
Triiing...
Bel istirahat berbunyi, semua murid yang berkutat dengan buku nya kini bersorak gembira sambil menutup buku nya.
Guru yang ada di depan kelas hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat tingkah anak murid nya tersebut.
"Oke, waktu istirahat sudah tiba, pertemuan kali ini cukup sekian. Dan jangan lupa, tugas yang saya kasih jangan lupa untuk di kerjakan, pertemuan berikut nya di kumpulkan" tutup Guru yang bertugas mengajar di kelas Rifki.
"Iya Bu.." jawab para murid-murid nya.
Guru tersebut pun pergi setelah mengucap kan salam sebagai penutup.
Dan di ikuti oleh para murid yang berlomba-lomba untuk pergi menuju kantin.
Begitu pula dengan Rifki dan para sahabat nya, mereka juga segera bergegas menuju kantin untuk mengisi perut nya yang keroncongan.
Sedangkan Citra hanya diam di kelas dan memakan bekal yang memang sengaja ia bawa.
Citra berfikir bahwa ia akan merasa kesepian jika ke kantin hanya sendirian saja tanpa ada sahabat nya.
.
.
Di meja yang di tempati oleh Rifki dan sahabat nya, kini mereka tengah menikmati makanan yang mereka pesan tadi. Namun tidak dengan Rifki yang hanya mengaduk-aduk Siomay yang tadi di pesan oleh nya dengan bibir yang di monyong kan.
Sahabat nya yang memperhatikan tingkah laku nya yang tidak seperti biasa nya mengernyit kan dahi nya.
"Kenapa lo Ki, gak biasanya tuh Siomay cuman di aduk-aduk kaya gitu, biasa nya juga langsung abis. Udah kaya PUP bayi aja itu mah" celetuk Boy.
Riko yang sedang sibuk menikmati bakso di hadapan nya segera menoleh ke arah Siomay yang di aduk oleh Rifki.
Siomay tersebut memang sudah berubah. Siomay yang tadinya di tata dengan cantik, kini sudah berubah menjadi perpaduan warna antara sambal kacang dengan cabai bubuk.
"Iyuhh.. jijik gue liat nya" ucap Rifki menambahi.
Rifki yang tadi nya melamun segera menoleh ke arah sahabat nya dengan wajah datar.
"Tuh muka gak usah di datar-datarin gitu, gak cocok sumpah" ujar Riko sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah di akhir kalimat.
Trang..
Rifki meletakkan sendok yang di genggam nya ke atas mangkok siomay dengan keras.
Angga yang tadinya tak mau ikut ke dalam obrolan para sahabat-sahabatnya yang gesrek itu pun menoleh ke arah Rifki yang kini menelungkup kan kepala nya pada sela-sela tangan dan meja.
"Ada masalah?" Tanya Angga singkat.
__ADS_1
Rifki mengangkat kepala nya untuk menatap Angga.
"Dikit" jawab Rifki.
"Kalo cuman masalah dikit, lo gak bakal kayak gini. Cerita aja sama kita, kalo kita tau permasalahan lo siapa tau kita bisa bantu ngasih saran" ucap Angga.
Rifki kemudian menegakkan tubuh nya sambil menatap sahabat nya satu persatu, kemudian menghembuskan nafas nya.
Riko dan Boy pun tampak menunggu kalimat yang akan keluar dari mulut Rifki dengan antusias.
"Alvina gak bisa di hubungin" ucap Rifki dengan menunduk kan kepala nya.
"Udah nyoba nyari ke rumah nya?" Tanya Angga.
"Udah, gue bahkan udah nyoba nyari dia ke cafe tempat Alvina kerja. Tapi manajer cafe bilang kali Alvina ijin cuti selama seminggu" jawab Rifki lesu.
Angga dan yang lain nya mendengar kan ucapan Rifki dengan seksama.
Setelah beberapa menit terdiam, Angga kemudian menepuk dahi nya.
Rifki dan yang lain seketika menoleh ke arah Angga yang menepuk jidat nya sendiri.
"Kenapa?" Tanya Riko.
"Gue baru inget sekarang" jawab Angga.
"Apa?" Kini giliran Boy yang bertanya.
Rifki mengangguk sebagai jawaban, karena sesungguh nya sekarang ia sedang tak mau berbicara pada siapapun.
"Kemaren gue sempet denger waktu Citra dan Alvina ngobrol di cafe" ucap Angga memberi tahu.
Karena memang, empat hari yang lalu, Angga yang sedang nongkrong di cafe tak sengaja mendengar pembicaraan Alvina dan Citra.
Apalagi posisi meja yang Alvina dan Citra tempati sangat dekat dengan meja yang di tempati Angga, sehingga Angga dapat mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.
"Ngobrolin apa?" Tanya Rifki tak sabar.
"Gue denger sih, Alvina kayak mau operasi gitu sih" jelas Angga.
"Operasi?, Lo denger gak Alvina mau operasi kapan? Terus dia mau operasi nya di rumah sakit mana?" Tanya Rifki panik.
"Gue denger sih, Alvina mau operasi lusa. Berarti dia operasi nya kemaren" jawab Angga.
"Alvina gak ngomongin mau operasi nya di mana, cuman dia selalu nyebut nama Dokter Fajar" lanjut Angga.
"Dokter Fajar? Gue kayaknya kenal.. tapi siapa ya.." ujar Rifki mencoba mengingat-ingat.
__ADS_1
"Coba lo inget-inget deh, siapa tau lo hafal dokter Fajar itu siapa, dan di tugas-in nya di rumah sakit mana?" Ucap Angga.
Rifki tampak termenung mengingat-ingat orang yang di maksud Angga.
Setelah lama Rifki mencoba untuk mengingat, akhir nya sekelebat percakapan nya dengan Alvina terlintas di otak nya.
"Oh.. iya gue inget sekarang. Dokter Fajar itu dokter yang selama ini nanganin penyakit Alvina, dokter Fajar juga yang nge-bujuk Alvina supaya mau operasi" ucap Rifki semangat.
"Lo tau di mana dia di tugaskan?" Tanya Angga.
Rifki mengangguk tanda ia tau.
Triiing...
"Yah.. masuk, padahal lagi seru dengerin kalian" celetuk Boy kecewa.
"Heem.. padahal kan kita masih mau dengerin kalian ngomong. Iya kan Boy" tambah Riko meminta persetujuan pada Boy.
Boy mengangguk mengiyakan ucapan Riko.
Sedangkan Rifki dan Angga hanya menggeleng kan kepala nya saat melihat kelakuan dua sahabat somplak nya itu.
"Udah deh.. mending masuk, ntar di hukum lagi gara-gara telat masuk kelas. Apalagi sekarang jadwal nya guru killer, beuh bisa muantep itu hukuman nya" ujar Rifki menengahi.
"Woy Angga kampret tungguin kita!!" Teriak Riko saat melihat Angga yang ternyata sudah berjalan dan berjarak cukup jauh dengan mereka.
Angga yang mendengar teriakan Riko hanya membiarkan nya tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.
Rifki, Riko dan Boy segera berlari mengejar Angga yang semakin jauh.
"Dasar sahabat lakcnut.. bukannya nungguin malah ninggalin" gerutu Boy sambil berlari.
"Angga tunggu bentar!" Teriak Rifki saat hampir sampai pada Angga.
"Paan?" Tanya Angga sambil membalikkan tubuhnya menghadap Rifki, namun kakinya tetap berjalan mundur.
"Ntar pulang sekolah ikut gue ya" pinta Rifki.
"Kemana?" Tanya Angga singkat.
"Nyari Alvina ke rumah sakit" jawab Rifki.
"Oke" Angga menyetujui.
-•°•°•°•°•°•°•-
*Wahh.. gimana nih reaksi nya Alvina pas ketemu sama Rifki?*
__ADS_1
Mau tau kelanjutan nya kisah Alvina dan Rifki? Ikuti terus kisah mereka ya..
Dukung terus karya aku dengan cara like, komen, and Vote. Kalo suka sama ceritanya tolong sumbangkan poin dengan berbentuk hadiah ya🙃😊