
" mata anak itu sangat mirip dengan mata ku, jantung ku berdebar kala mengingat tentang nya". batin Alexa
****
" assalamualaikum mommy" salam Maira pada sebuah makam
yaps hari ini adalah hari Minggu jadwal Maira berziarah ke makam mommy nya, Apip berdiri di belakang putri nya yang tengah berbicara dengan mommy nya
Apip hanya menatap dingin dan datar ke arah makam sang istri, ini sudah 4 tahun lamanya istrinya meninggal kan nya hari hari nya terasa hampa tanpa sang istri
" mommy Maira bersekolah dengan baik"
" papi juga mepelakukan Maira dengan sangat baik"
Maira berbicara cukup lama dia menceritakan semua tentang aktifitas nya sehari-hari pada sang mommy
setelah cukup lama berbicara Maira pun memilih untuk segera pulang karna memang hari sudah semakin siang dan panas, papi nya juga bilang bahwa papi nya akan ada meeting penting dengan perusahaan dari luar negeri dan Maira mengerti itu
" mommy Maira pamit pulang ya, nanti Minggu besok Maira ke sini lagi, assalamualaikum mommy Maira sayang mommy" lalu Maira dan Apip meninggalkan makam Aisyah
Apip mengantarkan Maira ke rumah mamah nya karna setelah ini dia akan langsung menuju ke kantor nya untuk meeting
client nya dari Italia ingin meeting di perusahaan nya Apip tak mempermasalahkan soal ini karna menurut nya tidak ada yang salah sama sekali
" assalamualaikum mah" salam Apip ketika sudah berada di rumah mamah nya
" waalaikumsalam" jawab Luna
" Maira nya mana?" tanya Luna
" assalamualaikum omah" ucap Maira girang yang muncul di balik Apip
" waalaikumsalam cucu omah" jawab Luna
" sayang omah Yuni mau main sama Maira" Luna mensejajarkan tinggi nya dengan Maira, dia berjongkok di hadapan cucu nya
" Oma uni?" Luna mengangguk sembari tersenyum
__ADS_1
" mau kan ke rumah omah Yuni sama omah?" tanya Luna
" mau omah" jawab Maira girang
" Apip titip Maira mah, Apip pamit assalamualaikum" Apip langsung pergi dari rumah sang mamah tapi sebelum benar-benar meninggalkan rumah mamah nya itu dia mencium punggung tangan mamah nya
" waalaikumsalam" jawab Luna yang masih memperhatikan mobil Apip yang sudah melaju sedang
*******
Bandara Soekarno Hatta...
seorang wanita cantik yang berpakaian modis dan elegan, tengah berjalan di kerumunan orang yang berada di bandar, di ikuti oleh pria tampan yang berada di belakang wanita itu
bisa di pastikan mereka berdua adalah bos dan asisten di lihat dari cara mereka berjalan dan juga bagaimana pria tampan itu begitu menghormati sang wanita
wanita itu memakai baju dress selutut berwarna hitam dia juga menggunakan kacamata hitam, tangan nya di lipat ke dada, hm cantik sih tapi terlihat angkuh
sedangkan sang pria? pria tampan itu berjalan tepat di belakang sang wanita cantik, pria itu mempunyai pesona yang hampir sama ketampanannya seperti aktor Indonesia
pria itu membawa dua koper satu milik sang wanita dan satu nya lagi milik dirinya, pria tampan tersebut membuat wanita yang tengah berada di sekitar nya menjadi patung kala melihat ketampanan nya apalagi pria tampan tersebut memakai kacamata hitam yang semakin menambah ketampanannya, aakkkhhh ciptaan Tuhan memang yang terbaik
yaps pria tampan itu adalah Davidson Guetta sang asisten dari Alexa Hoult, mereka baru saja tiba di Indonesia tadi dan mereka akan langsung menuju ke perusahaan Apip karna Alexa terkenal tidak mau buang buang waktu
" jika saya tau cara bagaimana menurunkan pesona dari diri saya akan saya turunkan Donna" balas David
" tutup mulut mu itu David, kau selalu membuat mood ku buruk" hardik Alexa yang masih tetap berjalan
" saya berkata benar Donna" bela David
" jangan memanggil ku Donna, cih! rupanya kau memang sudah bosan bekerja dengan ku" sahut Alexa dingin dengan nada sedikit mengancam
" saya memang sudah bosan bekerja dengan anda yang kerja nya hanya marah marah saja" balas David tak kalah dingin dan dia tak sadar telah mengucapkan itu
Alexa menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap David yang berdiri mematung, mungkin dia baru sadar apa yang tadi dia ucapkan pada Alexa, hah David David seharusnya kau lebih berhati hati
Alexa menatap tajam David, David yang mendapatkan tatapan tajam dari sang nyonya hanya menelan Saliva nya, " seperti nya Donna akan sangat marah padaku?, haiss"
__ADS_1
" Davidson Guetta, kau bercanda?" ucap Alexa dingin, matanya masih menatap tajam David
" maaf Don-- ah tidak bukan maksudku maaf nyonya Alexa saya keceplosan" jawab David
bagaimana mungkin di keadaan yang seperti ini David masih saja membalas ucapan Alexa dengan nada hang dingin, hah pria itu melebihi es batu dingin nya
" kau ku pecat" ucap Alexa dingin
David membulatkan matanya mendengar ucapan dari nyonya nya, di pecat? no tidak mungkin bukan?, tapi nyonya nya ini mengucapkan hal tersebut
" baiklah jika anda memecat saya" pasrah David dia mengira jika Alexa berbicara serius
Alexa berusaha menahan tawanya melihat David yang begitu percaya dengan ucapan nya, kenapa asisten nya begitu bodoh percaya saja ucapan nya padahal Alexa hanya bercanda
" dasar asisten kaparat mudah di bohongi, dia percaya dengan ucapan ku?, cih dasar asisten kaparat!, hahaha". tawanya dalam hati
" kau percaya dengan ucapan ku David?" tanya Alexa dia sedikit mengembangkan senyumnya
awalnya David mengangguk tapi ketika nyonya nya tersenyum dan terlihat seperti tengah menahan tawa dia bingung sekaligus heran kenapa nyonya nya itu tersenyum ini sangat langka bukan? tunggu oh apakah...
" Donna kau berbohong?" ucap David dia sengaja memanggil Alexa dengan sebutan Donna
wajah Alexa kembali datar kala David berbicara, dia tahu pasti David tengah bercanda dan sengaja
" terserah kau saja kau ku pecat!" lalu Alexa pun kembali melanjutkan langkahnya
" Donna Forte wait me" ucap David
*****
" fik apa client nya sudah sampai di Indonesia?" tanya Apip
kini mereka tengah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju perusahaan, Apip memangku laptop nya di dalam mobil
" nona Alexa sudah dalam perjalanan menuju perusahaan tuan" jawab Fikri yang masih fokus mengemudi mobil
" Maira ingin bertemu dengan Aira, weekend besok bawa Aira ke rumah" ucap Apip
__ADS_1
Aira adalah anak dari Fikri dan juga Friska, Aira berumur 5 tahun kurang 2 bulan sedangkan Maira 4 tahun, mereka berteman baik karena Fikri sering membawa Aira ke rumah Apip dan mereka berteman cukup baik, mereka juga satu sekolah di TK, mereka berdua sama-sama pintar