
" assalamualaikum bunda" ucap Aisyah, air matanya mulai jatuh ketika bunda nya juga meneteskan air mata
bunda Yuni berjalan ke arah Aisyah dan ketika sudah sampai dia menangkup kedua pipi anak nya yang sangat dia rindukan, air matanya turun semakin deras ketika tangan nya menghapus air mata yang mengalir di pipi anak nya saat ini, sungguh ini terasa mimpi tapi nyata!
" a-aisyah? apakah ini diri mu nak?" tanya bunda Yuni bergetar, dia masih tidak percaya dengan apa yang sedang di lihat nya
" i-ya bunda" jawab Aisyah menangis
Aisyah langsung memeluk sang bunda dan bunda pun membalas pelukan dari anak perempuan nya itu, rindu yang selama ini dia pendam akhirnya terobati
dia berharap ini bukan mimpi dan ini memang nyata, ibu dan anak yang sama sama memendam rindu yang sudah 4 tahun lebih tidak bertemu itu menangis haru
" bunda isyah rindu sama bunda, hiks" ucap Aisyah yang masih dalam pelukan sang bunda dan dia masih saja menangis
" bunda juga sayang, terimakasih karena sudah mau hidup kembali' balas bunda Yuni
" isyah gak meninggal bund!" ralat Aisyah
" iya bunda tau" jawab bunda Yuni
" kak isyah!!!!" tangis Tuti sembari berjalan memeluk kakak dan bunda nya, mereka pun berpelukan seperti Teletubbies
" bunda, apa dia benar adik isyah?" tanya Aisyah
bunda nya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari sang anak, tak kalah heran nya Tuti pun yang mendengar nya dibuat heran juga oleh pertanyaan dari sang kakak
__ADS_1
" iya sayang apa kamu sudah lupa pada adik mu?" tanya bunda Yuni
" bunda, bisa kita bicara sebentar?" tanya Apip, Aisyah menoleh ke arah Apip dan begitupun dengan bunda yang juga menatap Apip
" Tut, ajak kakak mu ke kamar sama Maira ya, bunda mau ngobrol sama abang mu" perintah bunda pada Tuti
" iya bund"
" kak ke kamar yu" ajak Tuti
" aku ke kamar ya!" ucap Aisyah pada suaminya, Apip hanya mengangguk dan tersenyum
setelah Aisyah Tuti dan juga Maira meninggalkan bunda Yuni dengan Apip, bunda Yuni menyuruhnya untuk duduk terlebih dahulu
" kenapa sikap Aisyah seperti asing dengan kita nak? ada apa? dan kapan Aisyah kembali? dimana kalian bertemu?" tanya bunda Yuni
" a--pa? hilang ingatan?" tanya bunda Yuni shock
" iya bunda, sebenarnya Aisyah tidak meninggal dia hanya dibawa kabur oleh teman nya ke Italia dan tinggal di sana dengan identitas palsu yang dibuat oleh teman nya Aisyah" jawab Apip
" dia hanya mengingat Apip, Maira, mamah, kak Sanah, kak Andra, ayah, dan bunda. selebihnya dia tidak ingat apapun" lanjut Apip
" astagpirullah"
" tapi nak, kenapa Aisyah mengalami amnesia? dia tidak cedera di bagian kepala bukan pada saat dia kecelakaan?" tanya bunda Yuni, dia sangat ingat dengan kecelakaan yang Aisyah alami
__ADS_1
kecelakaan itu memang cukup parah namun tidak ada yang cedera di bagian kepala yang menyebabkan amnesia
" teman nya yang memberikan obat penghilang ingatan pada Aisyah 4 tahun lalu" jawab Apip dingin, dia teringat dengan semua yang telah di lakukan oleh fito pada istri nya itu
bagaimana bisa seorang pria membawa wanita yang masih memiliki status istri dari pria lain ke luar negeri dan bahkan dengan teganya memberikan obat penghilang ingatan pada wanita itu
bahkan lebih parahnya lagi tanpa dia sadari dia telah memisahkan seorang ibu dari anak nya yang masih balita, dia juga memisahkan keluarga nya, sungguh tega pria itu!
" apa kamu sudah menyelidiki nya nak?" tanya bunda Yuni
" sudah bunda, kemarin Apip menyuruh seseorang untuk menyelidiki semua tentang Aisyah dan juga teman nya di Italia, dan apa hubungan nya dengan Aisyah, mengapa dia tega seperti itu" jawab Apip
" apa orang suruhan mu belum mengabari sesuatu?" tanya bunda
" belum, Apip menyuruh nya untuk berhati-hati, karena identitas Aisyah di Italia sangat berbahaya" jawab Apip
" berbahaya bagaimana nak?"
" Aisyah di Italia adalah seorang ketua mafia yang di angkat oleh kakak nya" jawab Apip
" kakak?"
" semalam orang suruhan Apip mengabarkan jika teman Aisyah mengangkat Aisyah sebagai adik nya dan teman Aisyah sudah meninggal di bunuh oleh musuhnya bunda" ucap Apip
" innalilahi wa Ina ilaihi Raji'un" ucap bunda Yuni
__ADS_1
" maka dari itu, Apip mohon sama bunda untuk merahasiakan kembali nya Aisyah terlebih dahulu, karena Aisyah kini bukan orang biasa bunda, musuh nya ada di mana mana" pinta Apip pada mertua nya
" iya nak pasti bunda jaga, tapi bukankah ketua mafia itu adalah seseorang yang kejam?" tanya bunda