
"Tante!" Alvina berteriak sambil berjalan cepat menghampiri Sarah yang tengah menonton TV.
Sarah yang mendengar seseorang memanggil nama nya segera menoleh, dan betapa senang nya ia saat melihat Alvina yang berjalan ke arah nya dengan senyum lebar.
"Sayang.. kemana aja kamu? Udah lama gak ke sini" Sarah menyambut Alvina dengan hangat dan segera memeluk Alvina saat Alvina sudah ada di hadapan nya.
"Lagi sibuk tante.. gimana kabar tante?" Alvina membalas pelukan Sarah sambil menanyakan kabar nya.
"Alhamdulillah baik, terus gimana sama kamu?" Sarah menjawab sekaligus bertanya.
"Seperti yang tante liat, aku baik-baik aja" jawab Alvina sambil melepaskan pelukan nya.
"Duh ini siapa sayang?" Sarah bertanya saat mata nya tak sengaja melihat Citra yang berdiri sambil tersenyum melihat interaksi Sarah dan Alvina.
"Oh iya.. ini Citra tan, dia sahabatnya Alvina" Alvina menepuk jidat nya dan menjawab pertanyaan Sarah.
"Hai tante, kenalin Citra.. sahabatnya Alvina yang paling cantik" Citra memperkenalkan diri nya.
"Lo emang sahabat gue paling cantik, soalnya sahabat gue cuman lo doang" celetuk Alvina sambil memalingkan wajah nya enggan menatap Citra.
'Hahaha..' Sarah yang mendengar celetukan Alvina seketika tertawa.
Tapi tidak dengan Citra yang mengerucut kan bibir nya kesal karena celetukan Alvina.
"Tumben kamu ke sini tanpa tante suruh" ucap Sarah saat tawa nya reda.
"Ini tante.. Alvina mau ngomongin sesuatu sama Rifki tan" ujar Alvina.
"Oh mau ketemu sama Rifki..."
"Iya tan. Rifki nya ada kan?"
"Ada kok, tadi sih lagi di taman belakang, kamu cek aja ke sana siapa tau masih ada di taman"
"Oh.. ya udah kalo gitu Alvina nyari Rifki ya tan"
"Iya"
Alvina berjalan meninggalkan Sarah menuju taman mini di belakang rumah keluarga Anggara. Citra pun mengikuti nya si belakang.
Alvina berjalan dengan cepat, namun saat hampir sampai di taman tersebut, Alvina melambat kan langkah nya sampai pada akhir nya berhenti.
__ADS_1
Wajah yang tadi nya di hiasi senyuman, kini tergantikan oleh wajah datar tanpa ekspresi.
Citra yang melihat Alvina berhenti segera mengalihkan pandangan nya ke arah mata Alvina tertuju.
Pandangan nya jatuh pada kursi panjang di tengah taman yang di isi oleh Rifki dan Ara.
Bukan sekedar duduk-duduk saja, melainkan Ara yang menyandarkan kepala nya di bahu Rifki, dan Rifki tampak merangkul pundak Ara dan sesekali mengelus nya.
Cemburu?, Tentu saja Alvina merasa cemburu, walaupun mereka sahabat dari kecil, tapi terlalu berlebihan jika harus seperti itu. Pikir Alvina.
Hati nya terasa panas saat melihat Ara yang sedang ber-manja-manja dengan pacar nya.
Citra segera menggenggam tangan Alvina untuk mencoba menenangkan.
Tanpa berniat menghampiri Rifki, Alvina langsung membalik kan badan nya dan berjalan dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Citra menatap Alvina dengan sendu, 'Bahkan di saat lo mau operasi pun, masih ada aja masalah yang lo dapetin' ucapnya dalam hati.
Alvina berjalan cepat menuju keluar rumah, namun langkah nya terhenti saat berpapasan dengan Sarah.
"Loh loh loh.. kamu kenapa?, Itu mata nya kenapa merah gitu?" Sarah memberondong Alvina dengan pertanyaan.
"Ya udah aku pamit pulang ya tan" lanjut Alvina.
"Emang nya udah ketemu sama Rifki?" Tanya Sarah.
"Udah kok" jawab Alvina.
"Ya udah kalo gitu" ujar Sarah.
"Alvina pulang ya tan" Alvina pamit untuk yang kedua kali nya.
Sarah hanya mengangguk sebagai jawaban.
Alvina langsung bergegas menuju keluar dan menghampiri motor nya.
Usai memakai helm dan menghidupkan mesin motor nya, Alvina segera melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi.
Tujuan nya sekarang hanya satu, menenangkan diri.
Sedangkan di taman belakang, setelah kepergian Alvina dari sana, Citra masih setia berdiri memandang tempat menghilang nya Alvina.
__ADS_1
Setelah agak lama, Citra melirik ke arah Rifki dan Ara yang masih belum merubah posisi nya.
"Rifki Anggara!!" Citra meneriaki nama Rifki dengan lengkap sambil menutup mata nya menahan kesal.
Rifki fan Ara langsung menoleh ke belakang saat mendengar seseorang meneriaki nama Rifki.
"Citra.. lo ngapain di sini?" Rifki segera berdiri dan hendak menghampiri Citra yang masih berdiri menatap nya dengan tajam.
"Udah puas bikin Alvina sakit hati?!" Bukan nya menjawab pertanyaan Rifki, Citra malah melontarkan pertanyaan dengan sedikit berteriak.
"Maksud lo?" Tanya Rifki tak mengerti.
"Barusan Alvina kesini, tapi pergi lagi pas liat lo sama dia" jawab Citra menunjuk Ara yang kini tengah menatap mereka.
Rifki yang mendengar jawaban dari Citra seketika membelalakkan mata nya kaget.
"Tapi gue sama Ara gak ngapa-ngapain" elak Rifki.
"Gak ngapa-ngapain tapi kok nyender sih" sindir Citra.
Rifki seketika terdiam, ia bingung harus menjawab apa.
Rifki kemudian melirik Ara yang masih berdiri menyaksikan mereka.
"Gue pergi dulu" pamit Rifki pada Ara.
"Lo mau ke mana?" Tanya Citra.
"Ngejar Alvina" jawab Rifki sambil berlari.
"Gue ikut" teriak Citra sambil mengejar Rifki yang sudah agak jauh dari nya.
Rifki hanya mengangguk mengiyakan.
"Rifki sebenernya ada apa sih, kok semua orang kayak lagi buru-buru?" Sarah mencegat Rifki yang sedang berlari menuju garasi.
"Gak papa kok mah, aku mau pergi dulu ya" Rifki menjawab dan berpamitan, kemudian kembali berlari menuju garasi yang di ikuti oleh Citra di belakang nya.
Setelah menghidupkan mesin motor nya, Rifki dan Citra segera mengejar Alvina yang entah pergi kemana.
"Ini tuh sebenernya ada apa sih, di tanya semuanya kok malah jawab gak papa" ucap Sarah seorang diri, ia tengah berdiri mematung di depan pintu.
__ADS_1