Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Buket


__ADS_3

Setelah beberapa saat, motor yang dikendarai oleh Rifki berhenti tepat didepan rumah makan sederhana.


"Kita makan disini aja ya?, gak papa kan?" tanya Rifki ketika selesai memarkirkan motornya.


"Justru ini nih yang gue cari, kebetulan gue lagi mau makan seblak" jawab Alvina seraya turun dari atas motor dan membuka helmnya.


"Bagus deh kalo gitu. Bentar gue lepas helm dulu abis itu kita masuk" ujar Rifki sambil turun dari atas motor.


"Gue duluan aja deh, udah gak sabar pengen nyobain seblak di sini" ujar Alvina berjalan meninggalkan Rifki di parkiran.


"Tungguin dong by... massa pacar nya di tinggal sih" gerutu Rifki sambil berlari menyusul Alvina yang sudah duduk di bangku yang sudah di sediakan.


Sedangkan Alvina yang mendengar gerutu-an Rifki memilih untuk acuh tak acuh, ia lebih memilih untuk memesan makanan yang ingin ia makan.


"Lo mau mesen apa? biar sekalian gue yang pesen" tanya Alvina.


"Gue mau bakso aja tapi jangan yang pedes ya" jawab Rifki.


"Ouh oke " ujar Alvina dengan senyum mengembang dan segera memanggil salah satu pelayan.


Pelayan itu tampak menghampiri keduanya dengan senyuman ramah.


"Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya nya sembari mengeluarkan buku catatan seperti memo yang berukuran kecil untuk mencatat pesanan pelanggan.


"Saya mau bakso satu, seblak nya satu, sama es teh manis nya dua ya mbak" pinta Alvina.


"Seblak nya mau yang level berapa kak?" tanya pelayan tadi.


"Level paling tinggi aja ya mbak" jawab Alvina.


"Mohon di tunggu ya kak." Setelah mengatakan hal tersebut pada Alvina, pelayan tadi pun pergi.


"Masih pagi udah makan makanan yang pedes" protes Rifki.


"Gak papa kali, udah biasa juga" jawab Alvina.


"Iya udah biasa, tapi kan perut kamu lagi kosong kalo langsung makan makanan yang pedes ntar lambung kamu bermasalah lagi" omel Rifki.


"Udah deh gak usah ngomel-ngomel kayak mak-mak, sakit kuping gue denger nya" balas Alvina.


"Gue ngomel juga buat kebaikan lo by" jawab Rifki.


"Sok perhatian" ujar Alvina.


"Terserah deh kalo gak mau di dengerin juga gak papa, yang penting gue udah ngasih tau" ujar Rifki.

__ADS_1


Tak berapa lama, pesanan mereka pun datang. Tanpa menunggu lama, setelah makanan mendarat di atas meja mereka langsung memakan makanan tersebut dengan lahap.


Berbeda dengan Rifki dan juga Alvina, di tempat lain tepat nya di cafe Asmara.


Tampak tiga orang gadis tengah menunggu kedatangan seseorang.


Lima menit kemudian seseorang yang sedang mereka tunggu akhirnya datang ke meja yang mereka duduki.


"Sorry telat" ujar gadis tersebut.


"Gak papa kok santai aja" jawab yang lain.


"Langsung ke inti nya aja, jadi gimana rencana nya?" tanya salah satu dari mereka yang bernama Claudia.


"Gue mau batalin rencana kita buat ngerusak-in hubungan nya Rifki" ujar gadis yang baru datang yang bernama Tiara.


"Loh kenapa?, Bukan nya kemaren lo yang paling semangat ya" heran Anggel.


"Ya gak papa sih, gue gak mau aja liat Rifki sedih gara-gara kehilangan cewek nya yang sekarang, soal nya kemaren gue liat dia keliatan bahagia banget sama cewe nya" jawab Tiara.


"Loh gak bisa gitu dong, kemaren kan kita berempat udah sepakat buat misahin mereka, kok sekarang jadi berubah pikiran sih" kesal Rissa.


"Ya kalo kalian mau lanjutin rencana nya dih silahkan gue gak bakal ngelarang kok, tapi gue gak mau terlibat sama rencana kalian" balas Tiara.


"Lagian menurut gue, liat Rifki bahagia aja udah cukup buat gue. Tadinya sih gue gak bakal dateng ke sini, tapi takut nya ntar kalian nungguin gue. Gue pulang duluan ya, soal nya masih ada urusan" lanjut nya.


"Bener juga sih apa yang di bilang sama Tiara, tadi juga pas gue lagi di jalan, gue liat Rifki sama cewek nya. Rifki keliatan seneng banget, beda sama pas pacar sama gue" tambah Claudia.


"Gue ikut Tiara aja deh kayaknya, jadi permisi" lanjut nya sambil pergi meninggalkan Rissa dan Anggel.


"Loh loh loh loh, kok pada pergi gini sih. Jangan bilang kalo lo juga ikutan kaya mereka lagi" kesal Rissa.


"Sorry" ucap Anggel memberikan senyuman dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan Rissa.


"Terus gue gimana dong, ihhh semua gagal kan. Kalo gini buat apa kemaren gue nge-hasut mereka, gak guna" kesal Rissa.


"Setelah puas meng-gerutu tak jelas, Rissa akhirnya meninggal kan mejanya dengan perasaan dongkol.


-•°•°•°•°•°•°•-


Setelah puas berkeliling dan mencicipi makanan yang mereka temukan di jalan, Alvina akhir nya memutus kan untuk mengajak Rifki pulang, karena mengingat hari sudah mulai sore.


"Mending kita ke pantai dulu yuk, kita liat sunset, udah lama juga gue gak liat sunset" ujar Rifki saat Alvina mengajak nya untuk pulang.


"Gak mau ah, gue capek mau istirahat. Gak puas apa seharian jalan sama gue?" tolak Alvina.

__ADS_1


"Kalo jalan nya sama lo mah gue gak bakalan puas. Ayok dong bentar doang kok, ntar gue anterin pulang deh" tawar Rifki.


"Dihh pulang sendiri juga gue bisa kali" balas Alvina.


"Ayok dong, bentar aja" bujuk Rifki.


"Sekarang kan cuaca nya lagi bagus, sunset nya juga pasti bakalan bagus. Ya mau ya" lanjut nya.


"Ya udah deh ayok" ujar Alvina.


"Seriusan mau?" tanya Rifki sumringah.


Alvina hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan Rifki kepada nya.


"Ya udah let's go" ucap Rifki semangat.


Setelah beberapa menit di perjalanan, motor yang dikendarai oleh Rifki akhirnya sampai di sebuah pantai dengan hamparan pasir yang luas.


Dengan segera Rifki turun dari motor nya dan mengajak Alvina untuk berjalan-jalan di tepi pantai sambil bergandengan tangan.


Setelah puas menyusuri tepi pantai, Rifki dan Alvina memutuskan untuk duduk di sebuah karang besar yang ada di sana sambil menunggu sunset yang belum muncul.


Awalnya memang hanya duduk bersebelahan, tapi lama kelamaan Rifki mencoba menarik kepala Alvina agar bersandar pada pundak nya.


Alvina pun tak menolak, ia malah merasa nyaman saat bersandar di pundak Rifki.


"Na" panggil Rifki memecah keheningan.


"Hmm" jawab Alvina.


"Kalo misalnya lo udah gak nyaman atau udah gak sayang sama gue, lo ngomong aja ya sama gue" pinta Rifki.


"Sekarang juga gue gak sayang sama lo" ucap Alvina santai.


Deg...


Rifki yang mendengar ucapan Alvina pun langsung menoleh ke arah Alvina dengan wajah memelas.


Hati nya terasa tertusuk duri saat Alvina berkata bahwa ia tidak menyayangi nya.


"Serius?" tanya Rifki.


"Terus kalo lo gak sayang sama gue, kenapa lo nerima gue jadi pacar lo?" lanjut Rifki.


"Ya karena gue kasian aja sama lo" jawab Alvina.

__ADS_1


"Gue gak mau kalo gue di terima sama lo dengan alasan kasian Na, padahal waktu gue nembak lo jawab jujur aja sama gue" ujar Rifki dengan nada bergetar menahan sakit di dada nya.


__ADS_2