Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Cincin?


__ADS_3

"Hehe maaf maaf kesenengan gue" jawab Boy cengengesan.


"Gue heran. Ini tuh yang minta Alvina buat buka hati itu, Rifki atau lo sih Boy?" Tanya Riko.


"Ya si Rifki lah. Gue kan sahabat yang baik hati, jadi pas denger Alvina mau buka hati buat Rifki, gue juga ikutan seneng" jelas Boy.


"Serah lo deh Boy" pasrah Riko.


"Terus rencana lo apa ki?" tanya Angga kepada Rifki yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum.


"Rencana apa?" tanya Rifki balik.


"Rencana misalnya lo mau ngelamar Alvina gitu atau apalah" jawab Boy.


Takk


"Lo kalo ngomong disaring dulu napa. Gue aja baru mau nyoba buka hati malah main lamar-lamaran" gerutu Alvina setelah sendok yang ia lempar ke arah Boy mendarat tepat di dahi pria itu.


"Sadis bener dah si Alvina, gak tau apa ni jidat serasa pecah" gerutu Boy tak mau kalah sambil mengelus-elus dahinya yang terkena lemparan sendok Alvina.


"Makanya kalo ngomong saring dulu" ujar Angga.


"Ck sialan nih temen bukan nya bela gue malah bela Alvina. Lagian kan gue gak punya saringan buat nyaring omongan gue" gerutu Boy.


Semua orang seketika tertawa terbahak-bahak mendengar gerutuan Boy.


"Napa lo semua pada ketawa?" tanya Boy.


"Gak" jawab mereka serentak.


"Giliran kaya gini aja, jawab nya barengan" kesal Boy.


"Udah deh jangan ngobrol mulu, mending lanjut makan" ucap Angga.


"Gue udah selesai makan nya, gue balik duluan ya" pamit Alvina.


"Yakin?, gak mau nambah lagi?" tanya Rifki.


"Lo gak liat kue yang ada di deket gue udah pada abis?, gue udah kenyang kali." jawab Alvina.


Rifki dan teman-temannya melirik ke arah piring yang berada di hadapan Alvina. Dan benar saja, semuanya pada kosong.


"Buset dah kapan makan nya lo?" tanya Boy keheranan.


"Siapa suruh ngobrol terus" acuh Alvina.


"Gue duluan" pamit Alvina melangkah keluar.

__ADS_1


Setelah kepergian Alvina dari meja tempat mereka berkumpul tadi, kini Angga, Boy dan Riko tengah menatap Rifki dengan pandangan menelisik.


"Napa pada ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Rifki.


"Lo serius udah jatuh cinta sama Alvina?." Bukan nya menjawab, Angga malah balik bertanya.


"Iya. Emangnya kenapa sih kalo gue jatuh cinta sama Alvina?."


"Lo beneran udah mutusin pacar-pacar lo yang pada **** itu?" tanya Rifki.


"Iya. Ini kenapa gue jadi di interogasi gini sih?, berasa jadi tersangka gue" ucap Rifki sekaligus bertanya.


"Kalo gitu ceweknya buat gue aja ya." Ucapan Boy tersebut mampu membuat yang lain menoleh ke arah nya.


"Boleh-boleh aja sih. Emangnya lo buat apa?" ujar Rifki.


"Buat dijadiin pacar, terus ntar di *****-prepe di hotel"jawab Boy dengan tampang tidak berdosa nya.


"Serius?" tanya Riko.


"Ya enggak lah, ntar gue digibeg lagi sama nyokap gue" jawab Boy.


"Eh Rifki, berarti kalo lo mutusin pacar lo terus gak bakalan ngerespon cewe lain, julukan lo bukan cowok playboy dong"


"Iya dong" jawab Rifki.


"Gini deh, kalo kalian ngeliat gue lagi jalan sama cewek lain, kalian bebas kalo mau mukul gue atau maki gue" ucap Rifki.


"Deal." Boy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rifki.


"Iya deal" jawab Rifki membalas jabatan tangan dari Boy.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


Hari telah berganti, dua bulan telah terlewati. Kini hubungan antara Albina dan Rifki tiga langkah lebih maju.


Alvina sudah tidak sedingin saat pertama kali bertemu, bahkan tidak jarang Rifki dan Alvina menghabiskan waktu hanya untuk berjalan-jalan tanpa drama penolakan dari Alvina.


Seperti sekarang ini, mereka sedang berjalan-jalan di sisi jalan raya.


"Na, kalo misalnya gue ngelamar cewek yang namanya Alvina nih ya, kira-kira gue bakal diterima atau ditolak?" tanya Rifki.


"Di tolak pasti" jawab Alvina.


"Loh kenapa gitu?"


"Ya karena dia itu orangnya kan cuek, jadi harus lebih mengenal dulu aja gitu"

__ADS_1


"Caranya?"


"Hmm ... Misalnya kayak PDKT-an dulu gitu atau apalah"


"Kalau pacaran gimana?"


"Bisa sih, tapi masalah nya, kalo pacaran orangnya mau apa enggak?"


"Pasti mau dong"


"Pd banget anda"


"Kalo gak percaya gue buktiin"


"Mana buktiin sekarang"


Rifki yang mendengar tantangan dari Alvina seketika melebarkan senyumnya dan merogoh saku celana nya untuk mengambil sesuatu.


"Nih" ujarnya ketika memperlihatkan sebuah cincin sederhana tapi terlihat elegan.


Rifki mengambil tangan kiri Alvina dan memasangkan cincin tersebut dijari Alvina.


"Cincin?"


"Iya cincin, ini gak mahal sih ... tapi bisa mempercantik jari lo" ucap Rifki.


"Gimana lo suka gak?" tanya nya.


"Suka kok" jawab Alvina jujur.


"Kalo sama orang yang ngasih cincin nya suka gak?" tanya Rifki.


"Gimana ya?" ucap Alvina pura-pura berpikir.


"Ayo dong" ujar Rifki tak sabar.


"Gini deh. Gue kasih dua pilihan, tangan kiri atau kanan, kalo lo milih tangan kiri berarti lo gak suka sama gue dan gue bakal terus berusaha buat bikin lo suka sama gue."


"Kalo gue pilih tangan kanan?" tanya Alvina.


"Kalo lo milih yang kanan, berarti lo suka sama gue dan kita resmi pacaran" jawab Rifki.


"Lo mau pilih yang mana?" tanya Rifki.


"Yang mana ya?" ujar Alvina.


"Yang kanan dong" saran Rifki.

__ADS_1


"Yang ini aja deh" ucap Alvina.


__ADS_2