Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 61


__ADS_3

" assalamualaikum sayang" ucap pria di hadapan sang bayi yang tidur di inkubator bayi


" maaf, papi tidak ke sini saat sore tadi kau tau bukan alasan nya?"


" sayang, apa kau merindukan mommy mu?"


" jika iya berarti kita sama sama merindukan mommy"


" kau tau sayang? mommy mu adalah hal yang paling penting dalam hidup papi, dia belahan jiwa papi"


" tapi dia tega ninggalin papi di dunia ini sendirian"


" tapi dia meninggalkan papi dengan menitipkan diri mu sayang, kau sekarang bagian terpenting dari hidup papi"


" jadilah wanita yang kuat dan tangguh seperti mommy mu" Cup!


Apip mencium kening putri nya, sekarang dia menjadi pria yang seperti dulu lagi, dingin datar dan tak peduli terhadap orang lain


" selamat malam sayang" ucap Apip


lalu Apip pun keluar dari ruang NICU, dia masuk ke dalam mobil dan sudah ada Fikri yang stan bye di dalam mobil


lalu Fikri pun mengemudi kan mobilnya menuju ke rumah Apip yang berada di komplek, sesampainya di rumah Apip langsung masuk ke dalam ruman sedangkan Fikri pulang dengan membawa mobil Apip ke rumah nya


Apip masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang


hal yang tak pernah Apip lakukan dalam hidup nya, pulang bekerja langsung mandi dan tidur, biasanya dia akan sholat isya sebelum tidur


ya semenjak dia di tinggalkan oleh istri nya, dirinya jarang sholat akhir akhir ini, hati nya masih sedih dan galau, dia tidak ingin melakukan apapun selain bekerja bekerja dan bekerja


seperti saat ini dia tidak memikirkan tentang apapun yang dia pikirkan hanyalah..... tidak ada! kosong! ya dia langsung saja tertidur dengan pulas


.


.

__ADS_1


****


4 tahun kemudian....


Italia, Eropa


seorang wanita cantik tengah menatap tajam ke 4 pria yang berada di depan, para pria itu di ikat di belakang, wajah nya sudah babak belur namun masih terlihat seperti biasa saja


di lihat dari sekeliling nya ruangan tersebut gelap hanya ada cahaya yang berasal dari satu lampu yang berada di atas ke empat pria tersebut


" Come sta signor Anderson?" tanya perempuan tersebut dengan senyum devil nya


(translate nya:" apa kabar tuan Anderson?")


salah satu pria tersebut hanya berdecih kala perempuan itu berbicara, mungkin dia adalah tuan Anderson yang sempat di sebutkan namanya oleh wanita tersebut


" a quanto pare vuoi ancora giocare con me, bastardo!" ucap wanita tersebut dengan senyum devil nya


( translate: rupanya kau ingin bermain-main dengan ku, cih! dasar kaparat)


" waw,,, seperti nya bahasa Indonesia mu cukup fasih" Anderson dan ke tiga pria itu terkejut kala perempuan yang ada di hadapan nya bisa berbicara dengan bahasa Indonesia


mereka pikir wanita yang ada di hadapan mereka saat ini tidak bisa berbahasa Indonesia, karna mereka hanya tau jika wanita ini orang asli Italia


" why? kau pikir aku tak mengerti bahasa negara mu?" ucap wanita itu


ya ke empat pria tersebut asli orang Indonesia, mereka adalah salah satu kaki tangan musuh dari Genk wanita tersebut, wanita tersebut memiliki kelompok mafia dan salah satu musuh nya adalah mafia Indonesia yang terletak di daerah Papua


" rupanya kau tidak sayang dengan nyawa mu, ah tidak bukan nyawa mu tapi nyawa anak dan istri mu" wanita itu menutup mulutnya dengan tangan nya sendiri seolah olah sedang terkejut


" woahh..... pasti akan sangat sangat menyenangkan jika aku bermain main dengan istri mu dan juga anak mu" ucapan wanita tersebut membuat wajah Anderson langsung ketakutan dan khawatir akan nasib anak dan juga istri nya, padahal wanita itu hanya mengancam saja tapi lihatlah Anderson sudah ketakutan setengah mati


" Alexa, tidak maksudku nona Alexa jangan sentuh keluarga ku, jangan sakiti anak dan juga istri ku, kumohon jika perlu bunuh lah aku!" mohon Anderson dengan suara bergetar


" uch! non così facile!! aku ingin sesuatu dari mu, hanya satu saja" ucap wanita Yang ada di hadapan nya yang bernama Alexa

__ADS_1


" apa yang kau mau?" tanya Anderson


wanita itu nampak senang mendengar pertanyaan dari Anderson yang sangat dia tunggu tunggu, Anderson di buat semakin takut jala Alexa tersenyum bukan senyuman manis namun menurut nya senyuman yang sangat menyeramkan


" di mana tempat persembunyian tuan mu?" tanya Alexa dingin wajah nya yang sempat tersenyum tadi tidak terlihat lagi dan kini berubah menjadi wajah yang dingin dan datar bahkan suara nya saja sudah sedingin es


" aku tidak tau" jawab Anderson


" benarkah?" Anderson hanya mengangguk


" hm seperti nya aku akan bermain main sebentar dengan istri mu" Alexa hanya berdehem namun tangan kanan nya memberikan ponsel yang mungkin sudah mengetahui tentang rencana sang bos


" tu-tunggu" ucap Anderson menghentikan Alexa yang akan menghubungi seseorang, Alexa mengalihkan pandangan nya ke arah Anderson dan tersenyum sinis ke arah nya


" aku tidak tau pasti di mana dia bersembunyi, hanya saja terakhir ketika dia menyuruh ku untuk membunuh kakak mu dia berada di Rusia, bukan Indonesia" ucap Anderson, Alexa tampak mendengarkan ucapan Anderson namun dia dibuat marah ketika kakak nya di sebut


ya yang menyebabkan kakak nya meninggal adalah musuh bebuyutan keluarga mereka, maka dari itu dia mencari orang yang membunuh kakak nya


dan ke empat pria tersebut adalah anak buah musuh Alexa dan juga keluarga nya, kelompok yang di pimpin Alexa adalah kelompok mafia nomor satu di negara Italia, maka dari itu kelompok mereka sering di juluki Dewi kematian, kenapa Dewi? karna pemimpin mereka seorang wanita yang tak kalah pintar dalam urusan bisnis dan juga perkelahian


" aku bertanya di mana tuan mu?" tanya Alexa kembali


" aku akan memberitahu mu tapi dengan satu syarat" Anderson mengajukan satu syarat, alexa tersenyum tipis mendengar ucapan Anderson yang tak tahu malu mengajukan syarat


" apa?"


" biarkan aku hidup dan kembali kepada keluarga, istri dan juga anak ku" jawab Anderson


Alexa hanya tersenyum sinis mendengar jawaban dari Anderson yang tak tahu malu, setelah membunuh kakak nya dengan tak tahu malu meminta kehidupan bebas, apakah orang yang ada di hadapannya saat ini mempunyai hati? dasar manusia biadab!


" baiklah"


" kau berjanji?" tanya Anderson memastikan


" apakah pernah seorang Alexa Zheyyana Hoult mengingkari janjinya?" para anak buah dan juga kaki tangan Alexa terkejut mendengar jawaban dari nyonya mereka

__ADS_1


" Donna Forte sei serio?" tanya salah satu kaki tangan Alexa, Davidson


__ADS_2