Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Berkunjung


__ADS_3

"Ini rumahnya Alvina Rif?" Tanya Sarah saat mereka sudah sampai di rumah Alvina.


"Iya mah ini rumah nya Alvina" jawab Rifki sambil membuka pagar pembatas rumah Alvina.


Sarah tampak mengedarkan pandangan nya memandangi keseluruhan rumah milik Alvina dengan tatapan sendu.


Ia seakan tak percaya bahwa kini pacar dari anak nya adalah seorang gadis yang sangat sederhana. Berbeda dengan para mantan-mantan pacarnya yang sangat glamor dan dari keluarga kaya raya.


"Ayo ma" ajak Rifki pada Sarah yang masih setia memandangi rumah sederhana milik Alvina.


Sarah akhirnya berjalan menuju pintu rumah dengan membawa kresek besar berisikan buah-buahan dan cemilan yang sempat di beli nya tadi dalam perjalanan.


Rifki hanya berdiri di belakang tubuh Sarah yang mengetuk pintu rumah pacar nya.


Tok tok tok...


Sarah mengetuk pintu rumah Alvina sambil sesekali memanggil nama Alvina.


Saat tangan Sarah kembali akan mengetuk pintu, pintu tersebut terbuka menampakkan Alvina yang berdiri sambil memegang perut nya.


Sarah tersenyum lebar saat orang yang di tunggu nya sedang berdiri di hadapan nya.


"Tante Sarah.." panggil Alvina dengan lirih.


"Hai sayang.. gimana keadaan kamu, Rifki bilang kamu baru pulang dari rumah sakit" ucap Sarah.


Alvina melirik ke arah Rifki sekilas dan kembali menoleh ke arah Sarah dan tersenyum canggung.


"Masuk dulu tan" ujar Alvina mempersilahkan Sarah dan Rifki masuk dan kemudian berjalan perlahan-lahan mendahului nya Sarah.


Sarah dan Rifki segera masuk kedalam rumah Alvina.


Mata Sarah tampak kembali meneliti seluruh isi rumah Alvina.


Mulai dari sopa yang mulai usang, ruangan tengah yang luas nya lebih kecil dari ukuran kamar di rumah keluarga Anggara. Semua nya tak luput dari perhatian Sarah.


"Ada apa Tante ke sini? Tumben banget Tante mau mampir ke rumah Vina" ujar Alvina.


Sarah mengalihkan pandangan ke arah Alvina saat Alvina berbicara kepada nya, lalu ia tersenyum.

__ADS_1


"Gak boleh emang nya kalo Tante main ke sini? Tante kan juga mau tau rumah kamu sayang" balas Sarah.


"Bukanya Alvina gak nge-bolehin tante main, tapi Alvina takut kalo tante gak nyaman aja main ke sini. Rumah Alvina juga gak sebesar dan semewah punya tante" ujar Alvina.


"Justru tante lebih nyaman main ke rumah kaya gini sayang, dari pada main ke rumah besar tapi pemilik nya sombong kaya mantan nya anak Tante" ujar Sarah berniat menyindir anak laki-laki nya itu.


"Kok malah bawa-bawa mantan Rifki sih ma?" Ujar Rifki tak terima.


"Emangnya kenapa? Gak terima ya mantan nya di jelek-in sama orang lain?" Tanya Sarah.


Daripada meneruskan perdebatan dengan Sarah, Rifki memilih untuk diam tak menjawab.


Sarah kembali menatap Alvina.


"Oh iya sayang, ini tadi Tante beliin kamu cemilan" ujar Sarah sambil menyodorkan kantong kresek besar yang tadi di bawa nya.


"Aduh.. padahal gak usah repot-repot, lagian Alvina juga belum di bolehin buat makan banyak-banyak. Alvina cuman boleh makan pas waktu nya minum obat aja" ucap Alvina tak enak.


Sarah yang mendengar nya seketika mengernyitkan dahinya bingung. Begitu juga dengan Rifki yang menatap nya heran.


"Loh emangnya kamu kenapa sampe gak di bolehin makan banyak?" Tanya Sarah.


Sarah hendak kembali berbicara, namun suara nya tertahan dengan suara cempreng yang memanggil nama Alvina dari arah depan.


"ALVINA!.. GUE TADI KETEMU COWOK GANTENG BANGET DI DEPAN. DIA NANYAIN L.." teriak Citra dengan suara khas nya, namun terhenti saat melihat Sarah dan Rifki yang kini menatap ke arah nya.


"Eh ada tante.." ucap Citra cengengesan.


Sarah hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah gadis yang ia ketahui adalah sahabat dari pacar anak nya.


"Lo ngapain di sini Ki, belum puas nyakitin sahabat gue?" Kini Citra beralih bertanya pada Rifki.


"Bukan gue yang nyakitin Alvina" jawab Rifki seakan tak terima.


"Kalo bukan lo terus siapa lagi? Gak mungkin kan kalo tukang kebun di rumah lo yang nyakitin sahabat gue" ujar Citra sinis.


Sarah mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan Citra.


Ia bingung, kenapa anak nya itu di tuduh demikian oleh sahabat dari Alvina.

__ADS_1


"Udah deh Cit, gak usah memperpanjang masalah" ujar Alvina menengahi.


Citra menoleh ke arah Alvina dengan tatapan protes.


Citra menghela nafas nya setelah melemparkan tatapan tajam nya ke arah Rifki.


Citra akhirnya memilih untuk ikut duduk di sebelah Alvina.


Mereka mengobrol dengan sesekali di selingi dengan canda.


Namun Rifki yang biasa nya paling cerewet, kini menjadi banyak diam. Ia hanya sesekali menimpali obrolan mereka dan lebih memilih untuk memperhatikan Alvina yang wajah nya masih terlihat pucat.


Setelah menghabiskan beberapa jam untuk mengobrol, Sarah dan Rifki memutuskan untuk pulang karena mungkin saja Reno sudah pulang dan menunggu sang istri di rumah besar milik keluarga Anggara.


Usai kepergian Sarah dan Rifki dari rumah Alvina, kini Alvina dan Citra sudah berada di dalam kamar Alvina.


"Tadi pas lo masuk lo teriak-teriak ngomongin cowok. Dia nyariin siapa?" Tanya Alvina pada Citra.


"Dia nyariin lo" jawab Citra.


Alvina mengernyit heran saat Citra menjawab demikian.' Tumben ada yang nyariin' guman Alvina dalam jati.


"Lo kenal gak dia siapa?"


"Kenal sih enggak, cuman...


.


.


.


.


**Sorry nih ya author update nya cuman dikit, author lagi buntu nih. Tapi tenang aja, besok author bakal update lebih banyak dari biasanya.


Terus ikutin cerita ini sampe tamat ya guys. Sebentar lagi juga bakal tamat deh kayak nya nih novel.


Dukung terus karya author dengan cara like, komen, and Vote. Kalo suka sama cerita nya tolong sumbangkan poin dengan berbentuk hadiah ya🙃😊**

__ADS_1


__ADS_2