Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Pingsan


__ADS_3

Alvina tampak mengangguk sambil memijit pelipisnya yang semakin terasa berat. Dan akhirnya...


Bugh..


"ALVINA!!"


Rifki yang tidak siap saat Alvina terjatuh pun hanya bisa memanggil nama nya sembari mencoba untuk meraih tubuh Alvina yang sudah terjatuh.


"Alvina bangun hey, lo tidur apa pingsan?" tanya Rifki menggoyang kan tubuh Alvina dengan tangan nya.


Tidak kunjung mendapat kan jawaban dari Alvina membuat Rifki kembali berbicara pada Alvina yang tak sadarkan diri.


"Lo pingsan ya?, padahal kalo mau pingsan tuh bilang-bilang biar gue siap buat nangkep lo kalo jatoh" ucap Rifki.


"Berarti harus di bawa ke UKS ya. Ck, ngerepotin lo" lanjut nya.


Rifki segera membopong tubuh Alvina yang tak sadarkan diri itu menuju UKS.


"Mana berat lagi. Kalo bukan pacar gue udah gue turunin dah" gerutu Rifki.


Walaupun di iringi dengan rentetan gerutu-an, Rifki tetap membopong tubuh Alvina hingga ke ruangan UKS dan segera meletakkan Alvina di atas brangkar.


"Akhirnya sampai juga, gak nyangka gue, badan nya kecil tapi berat nyaaa. Untung gak seberat dosa nya di Boy" ucap Rifki ketika sudah menurunkan tubuh Alvina di atas brangkar.


"Rifki Rifki, kamu itu sama pacar aja kayak gitu, apalagi sama orang lain" ujar Bu Rina selaku dokter yang berjaga di UKS tersebut.


"Eh ada ibu, saya kira belom ada di sini" ucap Rifki menggaruk kepala bagian belakang nya dengan di sertai dengan cengengesan.


Bu Rina yang mendengar ucapan Rifki hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kenapa bisa sampe pingsan gini Ki?" tanya bu Rina seraya mulai memeriksa Alvina.


"Tadi kita kena hukuman, hukuman nya disuruh berdiri di tengah lapangan. Pas saya liat muka dia, udah pucet muka nya bu. Terus dia pingsan deh" jelas Rifki.


"Dia lagi menstruasi gak?" tanya bu Rina.


"Kayak nya sih iya bu" jawab Rifki.


"Kok kayak nya sih. Katanya pacar tapi gak tau..." Ujar bu Rina.


"Kan dia nya gak cerita bu" elak Rifki.


"Harus nya kamu tuh peka dong jadi cowok"


"Iya deh, cewek mah selalu bener"


Bu Rina yang mendengar ucapan Rifki hanya bisa geleng-geleng kepala sembari tersenyum.


"Bentar lagi dia juga sadar, ntar kalo udah sadar di kasih minum air hangat ya" ujar Bu Rina.

__ADS_1


"Emangnya kenapa kalo di kasih air dingin bu?" tanya Rifki.


"Kalo lagi datang bulan itu gak boleh minum air dingin atau es, gak boleh minum kopi juga" jelas bu Rina.


"Oh gitu ya" ucap Rifki mengangguk-angguk.


"Massa cowok yang di cap sebagai playboy gak tau kayak gini-an sih" ucap bu Rina.


"Ibu keruangan ibu dulu ya" lanjut nya.


"Iya bu" jawab Rifki.


Setelah mendapat kan jawaban dari Rifki, bu Rina segera bergegas pergi menuju ruangan nya dan meninggal kan Rifki yang masih menatap Alvina yang belum sadarkan diri.


-•°•°•°•°•°•°•-


Beberapa menit telah berlalu, Rifki masih setia menunggu Alvina yang tak kunjung sadar dari pingsan nya sembari memainkan ponsel.


Namun kegiatan nya terhenti ketika telinga nya menangkap satu suara lirih yang sangat ia kenali memanggil nama nya.


"Rifki" ucap Alvina lirih.


Rifki yang sedari tadi fokus pada ponsel nya mengalihkan pandangan nya ke arah Alvina yang mencoba untuk duduk.


"Alvina, lo udah sadar?" tanya Rifki sembari membantu Alvina duduk.


"Iya juga ya" gumam Rifki menggaruk tengkuk nya.


"Bukan nya ngambil-in minum malah nanya-nanya" gerutu Alvina.


"Lo haus?, ngomong dong kalo haus" ujar Rifki.


"Dasar gak peka. Cewek aja banyak, tapi gak peka ama cewek" gerutu Alvina.


"Gak ada hubungan nya ogheb, nih minum" ujar Rifki sambil mengambil air hangat dan memberikan nya kepada Alvina.


"Ih kok anget sih, gue mau yang dingin buar seger" protes Alvina ketika menerima gelas dari Rifki dan merasakan kalau air di dalam nya hangat.


"Lo lagi datang bulan kan?" tanya Rifki menghiraukan protes-an Alvina.


"Iya emang nya kenapa?"


"Kata bu Rina lo gak boleh minum air dingin apa lagi kopi, massa lo gak tau sih lo kan cewek"


"Gue tau tapi biasa nya juga kan gue kalo datang bulan suka minum es gak papa kok"


"Gue gak tau, pokok nya lo gak boleh minum es apalagi kopi"


"Nyebelin!"

__ADS_1


"Bodo"


"Ya udah lah, capek gue ngomong sama lo"


Rifki yang mendengar ucapan Alvina hanya tersenyum sambil melihat Alvina yang tengah meminum air yang si berikan nya tadi.


"Nih"ujar Alvina menyodorkan gelas kepada Rifki.


Rifki segera menerima nya dan menyimpan nya di atas meja yang berada di sisi brangkar.


"Gua mau ke kelas" ucap Alvina.


"Lo masih harus istirahat Na"


"Tapi gue bosen kalo harus terus duduk di sini"ucap Alvina memelas.


"Ya ya ya ya" lanjut nya.


Melihat wajah Alvina yang menampilkan ekspresi memelas membuat Rifki menjadi tidak tega.


"Gak usah di gitu-gitu-in tuh muka, gak cocok sumpah" ujar Rifki.


Alvina yang mendengar itu hanya mengerucut kan bibir nya.


"Ya udah deh ayok kita ke kelas, tapi kalo lo ngerasa masih pusing lo bilang sama gue ya"


"Ya udah ayok" ajak Alvina dengan semangat empat lima.


Alvina mencoba untuk turun dari brangkar secara perlahan.


Rifki hanya memperhatikan Alvina yang masih berusaha untuk turun dari brangkar nya.


Namun akibat terlalu semangat, Alvina hampir terjatuh kalau saja tidak ada Rifki yang dengan sigap menangkap tubuh Alvina.


"Kalo butuh bantuan itu ngomong" ujar Rifki.


Alvina hanya menjawab nya dengan deheman saja.


"Ya udah ayok, kalo lama-lama di sini ntar kita telat lagi terus dapet hukuman lagi kan gak lucu" ujar Alvina.


"Ya udah ayok"


"Perasaan banyak ayok nya tapi kagak berangkat-berangkat"


"Sekarang mah beneran ayok jalan"


"Hmm"


-•°•°•°•°•°•°•-

__ADS_1


__ADS_2