Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Cemburu


__ADS_3

Setelah selesai mengganti bajunya, semua murid diminta untuk berkumpul di lapangan dan membuat barisan.


"Hari kita akan bermain basket. Cewek nya siapa disini yang jago main basket?" tanya guru olahraga yang bernama pak Andi.


"Alvina pak!" jawab Citra berteriak.


"Citra diem" bisik Alvina kepada sahabat nya itu.


Basket memang olahraga yang sangat disukai oleh Alvina, bahkan saat ia masih SMP pun ia pernah mengikuti lomba bersama tim nya dan berhasil keluar sebagai juara.


"Kalo yang cowok nya yang jago main basket siapa?" tanya pak Andi lagi.


"Rifki pak!" jawab Angga, Riko, dan Boy serentak.


Rifki yang mendengar nama nya di sebut segera membusungkan dada nya bangga dengan senyuman yang merekah.


"Yang barusan nama nya diteriakin sama temen nya maju ke depan" pinta pak Angga.


Dengan malas, Alvina maju ke depan sambil melirik Citra dengan tatapan tajam. Beda dengan Rifki yang maju dengan semangat 45.


"Kalian serius jago main basket nya?" tanya pak Angga memastikan.


Alvina hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Pasti jago dong pak, apalagi kalo main nya bareng Alvina dan sekarang kan kita bakal satu tim. Beuh ... makin semangat saya pak" jawab Rifki dengan gaya bicaranya yang di lebih-lebih kan.


"Kata siapa kalian bakal satu tim?" tanya pak Andi.


"Lah terus ngapain kita maju ke depan?" tanya Rifki kebingungan.


"Kalian itu bakal bapak jadiin ketua tim, makan nya tadi bapak nanya siapa yang jago main nya" jawab pak Andi.


"Nah malu kan lo. Makanya kalo ngomong itu pikir-pikir dulu" ujar Alvina kepada Rifki.


"Punya pacar bukan nya dukung biar bisa satu tim, malah nyudutin gue" gerutu Rifki.


Alvina yang mendengar gerutuan Rifki hanya memutar bola mata malas. 'Apa-apa nge-gerutu dasar cowok' ucap Alvina dalam hati.


"Nah di sini bapak akan membagi kalian menjadi dua tim. Tim nya Alvina di isi sama anak cowok, dan tim Rifki di isi sama cewek" jelas pak Andi.


"Lah kenapa gitu pak? harus nya kan yang cowok sama cowok lagi, bukan sama cewek" protes salah satu murid.


"Ini di sini siapa yang jadi guru olahraga nya?, saya atau kamu?" tanya pak Andi.


"Ya bapak lah" jawab murid yang tadi.

__ADS_1


"Nah itu tau, berarti suka-suka saya dong" ucap pak Andi.


"Iya deh terserah bapak"


"Oke kita mulai aja ya. Silahkan ambil tempat masing-masing dan yang tidak kebagian tempat mohon tunggu di sisi lapangan dan menunggu giliran" pinta pak Angga.


Setelah mendengar ucapan dari pak Angga, semua murid segera berlari untuk menempati posisi yang mereka bisa.


Permainan kali ini berjalan dengan lancar dan di awasi langsung oleh guru olahraga nya yaitu pak Andi.


Tim Alvina selalu bisa mencetak poin, dan tim Rifki sudah tertinggal beberapa poin.


Walaupun tertinggal beberapa poin, tapi tim Rifki masih semangat untuk mengejar ketertinggalannya.


Tapi karena Alvina yang selalu di kerumuni oleh laki-laki, membuat Rifki kehilangan konsentrasi nya dan membuat anggota nya mendesah kecewa.


"Rifki katanya lo jago main basket, tapi lo kok gak fokus sama bola sih. Bola nya kan jadi direbut sama tim Alvina" protes Citra yang merasa kesal kepada Rifki karena saat Rifki memegang bola selalu bisa di rebut oleh tim lawan.


"Gimana gue fokus kalo pacar gue di kerumunin sama cowok tuh liat" jawab Rifki.


"Ya cemburu sih cemburu, tapi lo harus fokus sama permainan. Kalo gini terus kan bisa-bisa kita kalah" ujar Citra.


Rifki tak mendengar kan ucapan Citra dan kembali mencoba fokus pada bola yang ada di tangan Alvina.


"Lo kalo main jangan deket-deket sama cowok napa" ucap nya.


"Kenapa? cemburu?" tanya Alvina.


"Ya iya lah cemburu, lo kira gue gak cemburu pas liat lo deket-deket sama cowok lain" jawab Rifki masih berusaha mengambil bola.


Tapi walaupun di ajak bicara Alvina tetap bisa mempertahankan bola yang ada di tangan nya dengan baik.


"Kan bukan gue yang deketin" elak Alvina.


"Ya tetep aja kan ujung-ujung nya lo deket sama cowok" balas Rifki.


"Lah mereka kan deketin gue buat ngambil bola bukan buat nge-goda" kesal Alvina.


"Tapi tetep aja gue gak mau lo deket-deket sama cowok" balas Rifki.


"Napa jadi gue yang lo marah-in, lo marahin aja sono cowok yang deket sama gue, jangan gue nya" titah Albina.


"Kagak berani gue, Ntar gue malah di keroyok sama mereka" tolak Rifki.


"Ya udah diem aja kalo lo gak berani sama mereka" ucap Alvina.

__ADS_1


"Lo dari tadi pengen ngambil bola tapi kenapa gak dapet-dapet?" tanya Alvina.


"Lo nya aja yang gak ngasih bola nya ke gue" jawab Rifki.


"Adu taktik dong" ujar Alvina menyeringai.


Setelah mengatakan itu, Alvina langsung pergi sambil membawa bola ke arah ring dan melempar bola dan...


"Yess" teriak tim Alvina kegirangan.


"Waktu habis!!" teriak pak Andi saat waktu permainan bola basket sudah habis.


"Rifkiii" teriak tim Rifki kesal.


Rifki yang mendengar nama nya di teriaki dengan nada kesal hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Alvina hanya menampilkan sebuah seringai sebagai tanda meremehkan.


"Kalian udah kalah tuh" teriak salah satu tim Alvina.


"Udah udah gak usah saling ejek, ini kan cuma sebuah permainan bukan lomba internasional. Permainan ini di menangkan oleh tim Alvina ya" ujar pak Andi.


"Nah denger gak usah ngejek" ujar Rifki.


"Ngomong aja kalo lo nya gak terima kalah" ujar Boy.


"Ya elah si Boy, lo tuh sebenernya sahabat siapa sih? perasaan lo nyudut-in gue mulu lo dan malah belain Albina" tanya Rifki keheranan.


"Ya gue sahabat lo lah. Tapi berhubung lo nya udah pacaran sama Alvina otomatis gue juga jadi sahabat nya Alvina, gue juga mau dong belain sahabat baru gue" jawab Boy.


"Ogah gue punya sahabat kayak lo" ujar Alvina membuat semua mata menatap nya heran.


"kenapa gak mau?, padahal kan banyak yang mau temenan sama Boy loh" tanya Sasa teman sekelas mereka.


"Bawel nya gak ada obat, udah melebihi bawel nya cewek dia mah" jawab Alvina datar.


"Hah serius?" tanya Sasa.


"Tuh tanya sama sahabat-sahabat nya sendiri" jawab Alvina.


"Riko serius si Boy bawel?" tanya Sasa pada Riko.


"Iya, kadang gue aja ampe kewalahan kalo ngomong sama dia. Gue ngomong tiga kata di jawab seribu kata sama dia" jawab Riko.


Tak...

__ADS_1


__ADS_2