
setelah selesai makan malam mereka pun melanjutkan pembicaraan di ruang tamu
" Apip apa kamu sudah mempunyai pasangan nak?" tanya Yuni pada Apip yang sedari tadi hanya diam di tengah tengah mereka sedang mengobrol
" belum" jawabnya
" bagaimana dengan anakmu yun?, apa dia juga mempunyai pasangan?" tanya Luna
" belum Tante" bukan Yuni yang menjawabnya akan tetapi Aisyah sendiri yang menjawabnya
" wah, kebetulan sekali ya, anak kita sama² tidak mempunyai pasangan" ucap Ferdo yang tadinya hanya diam mendengar mereka bertanya kini dia yang berkata
perkataan Ferdo membuat Aisyah mengerutkan kening nya dan seolah berkata dalam hati ' apa maksudnya?, kenapa om Ferdo mengatakan itu?' batinnya
' tunggu tunggu apa maksud papah?, oh tidak mungkin papah akan menjodohkan ku dengan dia??, sebenarnya apa yang papah rencanain??'~ batin Apip
" iya fer, kau memang benar" jawab Al
" Al, bagaimana dengan perjodohan itu? apa anakmu menerimanya?" ferdo sembari menatap Al
' ***tunggu, perjodohan apa yang di maksud om Ferdo?' batin Aisyah
' sudah ku duga pasti papah merencanakan ini semua' ucap Apip dalam hati***
" Syah, ayah akan menjodohkan kamu dengan anak om Ferdo" ucap Al yang membuat Aisyah membelalakkan matanya karena benar benar terkejut
" apa??"
ucap Aisyah sedangkan Apip hanya diam mendengarkan pembicaraan para orang tua
~ Flashback~
di sebuah restoran yang cukup terkenal di kalangan atas, terliahat 2 orang pria paruh baya yang umurnya mungkin akan menginjak usia kepala 5
" apa anakmu akan setuju jika di jodohkan seperti ini?" tanya salah satu pria paruh baya yang tak lagi dan tak bukan adalah ayah Aisyah yakni Albai Pratama Wijaya
" seharusnya aku yang berkata seperti itu" sedangkan ayah Aisyah hanya terkekeh mendengar sahabat nya itu berbicara
" apa anak ke-3 mu itu mau dijodohkan dengan putra sulung ku?" lanjut pria tadi yang tak bukan adalah Ferdo Ersatama
" bagaimana jika kau mengajak putramu makan malam ke rumah ku, sekalian kita bicarakan perjodohan ini?" ujarnya
" hm baiklah aku akan mengajak putra ku ke rumah mu" jawabnya
" aku berharap putramu bisa menjadi suami anakku" ucap Al pada Ferdo
" iya aku juga berharap begitu, aku sudah sangat ingin menimang cucu" ujarnya pada Al dan di balas oleh senyuman oleh Al
ya memang umur mereka hampir sama tetapi setelah menikah beberapa bulan istri Al pun hamil dan mempunyai anak sedangkan Ferdo baru mempunyai anak setelah 3 tahun pernikahan, sebenarnya Luna dulu hamil sebelum dia hamil Apip tetapi karna keteledorannya diapun keguguran
~ flashback of~
" sudah tidak ada alasan untuk kalian menolak perjodohan ini, Apip lihat papah dan mamah mu mereka ingin sekali melihatmu menikah dan mempunyai anak" ucap Al memecah keheningan karna dari tadi tidak ada yang berbicara
__ADS_1
setelah mendengar ucapan Al, Apip pun menolehkan pandangannya ke arah mamah dan papah nya mereka hanya tersenyum
" hm, baiklah aku akan menerimanya" jawab Apip membuat semua orang di sana merasa lega sekaligus bahagia, kecuali dengan Aisyah wanita itu membelalakkan matanya kala mendengar ucapan Apip
' apa dia bilang?, dia akan menerima perjodohan ini?, apa dia tidak memikirkan perasaan ku?, aisss kenapa aku bisa di tempatkan dalam masalah ini?, jika aku menolak pasti ayah dan bunda akan sedih tetapi jika aku menerima bagaiman kehidupanku kedepannya?' batinnya
" cantik, kamu mau kan menikah dengan anak Tante?" tanya Luna, dengan mata yang penuh harapan
sesaat Aisyah menatap manik mata Tante Luna dan dia menemukan sebuah harapan di dalam mata Tante luna
bagaimana ini?? sepertinya Tante Luna juga sudah setuju, aisshh aku tak tega melihat Tante Luna kecewa jika aku menolak perjodohan ini~ batinnya
" i-ya aku mau menikah dengan tuan Apip" jawab Aisyah dengan terbata bata
jawaban Aisyah membuat Mereka bahagia, apalagi untuk Luna dia snagat senang sekali karna sebentar lagi dia akan mempunyai mantu dan akan menimang cucu
sedangkan Apip entahlah apa yang sedang pria itu pikirkan hanya saja dia merasa bahagia akan jawaban Aisyah yang mau menikah dengan nya
apa dia serius akan menikah denganku?~ batin Apip
" oke jadi rencana sudah di setujui oleh kedua pihak, maka acara pernikahannya akan di adakan 2 Minggu lagi" ucap Ferdo
" apa?, d-dua Minggu lagi?" tanya Aisyah
sedangkan Apip hanya diam mendengarkan pembicaraan
" iya sayang lebih cepat lebih baik" ucap bunda Aisyah dengan lembut
setelah itu keluarga Apip pun pulang karna sudah malam, dan sesudah kepulanagn keluarga Apip Aisyah merebahkan tubuhnya di ranjang kasurnya dia pun melihat ke arah langit langit kamarnya
setelah shalat selesai diapun mulai merebahkan tubuhnya lagi di kasur nya
dan mulai memikirkan tentang perjodohan nya
apa waktu begitu cepat?, apa yang harus dia lakukan, dirinya memang setuju untuk menerima perjodohan ini, tetapi berbeda dengan hati nya, hatinya benar benar masih ragu akan perjodohan
terlalu pusing memikirkannya wanita itupun memilih tidur, karna besok dia harus ke butik untuk menyelesaikan sedikit masalah
tak lama setelah itu wanita tersebut langsung terlelap dalam tidurnya, sebenarnya ada rasa aneh ketika Aisyah memandang wajah Apip benar benar aneh, anehnya dia tidak bisa mengontrol hatinya
jantungnya yang selalu berdetak ketika berhadapan atau bertatap langsung dengan Apip membuatnya begitu takut, takut jika diakan jatuh cinta, bukannya tidak ingin tetapi dia hanya takut cintanya tak terbalas oleh Apip
dan kalian pasti Taulah bagaimana rasanya cinta dalam diam, dan mencintai tapi tak terbalas apalagi tak dihargai, hahh benar benar sakit
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
malam berganti pagi, bulanpun sudah menghilang digantikan dengan matahari yang selalu menemani pagi yang indah, terlihat seorang wanita sedang mengemudi dengan santai, tenang, damai, dia terlihat begitu fokus memandang ke arah depan, ya dia adalah Aisyah wanita cantik yang Sholehah
sesampainya di butik diapun langsung masuk ke ruangan nya, tak lupa dia juga mengajak indah untuk masuk ke ruangannya untuk membantu menyiapkan jas Apip yang sudah jadi karna hari ini dia sudah menyelesaikan jas Apip itu
sesampainya dia di ruangannya, wanita itupun duduk di kursi kerjanya, tapi tak lama setelah itu pintu ruangannya di ketuk menandakan ada orang di balik tersebut lantas Aisyah langsung menyuruhnya masuk
" masuk"
__ADS_1
setelah berkata seperti itu, terlihat indah yang masuk dengan membawa paperbag yang sudah dia siapkan untuk di berikan pada sang bos
" Bu, ini saya sudah siapkan jasnya dan juga sudah saya cek dan tidak ada yang salah" ucap indah pada sang bos, sambil memberikan paperbag itu, dan di terima oleh Aisyah
" oke ndah, makasih ya udah bantuin saya" jawabnya pada indah
" ibu gak usah sungkan kalo ibu butuh bantuan saya, ibu bilang aja pasti saya bantu sebisa saya Bu" jawab indab
" Iya ndah kamu emang baik" ucap Aisyah
" ibu bisa aja, lagian kan saya juga di gajih sama ibu jadi kapanpun ibu butuh bantuan saya saya siap bantuin ibu sebisa saya" jawab indah mantap
" iya deh, yaudah kamu balik kerja gih" ucap nya dan hanya di angguki oleh indah, dan setelah itu indah keluar dari ruangan Aisyah
Aisyah pun melanjutkan pekerjaan nya, karna ada beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan
.
.
.
.
.
.
.
***assalamualaikum guysss,,,,,
gimana udah mulai seru belum??
pasti belum ya??, hahah
ikutin cerita ini terus ya, ya memang cerita ini belum ada apa apanya tapi insyaallah aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membuat ceritanya semenarik mungkin
jangan lupa tinggalin
like
comment
juga vote nya
ya guys biar aku makin semangat up nya
bye bye....
dadah guys sampe ketemu di eps selanjutnya
see you
__ADS_1
assalamualaikum***....