
" kenapa ciuman nya sangat mirip dengan ciuman Aisyah?" batin Apip
Alexa begitu terburu buru mencium bibir Apip hingga Apip pun kesusahan untuk menangani ciuman Alexa, hingga dia pun tak bisa bernafas
sungguh Apip di buat gugup akan situasi saat ini, bagaimana mungkin dia saat ini tengah berciuman dengan wanita lain, ini adalah hal yang tidak benar!
namun tubuh Apip pun merespon ciuman Alexa yang terbilang cukup panas, mungkin ini adalah efek dia sudah lama tidak bercinta bahkan ini adalah kali pertama nya berciuman setelah istri nya meninggal
" kenapa tubuh ku menginginkan Alexa?, tidak Apip! kendalikan dirimu! ini tidak benar! oh astaga tapi diriku tidak tahan!" batin Apip yang mulai membalas ciuman Alexa
bahkan dirinya menekan tengkuk Alexa untuk memperdalam ciuman nya, Alexa semakin dibuat gerah dan panas karena Apip pun merespon ciuman nya bahkan membalas ciuman nya
Apip menghentikan ciuman nya dan menatap Alexa dengan nafas yang tersengal-sengal begitupun sebaliknya dengan Alexa yang juga membalas tatapan Apip dengan nafas yang memburu, mata kedua nya sudah tertutup gairah
" bolehkah tuan? saya tidak tahan untuk menahan nya! tubuh saya terasa panas!, tolong bantu saya!" ucap Alexa dengan mata yang sudah tertutup gairah, Alexa masa Bodo dengan dirinya nanti yang akan di anggap wanita murahan asalkan panas di tubuh nya hilang
" saya tidak bisa Alexa! ini adalah hal yang salah!" jawab Apip, meski dirinya juga 'menginginkan nya' tapi Apip tidak mau melampaui batas, dia tidak mau 'melakukannya' jika belum menikah
" tolong bantu saya tuan! saya tidak sanggup! akkkhhhhhh panas!" ucap Alexa
" tapi ini salah!" balas Apip
" tidak papa jika anda tidak mau membantu saya, saya akan pergi, maaf atas tindakan lancang saya tadi!" ucap Alexa, dia pun pergi dari ruangan Apip
namun, saat akan memutar kenop pintu tangan nya di tarik dan tubuhnya langsung di kunci oleh Apip sehingga Alexa tidak bisa bergerak sedikit pun
" kau membuat ku gila Alexa!" Apip langsung mencium Alexa dengan rakus nya, dia mencium Alexa dengan terburu buru
Alexa mengalungkan tangannya ke leher Apip dan membalas ciuman Apip, Apip semakin menekan tengkuk Alexa agar memperdalam ciuman mereka, hingga mereka pun terbuai dalam perbuatan yang seharusnya mereka tidak lakukan!
*****
" tuan Fikri?" panggil seorang wanita yang ternyata adalah resepsionis yang sempat berpapasan dengan Alexa, Fikri menoleh ke arah belakang
" ada apa?" tanya fikri dingin
" apa tadi ada seorang wanita yang keruangan tuan Apip? karena tadi ada seorang wanita yang ingin menemui tuan Apip dan dia mungkin langsung ke ruangan tuan Apip saat saya akan menanyakan nya pada anda!" jawab resepsionis tadi menjelaskan
" iya, dia adalah client tuan Apip" ucap Fikri
" oh begitu, baiklah maaf mengganggu waktu anda tuan" ucap resepsionis itu Fikri hanya mengangguk lalu melanjutkan langkah nya
__ADS_1
*****
" omah!" panggil Maira
" kenapa sayang?" jawab Luna
" kemarin kemarin Maira ketemu sama Tante cantik" ucap Maira dengan suara gemoy nya itu
" Tante cantik?, siapa?" tanya Luna penasaran, ini adalah kali pertama Maira membicarakan seorang wanita yang mungkin saya juga dia temui bersama Apip putra nya
" kata papi, Tante cantik itu teman nya papi" jawab Maira
" teman papi?" Maira mengangguk
" omah tau Ndak?" tanya Maira, Luna hanya menggelengkan kepalanya
" kan Maira belum bilang sama omah" jawab Luna dengan tersenyum tipis pada cucu nya itu
" eh iya Maira lupa, hehehe" ucap Maira terkekeh
" memang nya ada apa cucu omah tersayang?" tanya Luna
" Tante cantik itu mirip banget cama Poto mommy yang papi berikan pada Maira" jawab Maira
" udah omah, mommy Aisyah cantik banget mirip deh sama Tante cantik" jawab Maira
" oh ya?" Maira mengangguk girang
" tapi----" Luna mengerutkan keningnya ketika melihat Maira menundukkan kepalanya
" tapi kenapa sayang?" tanya Luna
" Maira pengen Tante cantik jadi mommy Maira omah, Maira pengen punya mommy kaya temen temen Maira" jawab Maira yang masih menundukkan kepalanya
hati Luna tiba tiba tersentil karena ucapan Maira, bohong jika diri nya tidak kasihan pada cucu nya itu, bohong jika dia juga tidak mau memiliki menantu baru, bohong jika dia tidak khawatir dengan masa depan Maira yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu
" sebegitu ingin nya kamu ingin memiliki ibu nak? omah sangat kasihan dengan kamu, pasti kamu tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu, maafkan omah yang tidak bisa apa-apa Maira, maafkan omah!". batin Luna sedih
" omah?" Luna tersadar dari lamunannya dan menatap ke arah Maira yang juga tengah menatap nya
" iya kenapa cucu omah tersayang?" tanya Luna
__ADS_1
" omah kenapa omah tadi melamun?" tanya Maira
" ah tidak papa Maira, hanya saja omah sedang memikirkan sesuatu" jawab Luna
" ah iya kamu mau bilang apa sayang?" tanya Luan kembali berusaha mengalihkan pembicaraan
" omah bantuin Maira bilang sama papi cupaya papi mau cariin Maira mommy, Maira pengen punya mommy omah!" ucap Maira dengan nada merengek
" tapi Maira papi kamu itu sangat keras kepala" jawab Luna
" aaaaaaaa omah! tolongin bilangin cama papi omah!" ucap Maira dengan nada merengek
" hei! kenapa sikap mu sudah seperti mommy mu itu? kau sangat mirip dengan mommy mu sayang!" ucap Luna mencubit pelan kedua pipi Maira yang terlihat sangat gemas di matanya
" omah tolongin Maira ya omah, plis omah plissss" ucap Maira yang tak henti henti nya merayu omah nya itu
" iya deh nanti omah bilang sama papi kamu ya" jawab Luna, seketika itu Maira langsung senang bukan main dan meloncat loncat
" asikkk makasih omah, omah memang yang terbaik" ucap Maira
" iya sayang" balas Luna
" omah tapi papi pulang jam berapa?" tanya Maira pada omah nya itu
" mungkin nanti malam" jawab Luna
" oh gitu ya" Luna hanya tersenyum
" makan siang dulu yu" ucap Luna pada cucu kesayangan nya itu
" yuk" balas Maira
*****
di siang bolong ini kedua insan masih sama sama tenaga melakukan hal yang seharusnya mereka tidak lakukan! Alexa dan Apip sudah terbuai dengan permainan mereka sendiri
kini ruangan itu menjadi ruangan yang sangat panas dan juga menggairahkan bagi kedua insan yang tengah bergumul tersebut
" ahh pelan pelan" ucap Alexa dengan nada mendesah karena Apip terus menerus memompa nya
" bersiaplah" balas Apip
__ADS_1
" tapi ini sakit Apip!" ucap Alexa
" kau bukan perawan Alexa!" ucap Apip