
Rumah Sakit Harapan Mulya 🌻
.
" permisi suster" ucap seorang wanita cantik, wajahnya terlihat gelisah dan khawatir
" ada yang bisa saya bantu nona?" tanya resepsionis rumah sakit tersebut
" dimana ruangan pasien yang baru saja mengalami kecelakaan, saya mendapat panggilan bahwa sahabat saya kecelakaan dan di bawa ke rumah sakit ini" jawab wanita cantik tersebut, wanita itu Bahkan berbicara tanpa jeda titik maupun koma mungkin sangking panik nya
" oh nona Aisyah?" tanya sang resepsionis
" iya, di ruangan sebelah mana ya mbak" jawab wanita itu
" dia sedang di tangani di ruang IGD, anda bisa berjalan ke arah sana lurus lalu belok ke kanan" jelas resepsionis
" terimakasih" ucap wanita itu datar, lalu wanita itu pun pergi dari meja resepsionis
" wajah nya tadi panik sekarang menjadi dingin?, hah apa ada ya wanita seperti itu?" monolog resepsionis
.
ketika wanita itu sedang berjalan ke arah yang di arahkan oleh resepsionis, langkah nya terhenti kala nama nya di panggil oleh seseorang
" Nona Kiky?" panggil seseorang yang ternyata seorang pria, di samping pria itu ada ada pria lainnya yang menatap kosong ke depan wajahnya dingin nan datar
" pak Fikri?" yaps!!! sudah kalian duga bukan?, iya wanita itu adalah Kiky sang sahabat Aisyah juga kakak angkat Aisyah, dan kedua pria itu adalah Fikri dan tuan nya, Apip
" sedang apa anda di sini?" tanya Fikri sedangkan Apip dia sudah berjalan terlebih dahulu ke arah yang sama persis yang akan di lewati oleh Kiky
" saya mendapat panggilan kalau Aisyah kecelakaan" jawab Kiky, suara nya mulai parau seperti menahan tangis
" maaf pak, saya duluan" pamit Kiky, dia langsung berjalan ke arah yang tadi Apip lewati, ketika sudah sampai pada ruangan IGD dia melihat Apip yang menangis, memang tidak be suara tapi air mata yang terus menerus turun
ketika melihat ke ruang IGD dia teringat akan Aisyah, baru saja dia bertemu dengan nya daan mengobrol bersama dengan para sahabat tapi musibah selaku datang
Kiky tak bisa menahan air matanya, dia terduduk di lantai begitu saja, kaki nya seakan lemas untuk berdiri maupun berjalan, Kiky bergeming kala ponsel nya berdering di lihat nya sang suami yang menelepon
__ADS_1
" halo sayang!". sapa Reno di seberang sana
" Ren...." ucap Kiky dengan suara parau
" hei kau menangis?, ada apa?" tanya Reno khawatir mendengar istri nya yang sedang menangis
" Aisyah Ren.. hiks hiks" tangis Kiky pecah begitu saja, dia tak sanggup meneruskan percakapan nya
" Aisyah kenapa hm?". tanya Reno
" Aisyah kecelakaan, hikss hikss" ucap Kiky di sela sela tangis nya
" rumah sakit mana?" tanya Reno
" Harapan Mulya" jawab Kiky
" tunggu aku di sana, aku berangkat sekarang" ucap Reno
Kiky langsung memutuskan sambungan telepon, tak lama seseorang memanggil nya
" putt" Kiky langsung memeluk wanita itu yang ternyata adalah putri, putri dokter yang memang kebetulan Bekerja di rumah sakit tersebut
putri yang memberitahu Kiky kalau Aisyah kecelakaan, karna kebetulan pas Aisyah di bawa masuk ke rumah sakit, saat itu putri sedang berada di lobby rumah sakit dan tanpa sengaja melihat seorang wanita yang berlumuran darah di area kepala dan kaki nya
awalnya putri shock kala melihat wanita itu adalah sahabat nya, tapi dia dengan segera menyuruh resepsionis untuk menghubungi suami Aisyah dan dia juga yang menelepon Kiky dan para sahabat nya, tidak lupa dia menghubungi kedua orang tua Aisyah
putri membalas pelukan Kiky, dia juga tak bisa menahan air mata nya yang turn tanpa persetujuan nya
" sabar ya kak, kita doain semoga Aisyah gak kenapa-napa dan juga bayi nya" ucap putri sembari mengusap punggung Kiky mencoba menenangkan sahabat nya ini
suara nya mulai parau karna dia menahan tangis nya, sahabat mana yang tidak sedih melihat sahabat nya kecelakaan dalam kondisi mengandung, dan itu artinya ada nyawa yang hidup dalam perut sahabat nya
" kak duduk di kursi ya" putri membantu Kiky bangun, Kiky memang masih menangis namun tak separah tadi
" putriiiiii" ucap Ita dan Jui yang baru datang, sedangkan Arma yang berada di belakang mereka berdua hanya diam dan wajahnya murung, biasanya dia yang paling heboh di antara mereka semua tapi kini menjadi pendiam
Ita berjalan setengah berlari ke arah putri dan juga Kiky di ikuti Jui dan juga Arma si belakang nya, Ita langsung memeluk Kiky sedangkan Arma dan Jui hanya duduk di sebelah putri
__ADS_1
putri memeluk Arma sebentar, Jui terlihat diam dengan tatapan kosong nya, dia masih tidak percaya jika sahabat nya kecelakaan, baru saja mereka bertemu tapi Aisyah mendapat musibah yang seperti ini
meski tidak bersuara, tapi air mata mampu menjawab nya karna sekuat tenaga mereka mencegah nya air mata terus turun tanpa di minta sekalipun
" keadaan nya baik baik aja kan?" tanya Jui dengan suara parau
tak lama setelah Jui berbicara, dokter keluar dari ruang IGD Apip dan para sahabat nya langsung mendatangi dokter tersebut
" dokter bagaimana keadaan istri saya?" tanya Apip pada dokter yang menangani istri nya
" apa anda suami nya?" tanah dokter tersebut
" i iya dok" jawab Apip sedikit bergetar
" kondisi istri anda sangat lemah, beliau baru saja sadar, dan beliau ingin menemui suami nya" ucap dokter
" a--pa?" ucap Apip
" silahkan masuk tuan" ucap dokter
Apip pun masuk ke dalam ruang IGD, air matanya kembali turun kala melihat istrinya yang tengah berbaring dengan lemah
" sayang" lirih aisyah hampir tak terdengar
Apip langsung mencium kening sang istri, mencium semua wajah sang istri " iya, sayang" jawab Apip
Aisyah menghapus air mata yang turun dari mata sang suami, dia menangkup kedua pipi sang suami, meski tangan nya terasa lemas untuk di angkat Aisyah tersenyum manis ke arah suami nya meski wajah nya kala ini sedang pucat
" hei jangan menangis" ucap Aisyah dengan tersenyum
" maafkan aku" ucap Apip
" hei, sudah ku bilang jangan menangis, ini bukan salah mu" kata Aisyah lirih, dia masih melihat Apip yang meneteskan air mata nya
" jika nanti kamu di sulit kan oleh dua pilihan antara aku dan anak kita, maka kamu harus memilih nya" Aisyah membawa tangan Apip ke bagian perut nya
" kenapa kau berbicara seperti itu?, kau akan baik baik saja begitu pun dengan anak kita, tolong jangan berbicara seperti itu" ucap Apip sedih
__ADS_1