa oleh nya di atas sofa dan menghampiri Alvina yang berada di dapur.


"Lagi masak apa Na" tanya Citra.


"Lo bisa lihat sendiri kan kalo gue lagi masak mie" jawab Alvina.


"kan cuman basa-basi" kesal Citra.


tok.. tok.. tok..


Alvina dan Citra saling pandang saat ada yang mengetuk pintu.


"Lo dapet tamu tuh, bukain pintu nya gih, biar gue yang tuang mie nya ke mangkok" ujar Citra.


"ngomong aja lo mau nge-bagi mie nya jadi dua mangkok" sindir Alvina.


Citra hanya cengengesan mendengar sindiran Alvina.


Alvina pun bergegas menuju pintu karena sang tamu yang terus mengetuk pintu tanpa henti.


"tunggu bentar!" teriak Alvina saat sudah dekat dengan pintu yang terus di ketuk dari luar.

__ADS_1


"gak sabaran banget sih" gerutu Alvina.


klek.


__ADS_2