
" Donna kemarin Evan menghubungi saya jika markas kita di serang" ucap David serius
" hah? bagaimana bisa? markas pusat?" tanya Alexa panik
" markas cabang Donna, Evan juga mengabari saya tentang penjualan senjata yang gagal karena musuh menghalangi transaksi penjualan tersebut alhasil orang suruhan kita ada banyak yang gugur" jelas David
" David kenapa masalah sebesar ini kau tidak pernah berbicara dengan ku? aku sudah bilang aku tidak mau ada anak buah ku yang gugur" sanggah Alexa
dia sangat marah kepada David kenapa asisten nya itu baru berbicara sekarang? ini bukan masalah kecil tapi ini masalah yang cukup besar bahkan ini menyangkut nyawa
Alexa tidak mau anak buah nya ada yang gugur dan meninggal dia tidak mau!, David juga merasa bersalah karena baru mengabari bos nya tentang masalah ini
David baru mengatakan nya karena kemarin bos nya itu masuk ke rumah sakit dan dia juga khawatir jika dia memberitahu tentang masalah ini pada bos nya akan memperburuk kondisi bos nya
" maafkan saya nyonya, tapi keadaan nya kemarin sangat berbeda!" ucap David
" berbeda bagaimana David?" tanya Alexa heran
" saya takut kondisi anda akan semakin memburuk jika saya memberitahu tentang masalah ini" jawab David
" tetap saja ini adalah masalah besar David, lain kali jangan seperti ini lagi mau aku sedang dalam keadaan apapun tetap kau harus memberitahu tentang masalah yang ada pada dunia bawah" ucap Alexa
" baiklah"
" Sekarang pergilah, hubungi Evan untuk jangan bertindak gegabah karena aku tidak mau ada korban selanjutnya, markas sedang tidak aman apalagi kau dan juga aku sedang berada jauh dari Italia" ucap Alexa
" baik Donna" lalu David pun pergi meninggalkan Alexa di apartemen Alexa
memang Alexa membeli apartemen karena bisa di pastikan bahwa dia akan tinggal lama di Indonesia mengingat bahwa kerjasama antara perusahaan nya dengan perusahaan ERST CORP baru saja di mulai
" kak! kenapa kau meninggalkan banyak sekali pekerjaan untuk ku?! hah rasanya aku ingin menyerah tapi aku tidak mau membuat mu kecewa, mommy Daddy aku juga merindukan kalian, I Miss you mommy Daddy" ucap Alexa
*****
" papiiiiii" Maira langsung memeluk sang papi yang baru pulang bekerja
Apip menggendong putri kesayangannya dia juga mencium seluruh wajah sang putri dari kening pipi mata dan hidung
" apa hari ini menyenangkan hm?" tanya Apip pada putri kecilnya itu
__ADS_1
" sama seperti biasa papi" kini Apip dan Maira memang masih berada di rumah mamah Luna karena Apip selalu menitipkan putri nya pada sang mamah Karena dia juga harus bekerja
" papi?"
" kenapa sayang?"
" bolehkah besok Maira ikut papi ke kantor?" tanya Maira
" hm???" Apip tengah berpikir
" papi izinin Maira ikut ya?" ucap Maira memohon dia juga memasang wajah imutnya
" baiklah, sepulang sekolah besok papi jemput di sekolah dan kita ke kantor papi bagaimana?"
" Yeay, makasih papi muah!" Maira mencium pipi sang papi
" pip udah makan?" tanya Luna yang baru saja keluar dari dalam kamar
" udah mah" jawab Apip
" omah besok Maira di izinin sama papi ikut ke kantor Yeay!!!!" sorak Maira girang
" mah Apip langsung pulang ya" ucap Apip
" iya hati hati" Apip mencium punggung tangan sang mamah Maira yang melihatnya juga mengikuti apa yang papi nya lakukan pada sang omah
saat Maira mengulurkan tangan nya untuk mencium punggung tangan sang omah, Apip dan Luna awalnya heran namun tidak lagi kala Maira berbicara
" Maira pulang dulu ya omah, Maira pingin cium tangan omah kaya papi" ucap Maira
sontak Luna pun langsung mengulurkan tangannya dan sepersekian detik kemudian Maira pun langsung mencium punggung tangan Luna, Apip tersenyum melihat anak nya yang cepat sekali tanggap
" dadah omah!, Maira sama papi pulang assalamualaikum" Apip dan Maira pun pergi meninggalkan rumah Luna
" waalaikumsalam"
" Aisyah, lihatlah putri mu tumbuh dengan baik dia sangat pintar sopan dan juga berakhlak seperti dirimu" monolog Luna
dia merindukan sosok menantu nya yang sudah lama meninggalkan dunia ini, dia rindu sosok menantu yang baik Sholehah dan juga berakhlak seperti Aisyah, meskipun Aisyah bersikap dingin namun dia sangat berakhlak
__ADS_1
*****
pukul 19:35...
" papi Maira ingin es krim" ucap Maira kala matanya tak sengaja melihat ke arah supermarket dan dia juga melihat anak anak yang habis keluar dari supermarket sambil membawa es krim
" tapi sayang ini sudah malam" ucap Apip
" papiiiiii" terlihat jelas Maira sangat kecewa dia ingin sekali memakan es krim
" Maira itu tidak baik untuk kesehatan mu!" ucap Apip mencoba memberitahu pada anak nya
" pokonya Maira pingin es krim titik!" Maira mencibirkan bibir kesal dengan sang papi yang tidak mau menuruti kemauan anak nya
Apip hanya menghela nafasnya berat, sifat anak nya sama seperti dengan Istri nya keras kepala!, Apip pun menepikan mobilnya di pinggir jalan yang dekat dengan supermarket
Maira yang melihat papi nya menepikan mobilnya tersenyum, dia menoleh pada sang papi, Apip hanya tersenyum tipis
" makasih papi!!!" cup! Maira mencium pipi sang papi
" biar papi gendong ya?" ucap Apip sembari mengangkat Maira ke dalam gendongan nya, sedangkan Maira hanya menuruti sang papi untuk di Gending toh dia juga ingin di gendong
sesampainya di supermarket.....
" papi Maira ingin yang rasanya coklat!" ucap Maira
Apip mengambilkan nya lagi es krim yang sesuai dengan keinginan sang anak, saat dia menemukan es krim yang menurutnya adalah kemauan anak nya dia hendak mengambilnya namun ada tangan lain yang juga ingin mengambilnya
Apip mendongakkan kepalanya dan melihat siapa pemilik tanah putih nan mulus itu, betapa terkejutnya dia kala melihat wanita yang ada di hadapannya saat ini, Alexa sang client dari luar negeri bukan wajah yang mirip sekali dengan wajah mendiang istri nya, Aisyah.
Alexa juga sama terkejutnya dengan Apip dia tidak mengira akan bertemu dengan client nya, Alexa dan Apip sama sama saling pandang memandang hingga suara Maira menyadarkan mereka
" mommy?" tanya Maira
Alexa dan Apip sama sama melihat ke arah Maira, dada Alexa bergemuruh dan juga berdetak cepat kala mendengar sebutan 'mommy' yang terlontar dari mulut gadis kecil di hadapannya
" sayang, seperti nya es krim nya sudah habis kita cari di tempat lain saja ya?!" ucap Apip, dia baru ingat jika anak nya sudah mengetahui wajah sang mommy nya karena Apip yang menunjukkan nya, Apip takut jika Maira mengira Alexa adalah mommy nya
" papi apa dia adalah mommy Maira?, apa ini dirimu mommy?"
__ADS_1