Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Perkara Kalah


__ADS_3

-•°•°•°•°•°•°•-


"Pagi sahabat nya Ara!" Teriak Ara ketika Rifki turun dengan memakai seragam dan menenteng tas ransel nya.


"Pagi juga" balas Rifki tersenyum.


"Wih.. udah siap aja nih, mau kemana emang nya?" Tanya Ara.


"Gak liat gue pake baju apa?" Greget Rifki.


"Mau kerja ya?" Usil Ara.


"Gak mau tidur" jawab Rifki ketus.


"Cie.. marah ni ye" goda Ara.


"Lagian lo usil banget sih, udah tau orang mau sekolah malah nanya" gerutunya.


"Iya iya sorry"


"Sarapan yuk, gue udah gak sabar buat nyobain masakan Indonesia lagi" ajak Ara.


"Yuk" Rifki menyetujui.


.


.


.


Selesai sarapan Rifki segera berpamitan kepada Sarah dan Ara yang masih duduk manis di meja makan. Sedangkan Reno sudah berangkat tanpa sarapan karena akan menghadiri rapat penting katanya.


Dengan membawa motor kesayangan nya, Rifki berniat untuk menjemput sang kekasih untuk berangkat bersama.


Sesampainya ia dihalaman rumah Alvina, ia melihat Alvina sedang mengeluarkan motor dengan menggunakan helm yang artinya siap untuk berangkat.


"Masukin lagi aja motornya, kita berangkat pake motor gue!" Teriak Rifki dari atas motor nya.


"Ogah.. gue udah capek-capek ngeluarin nih motor, masa di suruh masuk-in lagi, sia-sia dong tenaga gue" tolak Alvina.


"Ya udah kalo gitu gue berangkat sendiri aja" ujar Rifki.


"Ya udah sono, lagian juga gue gak minta buat di jemput sama lo" balas Alvina.


Rifki yang mendengar ucapan Alvina pun kicep, Alvina memang tidak meminta nya untuk menjemput, tapi Rifki berinisiatif untuk menjemput nya karena ingin berangkat bareng.


"Ish.. gak peka banget sih jadi cewek" gumam Rifki.


"Gue dari dulu emang gak peka" balas Alvina sambil menghidupkan motor nya dan siap untuk melajukan nya.


"Dari pada ngomel-ngomel kaya emak-emak depan kompleks, mending kita balapan aja yuk, ntar yang kalah harus mentraktir yang menang pas jam istirahat. Gimana.. lo setuju gak?" Ucap Alvina memberi usul.


"Oke.." Rifki menerima usul dari Alvina dengan senang hati.


'Kapan lagi coba dia mau ngeluarin duit, lagian kan dia cewek, mana mungkin gue kalah sama cewek' batin Rifki seolah lupa dengan skill Alvina dalam mengendarai motor.

__ADS_1


Alvina yang mendengar Rifki menyetujui usulan nya seketika menarik satu sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman miring.


Kemudian mereka membawa motor nya keluar dari halaman rumah Alvina dan berjejer di jalan yang sepi.


"Kita hitung nyampe tiga, dalam hitungan ke tiga berarti mulai ya" ujar Alvina.


Rifki hanya memberikan anggukan kepala sebagai jawaban.


"Satu.. dua.. mulai!"


Brum.. Brum..


(Adegan pas balapan nya di skip ya. Kalian bayangin sendiri aja lah ya, soalnya author bingung adegan pas balapan nya gimana,🙃)


.


.


.


Brum..


"Ye.. gue menang, dapet makan gratis deh" seru Alvina girang.


"Si Rifki mana sih lama amat, motor nya yang lelet apa si Rifki yang gak bisa bawa motor cepet sih" gerutunya saat sudah lima menit ia menunggu namun orang yang di tunggu belum juga menunjukkan batang hidung nya.


Tak lama setelah Alvina menggerutu, tampak not Rifki melaju ke arah nya dengan wajah aang pengendara yang masam dan di tekuk.


"Massa gue kalah sama cewek kaya lo sih Na, lo main curang ya?" Tuduh Rifki.


"Kalo kalah ngaku aja kalah, gak usah nuduh orang sembarangan" lanjut nya.


"Widih ada apa nih, pasangan yang kemaren ngabisin waktu berdua nyampe malem kok sekarang malah berantem" ujar boy yang datang entah dari mana bersama dua sahabat lainnya dan juga citra.


"Ini temen lo kan kalah, terus dia malah nuduh gue main curang, ya gue gak terima dong dituduh curang" Adu alvina bersungut-sungut.


"Emangnya kalian main apaan sih?" tanya citra


"Balap" jawab Alvina singkat


Mendengar jawaban Alvina, membuat mereka semua melotot tak percaya


"Lo kalah Rifki? tanya Riko


"Iya" jawab Rifki ketus


"Phpttt..... Hahaha Boy, Riko dan Angga tidak bisa menahan tawa mereka.


"Ketawa-in aja teros" ujar Rifki kesal.


Setelah tawa mereka reda, mereka kemudian menatap Alvina yang juga tengah menatap mereka dengan ekspresi datar.


"Udah lah Rifki, lo terima aja kekalahan lo" ujar Citra angkat bicara


"Bener tuh yang dibilang sama Citra, harusnya lo terima kalau lo kalah, bukannya nuduh alina kaya tadi" tambah Angga

__ADS_1


"Lagian nih ya. Lo itu kan laki, harus nya lo ngalah sama cewek. Apalagi cewek nya pacar lo sendiri" ucap boy


"Tau tuh si Rifki gitu amat sama cewek sendiri" Riko tak mau kalah


"Ini tuh sebenernya kalian itu temen gue apa temennya Alvina sih, kok gak ada yang belain gue malah belain Alvina" kesal Rifki


"Ya kita temen lo tapi berhubung disini yang salah nya lo, jadi kita belain Alvina lah, Iya gak guys?" boy meminta pendapat yang lain.


Semua yang ada di sana dengan serempak mengangguk-angguk kan kepala nya tanda setuju dengan apa yang di bilang oleh Boy.


"Ya udah deh iya gue ngaku kalo gue kalah" ujar Rifki.


"Berarti ntar pas istirahat, lo traktir gue makan ya?." Alvina berbicara dengan senyuman merekah. 'Lumayan makan gratis-an' batin nya.


"Iya" jawab Rifki ketus.


"Jangan ketus-ketus napa bang" goda Alvina.


"Au ah." Rifki merajuk.


"Utututu.. ini pacar nya siapa sih yang ngambek" Alvina tak berhenti menggoda Rifki yang memanyunkan bibir nya.


"Ntar lo makan nya jangan banyak-banyak ya, duit gue menipis soal nya" ucap Rifki memelas.


"Beres.. lo nggak ngambek?"


"Udah enggak"


"Aduh.. baru juga kita yang bikin kalian baikan, sekarang malah jadi nyamuk lagi dah" sela Riko.


"Yeh si Riko, ganggu suasana aja lo, orang lagi mau so sweet-so sweet-an malah di ganggu, dasar usil" omel Citra.


"Bentar lagi masuk nih, ke kelas yuk" ajak Angga.


"Yuk" setuju Citra.


Mereka pun kemudian berjalan beriringan menuju ke kelas mereka.


Dan benar saja, tak lama setelah mereka masuk dan duduk di bangku nya masing-masing, terdengar suara bel berbunyi nyaring.


.


.


.


.


Tring....


Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Rifki, Alvina dan yang lain nya sudah berjalan menuju parkiran berencana untuk bermain bersama.


Namun saat Rifki akan menaiki motornya, ada yang memanggilnya sembari berlari ke arah Rifki dan memeluk nya.


"Rifki!.."

__ADS_1


__ADS_2