Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Berniat Menginap


__ADS_3

-•°•°•°•°•°•°•-


"Lo dari mana aja sih Na, gue khawatir tau sama lo" ucap Rifki saat Alvina sampai di ruangan Angga dan Citra di rawat.


"Kepo lo" ujar Alvina sembari berjalan menuju ranjang rumah sakit yang di tiduri oleh Citra.


"Si Cita sadar belum?" Tanya Alvina.


"Udah tadi, tapi sekarang lagi tidur" jawab Riko.


"Gimana?" Tanya Alvina ingin tau.


"Kondisi nya baik-baik aja, cuman tangannya aja yang dapet luka dikit" jawab Riko.


"Kalo luka nya cuman dikit, kenapa dia bisa pingsan?"


"Kata dokter sih, dia syok aja" kali ini bukan Riko yang menjawab, melainkan Boy.


"Kalo Angga?" Tanya Albina sembari melirik ke arah ranjang lain yang terdapat Angga yang sedang memejamkan mata.


"Kata dokter sih gak ada luka serius, cuman cedera gara-gara tertimpa badan motor aja" jawab Riko.


Alvina yang mendengar penuturan Riko hanya mengangguk-anggukkan kepala nya.


"Lo sendiri gimana?" Tanya Rifki.


"Gue gak papa" jawab Alvina singkat.


"Tapi tadi kan lo loncat dari motor, seenggaknya lo pasti dapet luka lecet sedikit kan?, Sini duduk biar gue obat-in" ujar Rifki menepuk sofa di sebelah nya menyuruh Alvina duduk.


"Gak usah lah, luka dikit doang gak bakal bisa bikin gue mati" tolak Alvina.


"Lo keras kepala banget sih, kalo hak di obat-in ntar luka nya bisa infeksi loh" peringat Rifki.


Rifki beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Alvina yang masih berdiri di sisi Citra.


Tanpa aba-aba, Rifki langsung saja menarik pergelangan tangan Alvina dan menuntun nya menuju sofa.


"Yang luka nya sebelah mana?" Tanya Rifki saat sudah berhasil membuat Alvina duduk di sofa.


"Cuman ini, ini, sama ini" ucap Alvina menunjukkan luka lecet pada tangan, siku dan juga lutut nya.


"Lecet segede gini lo bilang cuman?" Tanya Rifki geleng-geleng kepala.


"Tahan ya, pasti bakal perih" ucap Rifki saat mulai membersihkan luka Alvina dengan kain kasa yang sudah di tetesi alkohol.

__ADS_1


Dengan telaten, Rifki membersihkan satu-persatu luka Alvina dengan sesekali meniupnya agar tidak terlalu perih.


Setelah di bersihkan dan di obati dengan obat merah, luka Alvina kemudian di balut dengan kain kasa yang beru.


"Selesai"ujar Rifki ketika ia sudah selesai membalut luka Alvina.


Alvina tampak melirik ke arah luka nya yang telah tertutup dengan rapi.


"Thanks" ucap Alvina.


Tak sengaja mata Alvina melirik jam yang ada di dinding rumah sakit yang menunjukkan pukul setengah sembilan.


"Kalian pulang aja sana, udah malem juga, biar gue yang jagain mereka" ucap Alvina pada Boy Riko dan juga Rifki yang masih ada di sana.


Semuanya yang mendengar ucapan Alvina seketika menoleh ke arah jam, dan memang benar, hadi sudah malam.


"Ya udah deh gue pulang duluan ya, soalnya tadi juga nyokap gue nelpon. Katanya gak boleh pulang malem-malem, eh malah kemaleman" ujar Boy.


"Iya lo pulang aja, ntar nyokap lo marah-marah lagi, gara-gara lo pulang nya malem" ujar Rifki.


"Biasanya sih kalo di suruh pulang cepet pasti bakal ada yang bakal di bahas nih" gumam Boy.


"Ya udah sono pulang" titah Riko.


"Lo gak ikut pulang juga?" Tanya Rifki pada Riko.


"Kita gak bakal macem-macem kali, paling cuman satu macem" ucap Rifki sembari tersenyum.


Sontak saja Rifki mendapat pelototan dan juga cubitan di tangan nya yang membuat tangan nya terasa panas.


"Akhh Alvina sakit aduh" teriak Rifki mengaduh.


"Makanya kalo ngomong tuh si saring dulu, udah tau punya pacar galak, masih aja ngomong nya gak di saring" ucap Riko sambil tertawa pias melihat Rifki yang mengusap-usap tangan nya yang terkena cubitan maut dengan bibir yang di majukan.


"Tuh bibir juga gak usah di monyong-monyong'in , bukan nya imut malah amit" tambah Riko berniat meledek Rifki.


Rifki seketika mendatarkan ekspresi nya saat sahabat nya itu meledek nya.


"Alvina liat noh, dia ngeledek gue by." Rifki mengadu kepada Alvina dengan puppy eyes nya.


"Massa lo gak kasian sih sama gue by" lanjut nya menggoyangkan tangan kiri Alvina.


"Bukan nya kasian malah jijik gue liat lo kayak gitu" ujar Alvina.


Riko yang mendengar perkataan Alvina seketika menahan tawa nya agar tidak tertawa pada saat itu juga.

__ADS_1


"Kalo mau ketawa, ketawa aja gak usah di tahan-tahan kayak gitu" ucap Rifki ketus.


Riko yang memang sudah tidak bisa menahan tawa nya, seketika tertawa terbahak-bahak, apa lagi saat ia melihat Rifki yang kini sedang bersedekap dada sambil memonyongkan bibirnya.


Alvina juga tersenyum melihat pacarnya di tertawa kan oleh sahabat nya sendiri.


"Hmmm. Lo pada berisik banget sih" guam Angga saat tidur nya terusik karena mendengar suara tawa Riko yang sangat kencang.


"Upss sorry, gue jadi ganggu lo istirahat" ucap Riko merasa tak enak pada sahabat nya yang satu ini.


"Jangan berisik. Gue masih ngantuk banget ini, lo pada juga padahal tidur aja sana biar gak berisik" ujar Angga kembali memejamkan mata nya berniat untuk tidur lagi.


"Ya udah lah kita tidur aja, gue juga udah mulai ngantuk nih" tambah Riko.


"Lo tidur nya di mana?" Tanya Alvina.


"Gue di kursi yang ada di sebelah Angga aja" jawab Riko.


"Kalo lo mau, lo tidur di sini aja, biar gue tidur di deket Citra aja, lagian juga gue belum ngantuk" saran Alvina.


"Jangan, lo tidur sama Angga aja Rik, Alvina biar tidur di sini aja sama gue" cegah Rifki dengan cepat.


"Iya iya, Alvin lo hati-hati ya kalo tidur sama si Rifki, ntar lo di *****-***** lagi sama si Rifki" peringat Riko sambil terkikik geli.


Rifki yang mendengar itu seketika memelototi Riko.


"Enak aja, gue gak sebej*t itu ya" ucap Rifki kesal.


"Iya deh lo emang gak sebej*t itu, tapi lo cuman playboy aja kan?" Riko mencoba menggoda sahabat nya itu.


"Mantan playboy lebih telat nya, inget ya MANTAN! bukan Playboy." Rifki mempertegas ucapan nya di saat ia berkata 'MANTAN'.


"Iya deh mantan playboy" ucap Riko sambil tersenyum menyebalkan.


"Udah deh kalian jangan pada debat mulu, kapan tidur nya coba kalo debat mulu" Alvina mencoba melerai perdebatan mereka.


Sebenarnya sih bukan perdebatan ya, tapi lebih tepatnya Riko yang terus menggoda Rifki dengan ucapan nya.


"Iya sayang.. ini juga mau tidur, tapi dia gangguin terus" ujar Rifki menunjuk Riko sebagai tersangka.


Riko hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berjalan menuju kursi di dekat ranjang Angga, kemudian duduk dan memposisikan tubuhnya supaya terasa agak nyaman.


"Kalian juga tidur sana" titah Riko.


"Ini jiga mau tidur kali" ujar Rifki.

__ADS_1


"Lo mau tidur sambil gue peluk apa lo tiduran di atas paha gue?"


__ADS_2