Cewek Dingin & Cowok Playboy

Cewek Dingin & Cowok Playboy
Menjenguk


__ADS_3

Saat tiba waktubnya pulang sekolah, Rifki segera bersiap-siap untuk pulang. Begitu juga dengan yang lain.


"Ga.. lo jadi ikut kan?" Tanya Rifki.


Angga mengangguk sebagai jawaban sambil berjalan menuju parkiran.


"Dia yang di ajak, napa dia yang ninggalin?" Gumam Rifki sambil mengikuti Angga.


Setelah mereka berdua siap di atas motor nya masing-masing, tampa Boy dan Riko berlari menghampiri mereka.


"Kalian mau pada kemana sih, kok gak ngajak kita?" Tanya Riko dengan nafas tersengal karena baru saja berlari dengan jarak yang lumayan jauh.


"Kalo mau ngikut ngikut aja, gak usah banyak nanya" ucap Angga.


Riko dan Boy saling berpandangan kemudian tersenyum lebar.


Tanpa mengatakan apapun, Riko dan Boy menaiki motor milik Angga dan Rifki.


"Lah napa jadi naik ke motor gue?" Tanya Rifki.


"Mau ikut lah, ntar kalo kita ngambil motor kita yang ada di ujung sana, kita malah di tinggalin sama kalian. Sedang kan kita berdua gak tau tujuan kalian kemana" jawab Boy sambil menunjuk motor nya yang berada jauh dari posisi mereka sekarang.


Riko yang berada di belakang Angga mengangguk membenarkan jawaban Boy.


"Ya udah lah, terserah kalian" pasrah Rifki.


"Rumah sakit mana?" Tanya Angga pada Rifki sambil menghidupkan mesin motor nya.


"Rumah sakit Medika" jawab Rifki.


Tanpa berbicara lagi, Angga segera melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit yang di maksud Rifki.


Riko yang belum siap saat Angga melajukan motor nya hampir saja ia terjatuh. Untung saja tangan nya segera berpegangan pada seragam sekolah Angga sehingga ia tak jadi jatuh.


"Astaghfirullah... Angga kalo mau majuin motor tuh bilang, bukan nya malah langsung gas. Lo mau gue mati karena lo?" Omel Riko ada Angga.


"Lo mati juga gak bakalan bikin gue rugi" ujar Angga santai.


Riko yang mendengar kalimat yang diucapkan oleh Angga menjadi sangat kesal.


"Kalo gue mati, gue pastiin.. lo adalah orang pertama yang bakal gue datengin. Terus gue bakalan ngajakin lo ikut sama gue" kesal Riko.


"Kan sekarang lo nya masih hidup, jadi gue gak bakal di datengin sama lo" balas Angga.


"Iya dah terserah lo, kalah mulu gue kalo ngomong sama lo" pasrah Riko.


Angga yang mendengar ucapan Riko hanya menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum di balik helm full face yang di pakai nya.


"Dasar temen lakcnut, gue malah di tinggalin" gerutu Rifki saat Angga meninggalkan nya.


"Gak usah menggerutu, mending jalanin aja motor nya" usul Boy.

__ADS_1


"Lah iya juga ya" ucap Rifki.


Rifki kemudian melajukan motor nya mengejar Angga yang sudah jauh.


Singkat cerita, kini mereka berempat sudah sampai di depan rumah sakit Medika.


Riko turun dari atas motor Angga dengan melihat sekeliling.


"Siapa yang sakit?" Tanya Riko.


"Alvina" jawab Angga sambil ikut turun dari motor nya.


"Alvina emang nya sakit apaan?" Tanya Riko lagi.


"Lo liat aja sendiri nanti" jawab Angga acuh.


"Gue kira tadi mau ke mall atau kemana kek yang seru-seru gitu, eh tau nya malah ke rumah sakit. Tau gini tadi gue gak bakalan ikut dah" celetuk Boy sambil menghampiri Angga dan Riko.


"Siapa yang tadi nyuruh lo ikut?" Tanya Rifki yang entah sejak kapan sudah berada di belakang Boy.


Boy menoleh ke arah Rifki sambil memamerkan giginya yang berbaris rapi.


"Kalo mau balik lagi juga gak papa kok, gue juga gak butuh lo" tambah Rifki.


"Nah di usir kan jadi nya, maka nya kalo ngomong tuh di saring dulu biar gak nge-bahayain diri lo sendiri" sindir Riko.


Boy hanya mendengus mendengar sindiran dari Riko yang di tujukan untuk nya.


"Mau pada masuk gak sih?" Tanya Angga mulai kesal.


Riko dan Boy yang melihat Rifki dan Angga meninggalkan mereka hanya menggerutu sambil berjalan cepat mengikuti Rifki dan Angga.


"Gara-gara lo nih, kan kita jadi nya di tinggalin lagi tuh" tuduh Boy pada Riko.


"Napa jadi nyalahin gue, tadi kan yang mulai duluan lo" ujar Riko tak mau kalah.


"Udah lah, ntar kita malah ketinggalan jauh lagi" peringat Boy.


.


.


Rifki dan Angga kini sudah ada di depan meja pendaftaran.


"Permisi Sus.. di sini ada pasien yang namanya Alvina Azzira Putri gak Sus?" Tanya Rifki pada perawat yang bertugas di depan.


"Sebentar ya Mas, saya cek i dulu" ujar perawat tersebut.


Rifki mengangguk mengiyakan.


"Pasien atas nama Alvina Azzira Putri berada di ruangan VIP no 26 di lantai tiga Mas" jawab Perawat tersebut setelah tadi mengecek nama-nama pasien yang ada di rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Makasih ya Sus" ucap Rifki berterimakasih.


Perawat tersebut hanya mengangguk sambil tersenyum menanggapi ucapan terimakasih dari Rifki.


Rifki kemudian menarik Angga menuju lantai tiga.


Sedangkan Riko dan Boy yang mengikuti mereka di belakang segera berjalan mengikuti Rifki dan Angga lagi.


Setelah sampai di depan ruangan Alvina, Rifki berhenti saat melihat Alvina terbaring lemah di atas brangkar sambil memejamkan mata nya dari dinding yang terbuat dari kaca.


"Mau masuk gak?" Tanya Angga.


Rifki yang masih memandangi Alvina dari balik kaca segera menoleh ke arah Angga, kemudian menghampiri pintu.


Tok.. Tok.. Tok..


Ceklek..


Rifki mengetuk pintu ruangan Alvina kemudian langsung membuka nya tanpa menunggu jawaban dari sang pemilik ruangan. Karena ia tau bahwa sang pemilik ruangan tak akan membuka kan pintu untuk nya.


Saat Alvina merasa ada yang mengetuk dan membuka pintu ruangan nya segera membuka mata nya dan menoleh ke arah pintu.


Di dapati-nya Rifki yang masih memegang gagang pintu sambil menatap ke arah nya.


Alvina mengangkat satu alisnya ke arah Rifki yang masih berdiri mematung.


"Boleh masuk?" Tanya Rifki.


"Serah" jawab Alvina sambil meletakkan tangan nya di atas wajah nya untuk menutupi mata nya.


Rifki dan yang lain akhirnya masuk ke dalam ruangan Alvina.


Rifki duduk di sebelah brangkar Alvina, sedangkan yang lain duduk di sofa di sudut ruangan.


"Ngapain ke sini?" Tanya Alvina tanpa mengubah posisi nya.


"Emangnya gak boleh ya jenguk pacar sendiri?" Rifki balik bertanya.


"Masih ngaku pacar juga lo?" sindir Alvina.


.


.


.


.


Dukung terus karya aku dengan cara like, komen, and Vote. Kalo suka sama ceritanya tolong sumbangkan poin dengan berbentuk hadiah ya🙃😊


Untuk episode yang judul nya 'Curhat' saya mohon maaf atas kesalahan nya 🙏. Sebenernya saya udah coba hapus, tapi gak bisa. Kalo ada yang tau cara nya nge-hapus episode tolong kasih tau author ya🙏

__ADS_1



Tuh kalo gak percaya, saya bingung jadi nya.


__ADS_2