
" ya saya memiliki seorang putri" jawab Apip, ekspresi nya kini berubah menjadi dingin jika tadi di berpura-pura menutupi jantung nya yang terus berdetak tapi lain halnya dengan ini dia memang benar benar ber-, ekspresi dingin seperti sediakala
" berapa umur anak anda?" tanya Alexa, dia memang sengaja ingin menanyakannya langsung kepada orang yang selalu ada dalam mimpinya
" 4 tahun" jawab Apip
lagi... suasana kembali menjadi hening dan mereka berdua sama sama diam bak patung gak si?, ah becanda mereka larut dalam pikiran masing masing
" nona"
" tuan"
Alexa dan Apip berbicara secara bersamaan Alexa hanya tersenyum canggung sedangkan Apip? pria itu malah terlihat biasa saja bahkan wajahnya masih dingin dan datar
" Alexa!!! ini bukan dirimu!! kemana Alexa yang dingin? haiss kenapa aku bersikap formal dengan pria satu ini?! kenapa rasanya ingin sekali memeluk nya! astaga Alexa apa yang kau katakan!!"
Apip mengerutkan keningnya melihat Alexa yang menggelengkan kepalanya, dia seolah berpikir kenapa dengan wanita ini? apa amnesia nya kambuh?
" nona apa anda baik baik saja?" tanya Apip
Alexa pun tersadar kala Apip bertanya, dia di buat malu akan tingkahnya sendiri ya dia memang sadar bahwa tadi dia sempat seperti orang gila yang menggelengkan kepalanya sendiri
" hancur lah sudah gelar ku sebagai Donna Forte, wanita kuat, dingin, tangguh, memalukan Alexa!" batin Alexa menjerit
" sebaiknya anda pulang tuan saya ingin beristirahat" Alexa membalikkan tubuhnya ke samping dan membelakangi Apip yang diam mematung
Apip tidak terlalu memikirkan hal tersebut diapun keluar dari ruangan tersebut, dia berpikir ya memang Alexa butuh istirahat dan dia tidak harus menemani nya bukan?
" apa dia sudah pergi?" Alexa masih dengan posisi seperti itu
setelah cukup lama tidak mendengar suara suara dia pun kembali membalikkan badannya menjadi terlentang dan dilihatnya ke arah samping, kosong! berarti tuan Apip sudah pulang
" hah kenapa suasana tadi sangat canggung, dan akkhhh kepala ku sakit" Alexa memegang kepala nya yang kembali berdenyut nyeri
tiba tiba sekelebat bayangan muncul dimana ada seorang pria dan wanita yang sangat mirip dengan nya, pria itu seperti tengah berada dalam kamar wanita yang tengah sakit
" akkhhh sakit!" Alexa berteriak cukup kencang dan itu terdengar oleh suster yang memang kebetulan lewat di depan ruangan yang Alexa tempati
" astagfirullah ya Allah siapa yang menjerit?" suster tersebut khawatir mendengar jeritan seseorang dia pun mengecek ke pintu kamar Alexa dan benar saja Alexa lah yang tengah berteriak sambil memegang kepala nya
suster tersebut pun langsung berlari mencari dokter, setelah mengabari dokter dia juga beserta dokter dan beberapa suster kembali ke kamar Alexa dan Alexa masih saja berteriak
" nona Alexa tenang!" ucap dokter yang adalah dokter Fadly yang sempat menangani nya tadi
" akkhhh sakit dok!" teriak Alexa
" suster pegang tangan dan kaki nya" suruh dokter Fadly
dokter Fadly pun mengeluarkan suntikan dan langsung di suntikan pada Alexa, tak lama kemudian Alexa pun kembali tenang dan tertidur
__ADS_1
" apa anda menyuntikkan obat penenang dokter?" tanya salah satu Suster
" saya menyuntikkan obat pemulihan ingatan" jawab dokter Fadly singkat
" dokter, itu sangat berbahaya bagi pasien!" sahut suster
" nona Alexa tengah mengalami amnesia dan saya menyuntikkan obatnya untuk memulihkan ingatan beliau dan juga rasa sakit nya" jelas dokter
suster itu tampak malu karena berpikiran negatif terhadap dokter, dokter Fadly hanya tersenyum tipis melihat ekspresi suster tadi
" siapa nama mu? seperti kau suster baru di rumah sakit ini?" tanya dokter Fadly
" ah iya saya baru 2 Minggu bekerja di sini dok!" jawab suster tersebut
" siapa nama mu?" tanya dokter Fadly sekali lagi
" nama saya Firda, Firda Widyasari" jawab cepat Suter Firda
"nama yang cukup bagus". batin dokter Fadly
setelah mengetahui nama suster tersebut Fadly pun meninggalkan ruangan tersebut, sedangkan Firda dia hanya diam melihat Fadly meninggalkan ruangan tersebut
" fir" panggil suster lain nya emmm sebut saja namanya Diana
" ah iya?" Firda menoleh ke arah Diana yang tadi memanggil namanya
" loh emang nya kenapa na?" tanya Firda heran
" dia itu dokter Fadly dokter terrrrrr dingin di rumah sakit ini, lu tau gak?" jawab Diana
" terus?"
" ada rumor tentang dokter Fadly" ucap Diana
" rumor?" tanya Firda penasaran
" iya, lu tau gak rumor apaan?" tanya balik Diana
Firda hanya menggelengkan kepalanya mendapat pertanyaan dari Diana, dia jadi berpikir bukankah tadi dia yang bertanya? lah kenapa teman nya ini malah balik bertanya?
" katanya dokter Fadly itu Gay"
" hah?" shock Firda
" gay?" Diana mengangguk
" astagfirullah na, jangan asal bicara Napa di saring dulu kalo mau ngomong" Firda memilih meninggalkan Diana seorang diri di depan ruangan kamar Alexa
" lah tu anak di bilangin nya" diana juga meninggalkan kamar Alexa tersebut
__ADS_1
****
" tuan" ucap Fikri
" hm?" Apip hanya menjawab dengan deheman saja, karena saat ini dia tengah sibuk dengan berkas berkas di tangan nya terutama yang berada di meja nya
" nona Alexa ingin mengulang pertemuan kembali dengan perusahaan" ucap Fikri
Apip menghentikan pekerjaan nya dan melihat ke arah Fikri
" apa dia sudah pulang?" tanya Apip
" sudah tuan, kemarin dia ingin memaksa pulang" jawab Fikri
" cih! dasar kerasa kepala baru satu hari!" gumam Apip
Fikri semakin dibuat bingung dengan sikap Apip akhir akhir ini setelah pertemuan Apip dengan Alexa kemarin
kenapa dia merasa bahwa tuan nya sudah kembali seperti dulu saat bersama dengan nyonya muda nya, apa nona Alexa membawa pengaruh baik untuk tuan Apip? - batin fikri
Apip kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan menandatangani berkas dan sesekali mengetik keyboard di komputer
" jadwal kan saja besok siang" ucap Apip
" baik tuan" Fikri pun pamit undur diri untuk kembali ke mejanya dan langsung melanjutkan pekerjaan nya karena memang hari ini dia dan sang tuan sangat amat banyak pekerjaan
*****
" Donna"
" hm?" Alexa hanya menjawab dengan deheman saja
" besok siang pertemuan kembali dengan perusahaan ERST CORP" ucap David
" hm baiklah" balas Alexa
" apa anda yang meminta kepada tuan Fikri untuk bertemu dengan CEO dari perusahaan tersebut Donna?" tanya David
karena tadi dia di hubungi oleh Fikri bahwa permintaan pertemuan dari Alexa untuk Apip di terima dan di jadwalkan besok siang
" bukan urusan mu" ketus Alexa
" hah baiklah Donna Forte"
" sudah cukup jangan memanggil ku dengan panggilan itu lagi!!" tukas Alexa
" itu memang panggilan anda di dunia bawah Donna" ucap David
" terserah" ucap Alexa
__ADS_1