Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Nasehat Angga


__ADS_3

"Rifki !..... " Teriak seorang gadis sambil lari menghampiri Rifki yang akan menaiki motornya.


Gadis tersebut langsung memeluk Rifki dari belakang dengan erat seakan tak mau di tinggalkan.


"Ara.. lo ngapain kesini sih, terus lo kesini sama siapa ?" Tanya Rifki khawatir


Alvina yang mendengar bahwa Rifki mengkhawatirkan perempuan lain, seketika menghentikan aktivitasnya yang tadinya akan memakai helm dan menatap Rifki dengan penuh tanya, sedangkan Rifki tak sadar akan hal itu dan fokus dengan kekhawatiran nya kepada Ara.


"Gue tadi kesini sama tante Sarah. Gue kangen banget tau sama lo" jawab Ara


"Terus sekarang mamanya kemana?, Dan lo ngapain sih kesini segala, kalau cuman kangen ntar juga di rumah bakal ketemu kali" ujar Rifki sembari melepaskan pelukannya Ara dengan perlahan, tanpa menghiraukan teman-temannya dan juga Alvina yang menatapnya tajam dengan sejuta pertanyaan dibenaknya.


"Tante Sarah udah balik, sebenernya sih gue mau minta tolong sama lo, makanya gue ke sini" jawab Ara cengengesan.


"Minta tolong apa?" Tanya Rifki.


"Anterin gue ke toko buku, gue mau beli buku novel buat di rumah" jawab Ara lagi.


"Oh ya udah"


"Mau?"


"Iya gue mau kok"


"Rifki.. lo ngelupain kita yang masih berdiri di sini nungguin lo? Terus dua siapa? Apa di selingkuhan lo hah? Lo bahkan selingkuh di depan mata pacar lo sendiri" Riko mencecar Rifki dengan sederet pertanyaan beruntun.


"Apaan sih lo Riko. Gue gak ngelupain kalian kali, gue kan lagi ngobrol sama Ara. Lagian gue gak selingkuh loh ya dari Alvina, dia ini sahabat massa kecil gue yang tiba-tiba ngilang gitu aja dan sekarang di balik lagi" elak Rifki.


Sedangkan Ara yang mendengar ucapan Riko yang menuduh Rifki selingkuh pun membatin. 'ouh jadi Rifki udah punya pacar. Tapi yang mana ya pacarnya, yang ini atau yang itu?' batin Ara sembari memandang Alvina dan Citra secara bergantian.


"Kalo bukan selingkuhan lo, kenalin dong sama kita-kita" ucap Boy.


"Oh iya lupa. Ra kenalin mereka sahabat-sahabat gue, dan yang ini pacar gue" ujar Rifki memperkenalkan sahabatnya.


'oh jadi yang ini pacarnya, cantik sih tapi masih cantikan juga gue' batin Ara.


"Dan kalian, kenalin ini sahabat massa kecil gue" lanjut Rifki.


"Hai nama gue Arabella, kalian bisa manggil gue Bella" ucap Arabella memperkenalkan diri.


"Loh tapi tadi Rifki manggil lo Ara, kenapa kita harus manggil lo Bella?" Celetuk Riko.


"Ya karena itu adalah panggilan khusus gue ke dia" jawab Rifki.

__ADS_1


"Wah gila sih, sejauh mana hubungan persahabatan kalian, nyampe punya panggilan khusus kek gitu?" Tanya boy sembari melirik wajah Alvina yang masih datar


"Lo apa-apa'an sih boy, emangnya pacaran apa ?" Ujar Rifki


"Ya habisnya..., Tapi ya udah lah.. Eh Bella kenalin nama gue Boy si paling tampan dari mereka semua" ujar boy mengalihkan pembicaraan.


Perkenalan pun semakin berlanjut hingga mereka mengobrol dan bercanda. Tanpa disadari semua orang, tampak Alvina yang memutar bola mata malas mendengar mereka berceloteh ria.


Alvina merasa bahwa ia seperti tak dianggap oleh yang lainnya terutama Rifki yang sejak tadi sibuk dengan Arabella


"Ini tuh makan-makan nya jadi gak sih?" Tanya Alvina jengkel


"Tau tuh si Rifki" tambah Boy


"Gimana ki? jadi gak makan-makan nya?" Tanya Riko mewakili.


"Sorry gue mau nemenin dia ke toko buku. Kalo kalian mau, kalian berangkat aja" jawab Rifki.


"Lah kok gitu sih ki, plin-plan amat. Padahal kan yang ngajak pacar lo sendiri" protes Citra.


"Udah deh gak usah pada debat depan gue, panas nih kuping gue dengerin nya" sela Alvina.


Alvina kemudian bangun dari duduk nya dan memakai helm nya sambil menaiki motornya. Selesai memakai helm ia kemudian menghidupkan motor nya.


"Alvina... Lo mau kemana?"


"Pulang lah, gak jadi pergi makannya kan? Ngapain gue disini, buang-buang waktu aja" jawab Alvina sembari melajukan motornya.


"Nah lo cewek lo ngambek" ucap boy menunjuk motor Alvina yang semakin jauh dari pandangan mereka


"Mana ada ngambek" elak Rifki


"Ya elah punya temen satu kok gak peka-an amat sih" gumam Boy.


"Gue juga mau pulang ah" pamit Citra.


"Mau gue anterin gak?" Tawar Angga.


"Gak usah, gue juga bawa mobil sendiri kok" tolak Citra.


"Oh ya udah kalo gitu, hati-hati" ujar Angga.


"Iya" jawab Citra.

__ADS_1


Tak lama setelah Citra pergi dari sana, Angga tampak menarik pergelangan tangan Rifki untuk mengikuti nya.


"Mau kemana?" Tanya Rifki kebingungan.


Walaupun ia bingung dengan Angga yang menarik nya begitu saja tanpa bicara, namun tak urung ia mengikuti langkah Angga yang membawa nya ke belakang sekolah.


Sesampainya di belakang sekolah yang nampak sepi karena semua murid telah pulang, Angga melepaskan cekalan nya pada tangan Rifki dan berdiri sambil bersedekap dada menghadap Rifki.


"Ngapain sih lo bawa gue ke sini?" Tanya Rifki penasaran.


"Sekarang gue mau nanya sama lo. Sebenarnya lo itu cinta gak sih sama Alvina?" Tanya Angga.


"Ya cinta lah, pertanyaan lo konyol banget sih" jawab Rifki.


"Kalo lo emang cinta sama Alvin, jangan buat dia kecewa sama lo, apa lagi kalo lo ngebiarin orang lain ngambil tempat Alvina di hati lo" ucap Angga menasehati.


"Maksud lo ngomong gitu apaan?" Tanya Rifki mengerutkan keningnya.


"Gue gak bermaksud apa-apa, gue cuma ngingetin lo aja, karena ada orang lain yang bakal berusaha buat ngambil tempat Alvina di hati lo" jawab Angga.


Hanya orang bodoh yang tidak bisa melihat tatapan mata Arabella pada Rifki. Bahkan semua sahabat nya dan Alvina pun menyadari bahwa tatapan Arabella pada Rifki bukan hanya sekedar tatapan biasa, melainkan tatapan penuh damba"


"Siapa?" Tanya Rifki mulai tertarik.


"Lo pikir aja sendiri, masa gak bisa bedain mana tatapan memuja dan tatapan biasa aja" jawab Angga.


Setelah memberikan jawaban tersebut pada Rifki, Angga kemudian pergi meninggalkan Rifki yang kini sedang di landa rada penasaran.


"Bodo amat ah.. palingan juga si Angga mau bikin gue penasaran, terus gue datengin dia, mohon-mohon sama dia biar di kasih tau siapa orang nya, abis itu dia bilang 'Frank' kan gak lucu" gumam Rifki sambil berjalan menuju tempat tadi mereka berkumpul.


Saat ka sampai di sana, ia melihat hanya ada Ara sendirian.


"Yang lain pada kemana?" Tanya Rifki pada Ara.


"Mereka pada pulang pas Yang tadi narik lo balik" jawab Ara.


"Oh.. ya udah deh biarin aja. Ini kadi gak ke toko buku nya?" Tanya Rifki.


"Ya jadi lah" jawab Ara.


"Ya udah ayok" ajak Rifki.


-•°•°•°•°•°•°•-

__ADS_1


__ADS_2