Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Hari H


__ADS_3

Hari telah berganti, kini Alvina dan Citra tengah berada di pusat perbelanjaan.


Dengan semangat empat lima, Citra menarik tangan Alvina ke sana ke mari untuk mencari beberapa keperluan camping.


Alvina hanya bisa menggerutu sambil mengikuti langkah kaki Citra yang menarik tangan nya dari satu toko ke toko yang lain.


"CITRA STOOP!!" teriak Alvina yang sudah merasa lelah.


Seketika Citra menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Alvina yang kini menatapnya tajam.


"Kenapa?" Tanya Citra dengan tampang polos nya sambil melepaskan tangan Alvina yang sedari tadi fi tarik nya.


"Gue capek ngikutin Lo terus" jawab Alvina kesal.


"Ya jangan ngikutin gue kalo gitu" ujar Citra.


"Gimana caranya gue gak ngikutin lo, orang tangan gue aja di tarik-tarik sama lo" kesal Alvina.


"Oh iya ya" ucap Citra menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.


"Gue laper, makan yuk" ajak Alvina.


"Mau makan apa?" Tanya Citra.


"Bakso" jawab Alvina sambil menghampiri salah satu restoran yang menyediakan bakso.


"Perasaan tiap kali gue makan sama Alvina gak pernah tuh makan makanan selain bakso" gumam Citra heran.


"Lo mau ikut makan gak?" Tanya Alvina yang berada jauh di depan.


"Ya mau lah. Gue juga laper kali" jawab Citra kemudian bergegas menghampiri Alvina yang kini sudah memasuki restoran.


Sesampainya mereka di dalam restoran, mereka segera memesan makanan yang mereka inginkan.


Usai memesan, Alvina duduk di kursi sambil memainkan ponselnya. Berbeda dengan Citra yang tengah memperhatikan Alvina.


Alvina yang merasa terus di perhatikan oleh Citra segera menoleh dan mengangkat satu alisnya seolah bertanya 'Apa?'.


"Gue heran deh sama lo" Citra memulai pembicaraan.


"Napa?" Tanya Alvina.


"Tiap kali kita makan bareng, lo pasti makan bakso. Emangnya kenapa sih kalo makan makanan yang lain? Lo itu kayak gak bisa lepas gitu loh sama yang namanya bakso" heran Citra.

__ADS_1


"Ya karena gue emang duka sama bakso" jawab Alvina santai.


"Ya tapi gak tiap hari makan bakso juga kali" greget Citra.


"Lo mending..." Ucapan Alvina terpotong oleh pelayan resto yang mengantarkan pesanan mereka.


"Permisi.. ini pesanannya, selamat makan" ucap pelayan tersebut sambil meletakkan pesanan mereka berdua, kemudian pergi melayani pelanggan yang lain.


Tanpa berbicara lagi, Alvina yang memang sudah lapar sejak tadi karena belum sempat sarapan segera memakan bakso yang di pesannya.


Citra hanya menggelengkan kepalanya dan menarik piring yang berisikan steak daging pesanannya.


Setelah menghabiskan sarapan pagi yang telah terlewatkan, Albina dan Citra kembali melanjutkan belanja mereka.


Mengelilingi pusat perbelanjaan untuk mencari sesuatu yang sekiranya di butuhkan, keluar dari toko ini dan masuk ke toko itu.


Sampai akhirnya mereka sudah menemukan apa yang mereka perlukan.


Setelah semuanya telah ada di tangan mereka, mereka pun memilih untuk pulang karena mengingat hari yang sudah larut malam.


Jam sepuluh malam, mereka baru sampai di rumah masing-masing dengan segunung belanjaan.


"Huh capek juga nyari keperluan camping" keluh Alvina sambil membanting tubuhnya ke atas kasur.


-•°•°•°•°•°•°•-


Hari pertama libur, Alvina dan Citra menggunakannya untuk berbelanja kebutuhan camping. Hari kedua, mereka gunakan untuk menyiapkan semuanya dan memasukan apa yang akan mereka bawa ke dalam tas. Dan hari ketiga mereka libur, mereka gunakan untuk sekedar nongkrong-nongkrong di cafe.


Alvina memilih untuk mengambil cuti selama sebulan full dari tempat nya bekerja part time, karena ia sedang dalam proses pemulihan, dokter juga menyarankan agar jangan banyak bergerak dan istirahat yang cukup.


Sekarang adalah hari dimana mereka akan berangkat ke Bandung untuk camping.


Semua murid terlihat sudah berkumpul di lapangan karena sekarang ini sudah memasuki jam sembilan.


Alvina dan Citra juga sudah datang sedari tadi, namun mereka memilih untuk memisahkan diri dari keramaian.


Rifki yang baru saja datang tampak mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alvina.


Sampai akhirnya ia menemukan Alvina bersama Citra sedang duduk di bawah pohon rindang.


Rifki berlari menghampiri Alvina dengan senyuman nya.


Sudah tiga hari ia tidak bertemu dengan Alvina, membuatnya rindu saja. Apalagi sekarang Albina sama sekali tidak pernah membalas pesan darinya, wahh sangat menyiksa.

__ADS_1


"By.." panggil Rifki.


Albina tak menjawab.


Rifki tak patah semangat, ia mendekati Alvina dan duduk di samping nya.


"Masih marah juga?" Tanya Rifki.


Alvina hanya memutar bola matanya malas saat mendengar pertanyaan Rifki.


'Kalo udah tau ngapain nanya?' ucap Alvina dalam hati.


"Maafin dong" pinta Rifki.


"Anak-anak mohon untuk berkumpul di dekat bis!!" Ucap pembina.


Alvina gegas berdiri menghampiri kerumunan orang yang berbaris.


"Apakah semuanya sudah hadir?" Tanya pembina.


"Sudah!" Jawab serentak.


"Bagus.. sebentar lagi kita akan memulai perjalanan menuju kota Bandung. Bapak harap kalian semua tenang saat di dalam bis. Kalian akan di bagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kelas kalian masing-masing untuk menaiki bis. Ini bis untuk kelas X, dan BLA BLA BLA..." Pembina menjelaskan apa saja yang menyangkut dengan perjalan ke Bandung, ia juga membagi sebuah kartu yang berisikan nomor dimana mereka akan duduk.


Alvina dan Citra mendapatkan nomor yang dangat jauh, Alvina mendapatkan nomor 09, sementara Citra nomor 23.


Citra mende*ah kecewa sat melihat nomornya dan nomor Alvina berbeda jauh. Sedangkan Alvina hanya santai.


Saat waktunya berangkat, mereka semua masuk ke dalam bis kelas masing-masing.


Setelah beberapa menit Alvina duduk sendirian, akhirnya ada orang yang duduk di samping Alvina.


"Hai.. lo pacarnya Rifki kan?" Tanya seseorang yang duduk di samping Alvina.


Alvina yang belum sempat melihat diapa yang duduk di sampingnya segera menoleh saat mendengar orang tersebut bertanya padanya.


.


.


.


Dukung terus karya aku dengan cara like, komen, and Vote. Kalo suka sama ceritanya tolong sumbangkan poin dengan berbentuk hadiah ya🙃😊**

__ADS_1


Oh iya... kemaren ada yang komen katanya "Kecewa" saya saranin nih ya.. mending gak usah baca kalo misalnya emang gak suka sama alur cerita nya. Makasih yang udah bikin semangat menulis saya menurun🙏🙏


__ADS_2