Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
HAPPY BIRTHDAY SAYANG


__ADS_3

"Selamat sore sayang" sapa Rifki tersenyum manis saat Alvina membuka pintu.


"Kebiasaan deh kalo ketuk pintu gak sabaran banget" bukan nya membalas sapaan Rifki, Alvina malah mengomeli Rifki yang malah semakin melebarkan senyumnya.


"Lo cantik kalo lagi marah kaya gini" celetuk Rifki.


Alvina hanya mendengus saat mendengar Rifki menggodanya.


"Eh ada kalian juga ternyata" ucap Alvina saat matanya tak sengaja menangkap tiga sosok yang berdiri di belakang Rifki. Siapa lagi kalo bukan sahabat nya.


"Baru nyadar dia kalo masih ada orang di sini" gumam Boy.


Riko mengangguk pertanda setuju dengan apa yang di katakan Boy.


Angga sendiri hanya diam memperhatikan sahabat nya.


"Oh iya By, ini aku bawain hadiah buat kamu" ucap Rifki menyerahkan sebuah paper bag yang tadi di bawa nya.


"Dalam rangka apa nih ngasih hadiah segala?" Tanya Alvina sambil menerima hadiah dari Rifki.


"Massa lo lupa sih hari ini hari apa?" Rifki tampak mengerutkan keningnya heran.


"Emang sekarang hari apa?" Tanya Alvina bingung.


"Lo buka aja hadiah dari gue, di sana pasti lo bakal tau hari ini hari apa" ujar Rifki.


"Ya udah lah entar aja buka nya, masuk yuk" ajak Alvina.


Semuanya tampak masuk ke dalam rumah Alvina setelah sang pemilik rumah menyuruh untuk masuk.


"Kalian laper gak, gue sama Citra tadi masak mie, tapi cuma dua. Kalo kalian laper biar gue buatin lagi" ujar Alvina.


"Boleh tuh boleh, kebetulan banget gue lagi lapar nih" setuju Riko dengan semangat 45.


Alvina hanya tersenyum sembari berlalu pergi menuju dapur, dan membuat mie dalam tiga porsi.


"Lo masak mie lagi Na?" Tanya Citra saat melihat Alvina memasukkan mie instan ke dalam panci.


"Iya"jawab Alvina singkat.


"Buat siapa, kok banyak benget ampe tiga begitu?" Tanya Citra.


"Rifki, Angga, Boy sama si Riko" jawab Alvina sambil menuangkan bumbu mie ke dalam mangkuk.


"Oh jadi mereka yang namu, pantes aja ngetuk pintu nya gak sabaran gitu" ujar Citra.


"Kenapa gak di bawa ke sini aja mereka nya?" Tanya Citra.


"Lo gak liat kalo meja makan nya cuman muat tiga orang?" Kesal Alvina.

__ADS_1


"Oh iya ya, baru sadar gue" ujar Citra cengengesan.


"Bantuin gue bawa ini ke depan yuk" pinta Alvina saat mie yang di masak nya sudah matang dan di tuangkan ke dalam mangkuk.


"Asiaap" semangat Citra.


Saat Alvina dan Citra sampai di rumg famu dengan nampan berisi mie instan di tangan masing-masing, ternyata mereka sudah di sambut oleh semua orang yang ada di sana.


"Akhirnya jadi juga mie nya, gue udah lapar banget ini, apalagi pas tadi nyium aroma mie nya. Beuuhh mantap" celetuk Riko mengacungkan jari jempol nya.


"Ayo silahkan di makan mie nya, gak papa ya adanya cuman mie doang" ujar Boy mempersilahkan mereka untuk makan sambil tangannya yang bersiap menyuapkan mie ke dalam mulutnya.


"Yang harus nya bilang gitu itu Alvina bege bukan nya malah lo" ujar Angga melempar kertas yang sudah di remas-remas membentuk sebuah bulatan kecil.


Buk.


Tepat sasaran, kertas yang di lempar Angga mengenai kening Boy.


"Aduh sakit Angga, mendung lo juga ikut makan deh, enak tau. Rasanya tuh beda dari yang lain" ujar Boy sambil kembali melanjutkan makannya setelah tadi mengelus kening yang terkena lemparan dari Angga.


"Yang di bilang sama si Angga emang bener sih Boy, harus nya yang di bilang sama lo tadi harus nya di bilang sama Alvina. Tapi gak papa sih, gue juga emang udah laper, jadi.. mari kita makan" tambah Riko dan langsung melahap mie instan yang ada di hadapan nya.


Alvina hanya geleng-geleng kepala melihat perilaku sahabat Rifki, dan melirik ke arah Rifki yang menatap sahabatnya dengan berpangku tangan.


"Kalo udah laper makan aja Ki, kalian juga ayo makan" ujar Alvina mempersilahkan mereka untuk makan karena takut mie nya mengembang.


"Nah ini baru bener" ucap Citra.


Alvina hanya tersenyum menanggapi ucapan Citra dan ikut melahap mie milik nya.


Rifki, Angga, dan Citra pun segera melahap mie mereka setelah melihat Alvina memakan mie nya.


.


.


.


Bulan sudah mulai menampakkan dirinya, jam juga sudah menunjukkan pukul setengah delapan.


Di rumah Alvina, ia baru saja membersihkan diri nya karena baru pulang.


Tadi Alvina dan yang lain nya memutuskan untuk jalan-jalan.


Tapi anehnya, saat mereka akan pulang, semua orang memberikan nya sebuah hadiah namun mereka tidak memberi tahu bahwa hadiah itu dalam memperingati apa.


Setelah berpakaian lengkap, Alvina segera menuju ranjangnya, namun perhatian nya teralihkan saat melihat lima buah paper bag di atas meja belajarnya.


Ia segera bangkit dan mengambil semua paper bag itu dan membawanya ke ranjang.

__ADS_1


Perhatian nya tertuju pada paper bag yang paling kecil, yang di berikan oleh Rifki.


Kemudian ia mengambil paper bag tersebut dan membukanya.


Di dalam nya terdapat sebuah kotak persegi panjang berbahan beludru warna hitam dan di ikat dengan pita warna merah.


Ia menjadi semakin penasaran saat melihat bentuk wadah tersebut yang terlihat cantik.


Dengan perlahan, ia membuka nya dan betapa terkejutnya ia saat melihat apa yang ada di dalam kotak tersebut.


Di dalam nya terdapat sebuah kaling yang simpel namun elegan, dan di kotak tersebut terselip sebuah surat yang di lipat hingga berbentuk kecil.


Alvina meletakkan kalungnya lagi ke dalam kotak tersebut dan mengambil surat nya.


Ia kemudian membuka nya dan mulai membacanya.


'HAPPY BIRTHDAY SAYANG


semoga di umur kamu yang sekarang, kamu mendapatkan rejeki yang melimpah dan selalu di beri kesehatan.


sorry ya gak bisa ngasih hadiah yang mahal, tadi nya sih aku mau beliin kamu motor, tapi kata Riko cewek itu lebih suka sama perhiasan. Aku lihat-lihat juga kamu gak pake perhiasan, jadi aku beliin kamu kalung deh.


Tapi kamu tenang aja, itu beli nya pake uang aku kok. Pokoknya besok kalo sekolah kamu harus udah pake kaling yang aku kasih.


Kalo enggak di pake awas aja nanti, aku kasih hukuman ntar.


Udah lah segitu aja, bay sayang.


Muach :)


From : Rifki Anggara, pacarnya Alvina'


Begitulah kira-kira isi dari surat yang ditulis oleh Rifki untuk Alvina.


Alvina membacanya dengan tersenyum sembari menggenggam kotak yang berisi kalung yang di berikan Rifki.


Selesai membaca surat tersebut, Alvina menyimpan kembali kertasnya ke dalam kotak dan mengambil kalungnya.


Dengan tersenyum, Alvina berdiri di hadapan cermin besar dan memasangkan kalung itu.


Alvina tampak memegang kalung yang sudah terpasang di lehernya yang jenjang sambil memperhatikan lehernya yang sekarang tampak lebih cantik karena di lengkapi dengan sebuah kalung yang sangat cantik.


Ting.


Setelah beberapa saat melamun sambil memegang kalung, ponsel Alvina berdering pertanda ada pesan yang masuk.


.


.

__ADS_1


.


Author minta vote nya dong biar tambah semangat nulis nya nih😁


__ADS_2