Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 28


__ADS_3

di suatu malam...


seorang wanita yang baru saja keluar dari perusahaan, dapat di pastikan bahwa dia adalah direktur di perusahaan itu, di lihat dari orang-orang yang melewatinya begitu menghormati nya


meskipun perusahaannya tidak begitu besar namun perusahaan nya masih terbilang maju, dan banyak yang memuji perusahaan itu karna apa?, karna Dirut atau lebih di kenal dengan CEO di perusahaan tersebut di pimpin oleh seorang wanita yang umurnya masih terbilang sangat muda, 24 tahun


hebat bukan? seorang wanita bisa memimpin sebuah perusahaan?, sebelumnya dia masih menjadi wakil direktur tapi sebulan yang lalu, ayahnya menyerahkan perusahaan kepada putrinya itu, putri semata wayangnya


iya semata wayang karna tidak ada putri lain ataupun putra di keluarganya, jika dia bisa memilih maka dia lebih memilih menjadi pegawai kantor biasa daripada harus menjadi Dirut di perusahaan ayahnya, menjadi seorang Presdir atau Dirut bukan hal yang mudah kan?, yaps bukan hal yang mudah karna menjadi seorang pemimpin itu harus bisa mendisiplinkan karyawan karyawan di tempat nya kerja


apa kalian masih ingat dengan sahabat Aisyah yang bernama, Arma kusnia adijaya? iya wanita itu adalah Arma sahabat Aisyah, yang memiliki paras yang cantik, meskipun menjadi pemimpin perusahaan dia tidak pernah membuka aurat nya, sama dengan Aisyah dan Kiky dia berjilbab namun berpakaian layaknya seorang Dirut seperti Kiky


meskipun begitu dirinya tidak pernah lupa akan ibadah, karna ayah dan ibu nya tidak pernah mengajarkan Arma menjadi orang yang sombong, dirinya di didik lebih ke agamaan oleh kedua orang tua nya, sama hal nya seperti Aisyah orang tua nya mendidik Aisyah dengan baik dan ke agamaan


dia masuk ke dalam mobil untuk pulang setelah masuk ke dalam mobil dia melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 20:30, ya memang dirinya seringkali lembur akhir akhir ini, karna harus mengurus beberapa berkas dan dokumen yang harus di periksa belum lagi mengecek email yang masuk


terkadang dia benar-benar ingin keluar dari jabatannya sebagai Dirut itu, tapi mau bagaimana lagi?, tapi ada yang mengganggu pikirannya, tentang masalah suami


ya, ayahnya menyuruhnya untuk segera menikah apalagi ibu nya ingin cepat-cepat menimang cucu, yang membuat nya kepikiran adalah dia sama sekali tidak punya pacar bahkan dekat dengan lelaki pun tidak pernah karna dia dan sahabat sahabat nya memang menjauh dari lelaki dan tidak mempunyai teman lelaki


kini dia harus bagaimana? jika pacar saja tidak punya lalu harus menikah dengan siapa?, bahkan dirinya sangat enggan pulang karna apa? ya pasti jika dia pulang pasti ayah dan ibunya akan menanyakan tentang pernikahannya yang Arma sendiri tidak tahu


di pertengahan jalan mobilnya tiba-tiba berhenti begitu saja malah mati, kemungkinan mogok


" ahh sial gimana ni?? aduh mana udah malem lagi!! ahh ni mobil nyusahin aja!! mana ada coba bengkel di jam segini?!" lalu dia turun dari mobilnya dan mengecek mesin nya yang berada di depan


tit tit...


suara klakson mobil yang berada di belakang mobil Arma terus saja berbunyi, bagaimana tidak? mobil Arma yang berada di tengah tengah jalan, beruntung tidak terlalu ramai hanya saja ada satu mobil yang berada di belakang mobil Arma


Arma pun berjalan ke belakang untuk menghampiri si pemilik mobil yang dari tadi mengklakson, setelah itu diapun mengetuk kaca mobil dan setelah dirinya mengetuk kaca mobil dirinya di buat terkejut, karna apa? karna melihat pengemudi yang tampan bukan hanya tampan tapi sangat sangat sangat tampan


' ya Allah, begitu indah ciptaan mu, aaaaa pria ini sangat sangat tampan, bisa gak ya gue bungkus? terus bawa pulang? hahaha Sabi kali ya?, aaaaa ganteng nya nauzubillah' batin Arma menjerit bahkan dia tidak mengedipkan matanya, matanya kini hanya fokus menatap pria yang sedang menatapnya nya aneh

__ADS_1


" ekhem nona?!" tanya si pria tampan itu, sedangkan Arma? dia malah asik memandangi wajah pria yang ada di hadapannya bahkan dari tadi dia tidak mengedipkan matanya sampai sampai tak mendengar jika pria di hadapannya saat ini tengah memanggil manggil dirinya


" nona?!" namun masih sama tak ada jawaban Arma masih sibuk dengan pikirannya


" NONA?!" panggil pria tadi yang ke 4 kali nya dengan nada berteriak, seketika Arma langsung memegangi dadanya dan muji


" astagpirullah" pujinya, sambil terus memegangi dadanya yang masih terkejut akan teriakan pria yang ada di hadapannya saat ini


" hei kau pikir aku tidak punya telinga? hingga kau berteriak pada ku tuan?!" tanya Arma dengan nada kasar


" cih!! aku sudah memanggil mu hampir 5 kali tapi kau tidak mendengarkan panggilan ku nona" jawab pria tadi dengan nada dingin dan wajah datar


' astaga!!! Arma kau bodoh kenapa kau mempermalukan diri mu sendiri!! haihh pria ini galak juga ya?? tapi tampan aaaa, ya Allah bolehkah ku bungkus untuk ku jadikan pajangan di kamar ku? oh tidak bukan pajangan tapi suami!! aaaa tampannya, sisakan satu yang seperti ini untukku ya Allah, aminn'


" nona?!" tegur pria tadi


" ah i-ya kenapa?" tanya Arma awalnya tergagap


" bisakah mobil anda minggir?, saya ingin segera pulang" ucapnya datar dan jangan lupakan sikap dinginnya


" kenapa?" tanyanya datar


" mobil saya mogok tuan, dan saya bingung harus seperti apa, di jam segini tidak ada bengkel yang buka bukan?" tanya Arma


pria tampan itu hanya menghela nafasnya "bisa anda minggir dulu, saya yang akan memeriksanya" lalu Arma pun minggir dan pria itu keluar dari mobil lalu menuju mobil Arma dan Arma hanya mengikuti pria itu dari belakang


lalu pria itu mulai memeriksa nya di mulai dari depan mobil Arma Arma juga memperhatikan bagaimana pria itu memperbaiki mobilnya, sesekali dia tersenyum melihat pria itu mengusap peluhnya yang sedang memperbaiki mobilnya


sekitar hampir satu jam pria itu sudah selesai "nona coba anda hidupkan mobilnya" Arma hanya mengangguk lalu dia masuk ke mobil dan men-stater mobilnya, dan bisa lalu dia pun keluar dari mobil untuk mengucap kan terimakasih kepada pria itu


" tuan terimakasih atas bantuan anda" ucap Arma


" hm" jawab pria itu, lalu pria itu melewati Arma begitu saja, namun langkahnya terhenti kala Arma mengajaknya berkenalan

__ADS_1


" tuan bolehkah kita berkenalan?" tanya Arma, pria itu menoleh tetap sama dengan ekspresi wajah yang datar namun terlihat sangat tampan menurut Arma


" zean" jawabnya lalu pria itu langsung masuk ke dalam mobil, namun sebelum itu dia kembali menoleh ke arah Arma


" nona bisakah sekarang anda meminggirkan mobil anda?" tanpa sadar Arma hanya mengangguk lalu pria itu yang bernama zean langsung masuk


setelah pria itu masuk Arma tersadar dari lamunannya dan langsung masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya, dia memegang dadanya yang berdetak kencang


" hah dadaku? kenapa dadaku berdetak kencang seperti ini? tidak mungkin aku sakit jantung bukan? tapi jantung ku benar-benar berdetak kencang dari biasanya!! tidak aku tidak mungkin durhaka pada ayah dan ibu karna aku belum juga menikah? tidak tidak mungkin bukan?? hah jika mungkin aku harus segera mencari pria yang mau menikah denganku jika tidak aku akan cepat mati!!" gumamnya


.


.


.


.


.


.


.


.


assalamualaikum guyss kakak-kakak temen-temen


jangan lupa untuk vote, like, coment, rate 5 nya dan juga hadiah nya ya


biar author bisa makin semangat up nya


byeeee guysss

__ADS_1


assalamualaikum....


__ADS_2