Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Operasi?


__ADS_3

Setelah dua pulih menit menunggu kedatangan Alvina di depan kelas. Akhirnya Citra melihat Alvina berjalan menghampiri nya.


"Lama banget sih, bosen gue nungguin lo" protes Citra saat Alvina sudah berdiri di depan nya.


"Sorry.. pak kepsek nya susah di ajak kompromi" balas Alvina meminta maaf.


"Berangkat sekarang apa mau pulang terus ganti baju dulu?" Tanya Alvina.


"Langsung aja lah, gue udah penasaran pengen denger lo mau ngomong apa" jawab Citra.


"Ya udah kalo gitu" Alvina menyetujui.


"Emang nya lo bawa helm dua?" Tanya Citra sambil mengikuti Alvina yang sudah berjalan menuju parkiran.


"Bawa" jawab Alvina.


Saat sudah sampai di parkiran yang hanya terisi oleh motor nya saja karena yang lain sudah pulang sedari tadi, Alvina segera menghampiri motor nya dan mengambil satu helm lalu memberi kan nya pada Citra.


"Nih" ujar Alvina menyodorkan helm.


"Kayak nya udah di persiapkan dari kemaren nih" celetuk Citra sambil memakai helm yang di berikan Alvina.


"Emang" balas Alvina.


"Yuk naik" ajak Alvina setelah ia selesai memakai helm dan menaiki motor nya.


Citra segera naik ke atas motor Alvina. Alvina langsung saja melaju kan motor nya menuju salah satu cafe yang sering mereka kunjungi.


Usai beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya Alvina dan Citra sudah sampai di sebuah cafe yang terlihat sederhana namun elegan.


Mereka langsung turun dari motor dan masuk ke dalam Cafe.


"Mbak!" Alvina memanggil salah satu pelayan untuk memesan makanan atau pun sekedar minuman.


Pelayan cafe tersebut menghampiri mereka dengan sebuah memo berukuran kecil di tangan nya.


"Apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan tersebut saat sudah sampai di depan meja mereka.


" Saya mau pesan Cappucino nya satu" jawab Alvina kemudian menatap Citra seolah bertanya mau pesan apa.


Citra yang mengerti arti tatapan Alvina segera menjawab. "Jus lemon" jawab Citra.


"Cappucino satu, sama jus lemon nya satu?" Ujar pelayan tadi memastikan.


Alvina menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.


"Di tunggu sebentar ya ka" pinta pelayan tersebut kemudian pergi untuk membuat kan pesanan mereka.


"Sebenernya lo mau ngomong apaan sih?" Tanya Citra penasaran.


"Sebenernya sih ini tentang penyakit gue" jawab Alvina.

__ADS_1


"Kenapa emang nya?, Kambuh lagi? Apa obat nya abis?" Citra memberondong Alvina dengan sederet pertanyaan beruntun.


"Satu-satu kalo nanya" Alvina menatap Citra jengah.


"Sebenernya sih.. penyakit gue udah lumayan lama gak kambuh lagi, cuman.. gue mau nyoba buat ngilangin penyakit gue ini" jelas Alvina.


Citra yang mendengar penjelasan dari Alvina tampak mengerut kan kening nya bingung.


"Maksud nya gimana?" Tanya Citra tak mengerti.


"Permisi kak.. ini pesanan nya, silahkan di nikmati" pembicaraan mereka terhenti sejenak karena kedatangan seorang pelayan yang menyajikan pesanan mereka.


"Makasih ya" ucap Citra sambil tersenyum saat pelayan tersebut selesai meletakkan pesanan.


Pelayan tersebut hanya mengangguk sembari tersenyum kemudian pergi.


"Terusin yang tadi" pinta Citra sambil menatap Alvina dengan tampang serius.


Alvina menyeruput Cappucino yang di pesan nya tadi sebelum kembali berbicara.


"Tabungan gue udah cukup buat ngejalanin operasi" ucap Alvina dengan senyuman lebar.


"Hah.. serius?" Citra tampak tak percaya.


Alvina hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapi keterkejutan Citra.


Citra yang tadinya memasang wajah terkejut kini perlahan-lahan mulai menunjukkan wajah bahagia nya.


"Iya gue juga seneng banget, setelah sekian lama gue nabung buat operasi dan sekarang tabungan gue udah cukup, dan gue udah bisa ngejalanin operasi" ujar Alvina dengan senyum merekah.


"Terus rencana nya lo kapan mau operasi?" Tanya Citra.


Senyuman yang tadi sempat menghiasi wajah Alvina, kini memudar dan terganti kan dengan wajah sendu saat mendengar pertanyaan Citra.


"Loh loh loh.. kenapa? Gue salah ngomong ya?" Citra menjadi panik sendiri saat melihat perubahan raut wajah Alvina.


"Gak kok" jawab Alvina.


"Terus kenapa?" Tanya Citra.


"Sebenernya sih, kemungkinan operasi gue berhasil itu cuman 45% aja" Alvina menjawab dengan di sertai wajah sendu.


"Loh kenapa kayak gitu? Bukan nya dulu lo pernah bilang kalo operasi lo seratus persen bakal berhasil ya?" Citra bertanya dengan nada tak terima.


"Itu dulu.. sekarang kan penyakit gue udah parah banget, dan kemungkinan biar bisa sembuh total itu cuman sedikit" jawab Alvina.


"Ya udah kalo gitu lo gak usah operasi aja, gue lebih rela kalo harus bantuin lo beli obat dari pada lo harus ngejalanin operasi yang belum pasti bisa nyembuhin lo" Citra memberi kan protes.


"Tapi kata dokter Fajar, kalo gue terus mengonsumsi obat itu, lama kelamaan penyakit gue bukanya sembuh malah lebih parah" ucap Alvina.


Dokter Fajar adalah dokter yang selama ini menangani penyakit Alvina.

__ADS_1


"Lagi pula gak ada cara lain selain ini Cit. Lo cukup do'a in aja supaya operasi nya berhasil dan gue bisa sembuh" lanjut nya.


"Emangnya kapan?" Tanya Citra lirih.


"Lusa" jawab Alvina.


"Secepat itu?" Tanya Citra tak percaya.


Alvina mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.


'Hah' Citra menghembus kan nafas panjang dan menyandar kan kepala nya pada sandaran kursi sambil menatap Alvina.


"Lo udah bilang sama Rifki?" Citra bertanya tanpa merubah posisi nya.


Alvina menggeleng dan kembali menyeruput minuman nya untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering.


"Kenapa belum? Harus nya sebelum lo ngomong sama gue.. lo ngomong dulu sama Rifki, secara kan Rifki itu pacar lo" ujar Citra.


"Gak ada waktu yang pas buat ngomongin nya" jawab Alvina.


"Gimana kalo sekarang aja kita ke rumah nya, lo tau kan rumahnya Rifki dimana?" Ujar Citra memberi saran.


"Boleh, tapi kita makan dulu. Gue udah laper nih" ucap Alvina.


"Ya udah kita makan dulu, tapi abis makan kita ke rumahnya Rifki ya" final Citra.


"Iya bawel" Alvina menyetujui.


.


.


.


Sesuai janji mereka tadi, kini Alvina dan Citra sudah sampai di depan gerbang rumah Rifki.


"Eh ada neng Alvina.. mau ketemu siapa neng?" Tampak satpam yang berjaga di dekat gerbang menyapa Alvina sambil membuka gerbangnya.


"Ini.. kita mau ketemu sama Rifki, Rifki nya ada kan mang?" Jawab Alvina.


"Oh ada neng ada. Silahkan masuk aja, nyonya Sarah juga lagi ada tuh, pasti seneng banget kalo tau ada neng Alvina ke sini" jawab satpam memberi tahu.


"Ya udah kelo gitu kita masuk yah mang" pamit Alvina dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Neng kunci motornya mana? Biar mamang masukin ke garasi" teriak satpam.


"Gak usah lah mang, kita gak bakal lama kok" tolak Alvina.


"Aduhh kayak nya lo udah sering ke sini deh, sampe satpam nya udah kenal sama lo" ucap Citra saat sudah agak jauh dari satpam tadi.


"Apaan sih" Alvina tampak mempercepat langkahnya saat sudah melihat sarah yang sedang menonton tamu sendirian di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2