
"sekarang aku udah jawab jujur, kamu maafin aku kan?" Tanya Rifki dengan hati berdebar-debar menunggu jawaban dari Alvina.
"Oke" jawab Alvina singkat.
"Oke apa?" Tanya Rifki.
"Gue maafin lo" jawab Alvina tanpa menoleh ke arah Rifki yang kini menatap nya dengan senyuman.
"Serius?" Tanya Rifki memastikan.
Alvina hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang di lontarkan Rifki.
Rifki yang melihat Alvina mengangguk seketika semakin melebarkan senyumnya dan menghambur memeluk Alvina.
"Yes" ujarnya kegirangan.
"Ehem" Alvina berdehem menyadarkan Rifki supaya melepaskan pelukan nya.
Rifki yang mendengar deheman Alvina seketika melepaskan pelukan nya sambil cengengesan.
Alvina hanya menoleh ke arah Rifki dan memutar bola matanya melas saat melihat kelakuan Rifki.
Kemudian Alvina bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju pintu masuk.
"Mau kemana by?" Tanya Rifki saat melihat Alvina yang hendak masuk, Rifki juga ikutan berdiri dan menghampiri Alvina yang sedang membuka pintu.
"Masuk lah, lo juga pulang sana" jawab Alvina dan menyuruh Rifki untuk pulang.
"Ntar aja pulang nya. By.. ubah lagi ya panggilannya, jadi aku kamu lagi kayak kemaren-kemaren" ujar Rifki.
Alvina yang mendengar perkataan Rifki pun menoleh ke arah Rifki dan mengangguk sebagai jawaban.
Rifki tersenyum melihat respon Alvina, dan ikut masuk saat Alvina masuk ke dalam rumah.
"Ngapain ikut?" Tanya Alvina sambil memberhentikan langkahnya dan membuat Rifki menabrak punggung Alvina yang tiba-tiba berhenti.
"Mau main" jawab Rifki.
__ADS_1
"Ini udah malem, mending pulang gih, besok aja main nya" suruh Alvina.
"Bentar doang kok" ujar Rifki memelas.
"Enggak. Pokoknya balik sekarang" balas Alvina tegas.
Rifki sontak menggeleng kan kepala nya pertanda menolak.
Alvina menghembus kan nafas nya sambil mengusap wajah nya kasar.
"Balik sekarang, atau gue teriak dan bilang ada yang masuk rumah tanpa ijin terus lo di gebukin warga sini" ancam Alvina.
"Kok manggil nya masih lo gue sih by.. kan aku udah bilang, panggilan nya di ganti lagi" protes Rifki.
"Iya iya, aku belum terbiasa Rifki" greget Alvina.
"Udah sono balik" ucap Alvina mengusir.
"Kalo gak mau balik juga aku teriak beneran nih ya" ancam Alvina lagi.
"Iya iya aku pulang sekarang, tapi besok aku ke sini lagi ya. Atau kalo kamu gak ada di rumah, aku bakal ke cafe" final Rifki.
"Aku pulang dulu ya by, sampai jumpa besok ayang nya Rifki" pamit Rifki tersenyum sambil mengedip kan sebelah mata nya.
Alvina hanya memutar bola mata nya jengah melihat kelakuan Rifki.
Usai berpamitan pada pemilik rumah, Rifki segera menaiki motor nya dan melaju kan motor nya ke rumah nya sendiri.
Setelah motor Rifki hilang dari pandangan, Alvina segera masuk ke dalam rumah nya dan menutup pintu lalu mengunci nya.
Alvina langsung bergegas ke kamar nya untuk tidur, karena tadi sebelum Rifki datang, Alvina sudah selesai membersihkan diri.
.
.
.
__ADS_1
Berbeda dengan Alvina yang sudah terlelap dalam tidur nya, kini Rifki masuk ke dalam rumah nya dengan mengendap-endap seperti maling.
Namun sayang, walaupun ia sudah berjalan dengan mengendap-endap, tetap saja ada yang menghentikan langkahnya saat ia akan menaiki anak tangga ke dua.
"Ehem.." orang yang melihat Rifki berjalan mengendap-endap segera berdehem sambil bersedekap dada menghadap Rifki.
Rifki seketika menepuk jidat nya sambil meringis karena aksi nya ketahuan oleh orang rumah.
Dengan perlahan ia membalik kan badannya melihat orang yang melihat aksi nya.
Saat ia menoleh, ia di kaget-kan oleh dua makhluk yang sedang bersedekap dada melihat nya.
"Dari mana aja jam segini baru pulang, ini udah jam sepuluh loh Ki" ujar orang yang berdehem tadi yang ternyata Sarah.
Sedangkan orang yang berdiri di sisi kanan Sarah adalah Ara.
Awalnya mereka berdua ingin mengambil minum di dapur, namun saat mereka akan kembali ke kamar nya masing-masing mereka melihat satu bayangan yang berjalan dengan pelan menuju lantai atas, sehingga membuat mereka penasaran dan akhirnya mengikuti bayangan tersebut yang ternyata Rifki yang baru saja pulang.
"Eh kalian.. itu anu emm.." Rifki gelagapan saat akan menjawab pertanyaan Sarah.
"Gak usah gagap gitu juga kali Ki jawab nya" celetuk Ara.
"Hehehe.. aku tadi dari rumah Alvina mah" jawab Rifki sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
Sarah menghembus kan nafasbnya dan menoleh ke arah Ara yang masih setia berdiri di sisi nya.
"Ikut mamah dulu yuk, ada yang mau mamah omongin" ujar Sarah mengajak Rifki ke ruang keluarga.
"Oh iya, Ara kamu panggil om Reno dulu gih. Bilangin kalo Rifki udah bilang" titah Sarah kepada Ara.
"Siap tante" Ara langsung pergi untuk memanggil Reno.
Lima menit kemudian, semua nya sudah berkumpul di ruangan keluarga.
"Mau ngomongin apaan sih mah pah?" Tanya Rifki penasaran.
"Ini soal Ars" jawab Sarah.
__ADS_1
"Emang nya kenapa sama Ara?" tanya Rifki lagi sambil melirik Ara yang menunduk kan kepala nya.