Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 38


__ADS_3

Jui berbalik menghadap ke arah 2 pria tadi " cih!! kau bohong bukan?, pasti kau banya ingin aku keluar dari lift ini bukan?, cihh" ucap Jui berdecak kesal


.


" nona, ini adalah lift khusus untuk CEO, dan saya adalah asisten dari tuan Aril yang berada di samping saya ini" ucap asisten pribadi tuan Aril


.


" apa kau tidak berbohong tuan?" tanya Jui cicit


.


" ya perkenalkan nama saya, Fauji asisten dari tuan Aril Saputra willbert, CEO dari perusahaan ini" jelas asisten yang bernama Fauji


.


" a--pa?, jadi pria ini adalah CEO?" pekik Jui


.


" berisik" sarkas Aril


.


Ting


.


pintu lift terbuka Aril keluar dari dalam lift di ikuti Fauji sedangkan Jui? dia masih shock bukan karna melihat ketampanan Aril, ya memang tampan si, tapi bukan itu alasannya, dia shock karna telah berbicara dengan nada tinggi pada Aril, dia takut jika kerja sama perusahaan sahabat nya akan di tolak hanya karna perilaku dirinya, apa lagi sekarang dua harus mengantarkan berkas secara langsung pada CEO di perusahaan itu yang ternyata adalah pria yang tadi dia marahi


.


" aakkhh sial, gimana ni?, kalo gue gak ketemu sama tu CEO pasti nanti Arma bakalan ngambek ni sama gue, tapi kalo gue ketemu sama si CEO tu di terima gak ya kerja sama perusahaan Arma?, aakkhh bodo ah, yang penting gue udah ngejalanin amanah dari sahabat gue" lalu dengan berat hati dan segala kecemasan nya Jui melangkah keluar dari lift dan mencari cari ruangan CEO


.


dan pada akhirnya dia menemukan ruangan CEO itu, hati nya semakin berdebar-debar dirinya benar benar takut jika kerja sama perusahaan Sahabat nya akan di tolak hanya karna perilaku nya tadi


" gimana ni? masuk gak ya? ah bodo ah mau dia Nerima atau gak itu mah urusan nanti deh, oke Jui tarik nafas! buang, huuffft"


" oke let's go, waiting" dia pun mengetuk pintu ruangan CEO


.


tok tok tok


.


tak lama kemudian terdengar suara pria yang menyuruh nya untuk masuk


.


" masuk"


.


" hufft, lu bisa Jui, semangat" dia pun membuka pintu secara perlahan dan melangkah kan kakinya masuk ke dalam, aura dingin langsung menelusup tubuhnya, tak lupa Jui juga menutup pintu ruangan nya kembali


.


' ternyata dia kalo lagi fokus ganteng nya gak ada obat ya, bener bener ganteng puarahhh tu cowok' batinnya

__ADS_1


.


" ekhem" deheman Aril membuyarkan lamunan Jui, dan seketika Jui tersadar dia menelan Saliva nya kala melihat Aril tengah menatapnya dengan tatapan tajam bak seekor singa Yang akan menerkam nya


.


" eee be-begini tuan, saya kesini untuk mengantarkan berkas dari perusahaan adijayaVN mengenai kerja sama pembangunan hotel di kota E" ucap Jui sedikit terbata-bata


.


" hm, bawa kesini berkas nya" jawab Aril dingin


.


glek


.


' aura nya dingin banget ya, ihhh jadi merinding deh gue, ihhh' batinnya bergidik ngeri


.


' eh tunggu tunggu, dia gak nyuruh gue pulang kan?, dia gak marah karna sikap gue?, kalo dia marah dia gak mungkin dong mau Nerima berkas ini!, ah udah ah '. batin Jui


.


Jui pun dengan segala kecemasannya melangkah kan kakinya maju menuju meja Aril, yang dima si tuan nya sedang fokus ke layar laptop, dia langsung menaruh berkas nya di meja Aril dengan sangat hati hati karna di ruangan ini terasa hening sekali


" ini tuan" Jui mencoba untuk tetap terlihat biasa saja, untuk menutupi ketakutan serta ketegangan nya


.


.


glek


' buset dah tu mata, tajem banget kalo gue bawa buah oyong tanpa di sentuh pake pisau juga bakalan langsung ke potong cuman di liatin sama tu mata, tajem nya melebihi pisau bahkan perisai eh ko perisai si? dasar ege lu Jui' batinnya, Jui Jui lu itu ada ada aja ya masa oyong bakalan ke potong cuman di liatin sama mata tuan Aril, dasar aneh dokter dokter ko sengklek si, hehehe🤫


.


setelah memandang Jui sekilas Aril langsung mengambil pulpen lalu menandatangani berkas tersebut, yang membuat Jui membelalakkan matanya tak percaya


' jadi ni orang gak marah sama gue? hufft syukur deh gue udah tegang banget takut gak di terima, Alhamdulillah ya Allah' batinnya bernafas lega


" kau boleh pergi sekarang" usir nya dengan nada dingin dan berwajah datar


' ganteng sih ganteng, tapi kalo sikap sama sifat nya ke gini mh ogah gue, cih!!'


Jui mengambil berkas yang sudah di tandatangani oleh Aril dengan segera dia berbalik badan untuk keluar dari ruangan CEO dingin itu, namun baru saja dia memegang kenop pintu suara dingin Aril membuatnya seketika menegang


" saya menandatangani berkas tersebut bukan karna saya memaafkan atas sikap dan perilaku anda kepada saya nona" ucap Aril dingin


' mampus!'


Jui pun berbalik menghadap ke arah Aril " baiklah tuan, tapi terimakasih telah menandatangani berkas ini" jawab Jui dengan wajah yang tegang


" hm"


" dasar ice man somplak, kalo bukan karna persahabatan gue sama Arma udah gue tendang lu Ampe ke planet mars, eh nendang bola aja gue gak bisa apa lagi nendang orang ah bodo, pengen banget gue semelir tu burung CEO, dasar ice man " batin Jui kesal


diapun keluar dengan menghentakkan kakinya keluar dari ruangan CEO ice man itu

__ADS_1


" dasar cowok gak berperasaan, kalo bukan CEO udah gue semelir tu burung punya CEO, aakkkkkhhh kesel banget sih gueeee"


Untung saja dia berada di dalam mobil, jika dia berteriak di luar semua orang akan menganggap nya orang gila, karna berteriak di tempat umum, masa ketemu sama CEO ganteng bisa sekesel ini sih Jui, emang udah gila kali ya, hehehe🤫


.


drt drt drt


" siapa lagi yang nelpon, ganggu aja gue lagi kesel juga ni" lantas dia pun langsung mengangkat panggilan tersebut yang ternyata dari sela


" hallo sel ada apa?" tanya nya ketika telpon sudah terhubung


" Bu dokter lagi di mana?". tanya sela sedikit panik


" saya lagi di luar, kan saya sudah bilang bahwa saya akan keluar dulu karna ada urusan kamu tau itu bukan?" tanya Jui sedikit kesal, karna setiap dia keluar pasti ada saja yang mengganggu waktu nya


" hari ini ada yang lahiran mendadak Bu dan ini sudah pembukaan ke 9 dan harus segera melakukan persalinan"


" lalu?" tanya Jui


" dokter kandungan yang lain sedang sibuk, dan hanya ibu yang sedang tidak bertugas" jawab sela


" baiklah saya segera ke sana, tolong persiapkan segalanya"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


assalamualaikum guyss kakak-kakak temen-temen aku mau rekomendasi karya ke dua, baru di rilis ni insha Allah gak kalah seru dari novel pertama ku, yu dukung yu baru di rilis ni, semoga kalian suka ya



jangan lupa untuk vote, like, coment, rate 5 nya dan juga hadiah nya ya


biar author bisa makin semangat up nya


byeeee guysss


assalamualaikum....

__ADS_1


__ADS_2