Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Ke ruangan kepsek


__ADS_3

Sedangkan di dalam kelas, sebelum bel masuk berbunyi, Rifki sedang duduk di samping Alvina.


Tak ada obrolan di antara mereka, yang ada hanya keheningan karena Alvina yang sedang memejamkan mata nya sambil bersandar pada Sandara kursi.


Sedari tadi Rifki terus saja melirik Alvina yang tidak berbicara pada nya, tidak seperti biasa nya, Alvina selalu bertanya apa saja yang menurut nya bisa menghilang kan keheningan saat mereka bertemu.


"Alvina.. kamu marah ya?" Seru Rifki mencoba menghilang kan keheningan.


"Hmm" Alvina hanya menjawab dengan sebuah deheman singkat.


Rifki menghela nafas nya pasrah saat Alvina menjawab nya dengan deheman.


"Jangan marah lagi ya. Ntar kita jalan-jalan berdua deh kalo misal nya kamu gak marah lagi" ujar Rifki membujuk.


Alvina membuka sebelah mata nya saat mendengar Rifki membujuk nya.


"Ntar gak jadi lagi, kayak kemaren. Gara-gara Bella gak mau di tinggal sama kamu."


"Gak bakal janji deh" ujar Rifki mengacung kan jari telunjuk dan tengah nya membentuk huruf V.


"Tapi kalo entar, aku mau jalan berdua ama Citra. Ada yang mau aku omongin sama dia" ucap Alvina menolak dengan halus.


"Mau ngomongin soal apa?" Tanya Rifki ingin tau.


"Gak boleh tau" balas Alvina.


"Kok gitu sih" Rifki mendengus kesal.


Triing...


Bel berbunyi nyaring, Rifki sontak menoleh kan kepala nya ke arah pintu masuk kelas.


"Udah bel, tapi yang lain belom pada dateng" gumam Rifki.


"Susul-in aja sana. Lagian juga kamu bukan nungguin yang lain, kamu itu lagi nungguin Bella kan?" Ujar Alvina.


Rifki menoleh kembali pada Alvina saat Alvina berbicara.

__ADS_1


"Kata siapa?" Tanya Rifki.


"Kata aku barusan, masih anget banget malah" jawab Alvina enteng.


Rifki geleng-geleng saat mendengar jawaban Alvina.


Tak lama setelah Alvina menjawab pertanyaan Rifki, Angga, Boy dan Riko masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku nya masing-masing.


"Citra ama Ara kemana?" Rifki bertanya saat sahabat nya sudah datang namun kedua gadisa lin nya belum juga menampakan batang hidung nya.


"Tadi sih pas kita balik ke kelas, mereka masih di kantin. Paling bentar lagi juga dateng" jawab Boy.


Beberapa menit kemudian, Citra tampak memasuki kelas dengan wajah yang keliatan kesal dan langsung duduk di bangku nya.


Kemudian tak lama setelah Citra masuk, Ara juga masuk ke dalam kelas dan duduk di belakang Rifki dan Alvina.


Rifki menoleh ke belakang menatap Ara kemudian berujar. "Dari mana aja?, kok baru masuk."


"Oh itu tadi bakso nya belum abis, jadi nya aku abisin dulu sambil di tungguin sama dia" jawab Ara menunjuk Citra yang kini sedang mengeluarkan buku dari dalam tas nya.


Mata Rifki mengikuti arah telunjuk Ara yang menunjuk Citra. Kemudian kembali menoleh ke arah Ara.


"Tadi di jalan ada yang nabrak dia, terus orang yang nabrak itu gak minta maaf sama dia" jawab Ara berbohong, padahal kan pas di jalan tadi tidak ada yang nabrak Citra. Ups.. keceplosan kan.


Rifki hanya mengangguk-angguk mengerti dan menoleh ke depan saat ada guru yang masuk ke kelas mereka.


"Selamat pagi menjelang siang anak-anak. Masih semangat kan belajar nya?" sapa guru yang memasuki kelas.


"Harus semangat dong bu, apalagi di kasih murid baru yang cantik kayak Bella" jawab salah satu siswa.


Guru hanya geleng-geleng kepala saat mendengar jawaban anak murid nya tersebut. Kemudian membuka buku paket yang tadi di bawa nya dan memulai pelajaran.


Semua murid tampak mengikuti pelajaran dengan semangat karena pelajaran kali ini merupakan pelajaran yang mereka sukai.


.


.

__ADS_1


.


"Citra" panggil Alvina saat Citra sedang membereskan buku-buku nya dan memasukan nya ke dalam tas ransel miliknya.


Citra segera menoleh ke arah Alvina saat mendengar namanya di panggil.


"Apa?" Tanya Citra.


"Lo bawa mobil gak?" Alvina menjawab pertanyaan Citra dengan sebuah pertanyaan.


"Enggak, emangnya kenapa?" Jawab Citra sekaligus bertanya.


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo, tapi gak di sini. Gue juga mau ke ruang kepala sekolah dulu" jawab Alvina.


"Terus hubungan nya sama mobil apaan?" Tanya Citra kesal.


"Kalo lo gak bawa mobil, lo ikut gue pake motor. Tapi lo harus nungguin gue dulu" jawab Alvina.


"Emangnya mau apaan ke pak kepsek?" Tanya Citra lagi.


"Kepo lo kayak dora" jawab Alvina.


Citra hanya memonyongkan bibirnya saat mendengar jawaban Alvina yang tidak ia harapkan.


"Lo tunggu di depan kelas aja bentar ya. Gue mau ke pak kepsek dulu" ujar Alvina kemudian pergi meninggalkan Citra.


Rifki yang sedari tadi mendengar pembicaraan Alvina dan Citra segera menghampiri Citra untuk bertanya.


"Kira-kira Alvina mau ngomongin apa ya?" Tanya Rifki.


Citra menoleh ke arah Rifki dan betapa terkejut nya ia saat melihat Rifki yang sudah berdiri di sebelah nya dengan jarak yang sangat dekat.


Citra tampak mengelus dada nya sebelum menjawab pertanyaan Rifki.


"Gue juga gak tau, biasa nya kalo Alvina kayak gitu pasti ada sesuatu yang penting atau kalo enggak mau curhat dia" jawab Citra.


"Rifki gue udah selesai beresin buku nya, kita pulang yuk" ujar Ara tiba-tiba sambil menarik tangan Rifki untuk segera keluar dari kelas.

__ADS_1


Rifki juga tidak menolak saat Ara menarik tangan nya untuk keluar, ia hanya mengikuti langkah Ara menuju parkiran sekolah.


__ADS_2