
" selamat sore nona, maaf terlambat" ucap seseorang dengan nada dingin dan datar
Deg
Arma langsung membalikkan badannya, ya memang dia duduk memunggungi pintu masuk ke ruang meeting jadi dia tidak bisa langsung melihat siapa yang datang
" tidak apa apa tua---" ucap nya terputus kala melihat pria yang di hadapannya saat ini, adalah pria yang semalam menolongnya
sesaat mata mereka bertemu dan saling pandang memandang hingga beberapa saat kemudian mereka pun tersadar akan deheman asisten Arma
" ekehm,,, tuan silahkan duduk" ucap asisten Arma
" hm" jawab nya lalu dia langsung mendudukkan dirinya tepat di depan kursi Arma, dan Arma pun langsung kembali duduk di kursi nya dan sekarang mereka sedang berhadapan
" bisa di mulai sekarang Bu?" tanya April, pasalnya dia melihat bos nya itu tidak fokus untuk meeting kali ini, dan biasanya yang berbicara Arma tapi kali ini adalah sang asisten
" hah? ah i-ya" jawab Arma sedikit gugup
' astaga Arma lu itu malu malu in tau gak, ah Napa juga gue jadi salting ke gini ya' batin nya
Zean hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Arma yang seperti nya salah tingkah dan begitu shock melihat dirinya yang datang
" maaf sebelum itu, siapa nama tuan?, bukankah yang seharusnya datang ke sini adalah tuan Reno?" tanya asisten Arma, Arma hanya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari asistennya itu
' Reno? aku seperti pernah mendengar nama itu' batin Arma
" hm, perkenalkan nama saya Zean Williams Alfabert, asisten dari tuan Reno Adrian wirayudha, dan kebetulan tuan Reno sedang tidak enak badan jadi saya yang menggantikan beliau ke sini" jawab Zean
' hah jadi bener Reno? astaga dia gak enak badan? gue harus bilang ke kak Kiky kalo si Reno lagi gak enak badan'. batinnya
tadi Arma yang terkejut karna kedatangan Zean di kantornya, sekarang asistennya yang terkejut mendengar nama dari asisten client bosnya itu
" a--pa?, jadi tuan ini adalah tuan Zean Williams Alfabert tuan muda dari keluarga Alfabert?" tanya sang asisten yang masih terkejut
" hussttt, tolong rahasiakan identitas ku, aku tidak ingin ada yang mengenali wajahku" ucap Zean tegas tapi dengan nada dinginnya dan wajahnya yang datar bak tembok
" ah i-ya tuan" jawab April
" bisa kita mulai sekarang meeting nya?" ~ Zean
" hm silahkan" jawab Arma yang masih menatap Zean dengan tatapan yang sulit di artikan
sesaat Zean melirik ke arah Arma dan tersenyum tipis hampir tak terlihat oleh semua orang, namun Arma masih bisa melihat senyuman itu, dadanya semakin berdetak kala melihat Zean tersenyum padanya meskipun hanya setipis benang
setelah itu mereka memulai meeting nya, dan Arma berusaha untuk fokus pada meeting kali ini, ya Zean di buat kagum akan presentasi dari Arma, meskipun perusahaan yang di pimpin oleh Arma tidak sebesar perusahaan perusahaan yang lain, tapi kinerja kerja di perusahaan itu tidak akan merugikan bagi client nya
setelah hampir 2 jam lama nya meeting, akhirnya selesai
__ADS_1
" baiklah saya terima kerja sama ini, dan saya akan bawa berkas ini untuk di tanda tangani oleh tuan Reno, kalau begitu permisi" ucap Zean yang akan beranjak dari duduknya namun terhenti akan ucapan Arma
" tunggu dulu tuan Zean, April bisa kah tinggal kan saya dan tuan Zean sebentar?" tanyanya pada sang asisten
" baik Bu, permisi" lalu April pun keluar dari ruangan meeting dan tersisa lah Arma dan Zean berdua dua an di ruangan meeting tersebut
" bolehkah bicara sebentar?" tanya Arma
" hm, ada apa?" tanya Zean, di dalam hati Zean dia merasa senang sangat sangat senang karena memang dirinya menunggu Arma untuk memanggil dirinya dan berbicara berdua dengan nya, tapi bukan Zean nama nya jika tidak bersikap dingin dan datar saja, ya dia berusaha menutupi rasa senang nya dengan wajahnya yang dingin dan datar
" siapa sebenarnya dirimu?" uuuuu Arma kau berani memanggil tuan Zean dengan sebutan aku kamu, aaaaa cieeee Arma udah bener bener jatuh cinta kali ya, hehehe
" kenapa kau menanyakan tentang itu?" tanya balik Zean
" tidak, aku hanya heran saja dengan mu, bukankah kau tuan muda dari keluarga terpandang mengapa bekerja dengan tuan Reno dan menjadi asisten pribadi nya, bukankah itu hal yang aneh?" tanya Arma
" menurut ku itu tidak lah aneh, karna ini kemauan ku sendiri, sebentar lagi juga aku akan keluar dari jabatan itu dan kembali ke kota ku" jawab Zean
" maksud mu?, kau akan pergi dari kota ini?"
" hm"
" kenapa?" ~ Arma
" aku sudah harus mengurus perusahaan papi ku di kota B" jawab nya
" apa kerjasama kita akan tetap berlangsung jika kau tidak ada di kota ini?" ~ Arma
semula Arma tersenyum mendengar jawaban awal dari Zean, namun senyum nya luntur kala mendengar akhir jawaban dari Zean, kini wajahnya terlihat murung
" hei kenapa dengan wajahmu?, tenang saja nanti aku akan bilang pada asisten baru tuan Reno untuk mengurusi kerjasama antara perusahaan mu dan perusahaan tuan Reno, tenang saja asisten barunya baik" ucap Zean dengan nada lembut, baru kali ini dia bersikap baik dan lembut pada seorang wanita
" bolehkah aku meminta sesuatu dari mu?" tanya Arma
" apa?" ~ Zean
" boleh meminta nomor ponsel mu?" tanya arma
sesaat Zean tersenyum lalu dia mengangguk "kemari kan ponsel mu" ucap nya
dengan segera Arma mengambil ponselnya lalu memberikan nya ke Zean, dan Zean menerimanya, dan sesudah mencatat nomornya di ponsel Arma dia pun kembali memberikan ponsel Arma pada yang punya
" siapa nama mu?" tanya Zean tiba tiba
" Arma kusnia adijaya" jawab Arma sembari menyodorkan tangannya untuk berjabat, dan Zean menerima uluran tangan Arma
" Zean Williams Alfabert"
__ADS_1
" hei aku sudah mengetahui nama mu" ke duanya terkekeh
" ya sudah aku akan kembali ke kantor"
" hm, hati hati" ucap Arma
" hm permisi nona" Arma hanya terkekeh mendengar ucapan dari Zean, lalu Zean keluar dari ruangan meeting di ikuti Arma yang berjalan di belakang nya
****
hari ini Aisyah dan Apip ke rumah sakit untuk cek kandungan Aisyah, mereka sedang berada di ruangan dokter kandungan, tapi bukan orang lain melainkan sahabat Aisyah yakni, Jui si dokter spesialis kandungan
" Bu dokter, jadi bagaimana apa anak saya sehat?" tanya Aisyah pada Jui dengan embel-embel Bu dokter
" santuy aja kali Syah, jadi usia kehamilan nyonya baru menginjak 3 bulan" jawab Jui yang juga menggunakan embel-embel nama nyonya
" dokter apa jenis kelamin anak saya?" tanya datar Apip
" maaf tuan, jika ingin mengetahui jenis kelamin anak anda harus menunggu dari 4-7 bulan baru bisa mengetahui jenis kelamin nya" jawab Jui
" oh begitu ya dok" ucap Aisyah
" ini saya kasih vitamin dan obat untuk meredakan mual" ucap Jui sembari menyerahkan secarik kertas yang bisa di pastikan bahwa itu adalah resep obat yang harus di tebus di apotek rumah sakit
.
.
.
.
.
.
assalamualaikum guyss kakak-kakak temen-temen
hari ini author janji bakalan up 3 bab, nah siang ini kan baru up 2 bab berarti tinggal 1 bab lagi
dan informasi untuk para readers nanti di eps ke depan akan Kembali pada eps eps tentang Aisyah dan Apip, di kehamilan Aisyah yang baru menginjak 3 bulan author pengen nya gak ada masalah ataupun konflik ya, mungkin nanti
pengennya ceritanya yang santuy santuy dulu ya
jangan lupa untuk vote, like, coment, rate 5 nya dan juga hadiah nya ya
biar author bisa makin semangat up nya
__ADS_1
byeeee guysss
assalamualaikum....