
" bunda, tahun kemarin Maira selalu sahur sama Apip?" tanya Aisyah
" Maira itu setiap malam akan selalu bersama dengan papi nya, tapi bila siang dia akan bersama omah nya karena Apip bekerja" jawab bunda Yuni
" apa Maira benar berpuasa bunda? rasanya seperti mustahil seorang gadis kecil seperti Maira sudah bisa berpuasa" ucap Aisyah sedikit menyangkal kenyataan nya
" apa kau lupa? kau dulu juga sering berpuasa di umur Maira yang sekarang saat ini, Maira menurun dari kamu nak, meskipun hanya sampai Dzuhur tapi dia tidak mengeluh persis dengan dirimu waktu dulu" sahut bunda membenarkan ucapan nya
" mana isyah tahu bunda, isyah kan amnesia" jawab Aisyah
" eh iya bunda lupa" ucap bunda
******
Maira sedang berada di taman saat ini, bunda Yuni dan juga Tuti sering sekali menanam tanaman di halaman depan rumah bahkan bukan hanya di depan rumah tapi ada kebun khusus untuk sayur sayuran yang bunda Yuni tanam sendiri
bahkan bunda Yuni melarang para pelayan mengurus kebun sayuran miliknya, dia ingin mengurus kebun sayuran nya sendiri
meski ada beberapa pelayan tapi bunda Yuni selalu melayani keluarga nya dengan baik dan penuh kasih sayang
para pembantu atau pelayan hanya bekerja untuk membersihkan rumah seperti mengepel lantai, mencuci baju, menyapu, cuci piring dan lain sebaginya selain memasak
__ADS_1
karena bagian memasak adalah bagian bunda Yuni sendiri, dia tidak ingin keluarga nya memasak makanan orang lain, bunda Yuni alim alim cemburuan euy
" ante uti ini tanaman apa?" tanya Maira comel
" ini, hmmmn uti lupa Ra, soalnya ini bunda yang nanem" jawab Tuti
" oh ya bunda mana ante?" tanya Maira
oh berasa ingin membungkus Maira, kenapa suara nya selucu itu, ah sungguh menggemaskan....
" bunda di kamar sama papi" jawab Tuti
" papi kan tadi keluar naik mobil, uti lupa?" tukas Maira masih dengan suara menggemaskan nya itu
" Maira?" panggil nenek
" nenek yuniii" Maira berhamburan memeluk nenek nya itu
" nenek apa nenek liat bunda Maira?" tanya gadis kecil itu
mengapa melihat Maira sesenang ini rasanya juga sangat membahagiakan untuk bunda Yuni, dia merasa sekarang kebahagiaan Maira sekarang sudah lengkap
__ADS_1
bunda Yuni sangat bersyukur karena sudah di pertemukan kembali dengan putri nya, putri kesayangannya.
" bunda lagi Istirahat di kamar sayang" jawab bunda Yuni lembut
" kalo papi? tadi Maira liat papi naik mobil, apa papi akan kerja nenek?" tanya Maira
" mungkin papi ada pekerjaan mendadak sayang" jawab bunda Yuni
" Maira udah makan?" Maira hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari nenek nya itu
" makan yu, Tut makan" ucap bunda Yuni
" ye bunda di bilangin panggil nama uti tuh uti jangan Tut emng nya Tutut ya, ah kesel dah" tukas Tuti alay
" ante uti tapi tutut juga badus namanya" sahut Maira meledek ante nya itu
" ouh udah berani ya kamu sama uti? oh gitu? awas ya" ancam Tuti, Maira hanya menjulurkan lidahnya semakin meledek ante nya itu
" wle" ejek Maira
" bundaaaaaaa"
__ADS_1
" Tut kamu udah gede malu sama umur" tukas bunda Yuni
Tuti lebih memilih mengalah setelah itu bunda kembali menyuruh Tuti dan juga Maira untuk makan, lalu Tuti dan Maira pun makan bersama di ruang makan