
pagi hariiii.....
.
Aisyah membuka matanya, dia meraba raba tempat di samping nya, kosong, dia mulia panik dengan segera di menyibak selimut nya dan mengecek ke kamar mandi. kosong. lalu dia segera berlari ke lantai bawah
sesampainya di bawah dia bernafas lega karna melihat sang suami yang sedang berada di dapur mungkin sedang membuat sarapan, Aisyah pun berlari kecil menuju ke dapur dan langsung memeluk Apip dari belakang yang mana membuat Apip terkejut karna tingkah Aisyah yang tiba tiba
" hei ada apa hm?" tanya Apip, dia masih memasak telur ceplok ya hanya itu yang bisa dia masak
" kenapa kau tak membangun kan ku?" tanya balik Aisyah
" kau terlihat lelah sayang" jawab Apip
" tapi bagaimana pun aku harus melayani keperluan mu suamiku" ucap Aisyah
" tidak papa sayang, kamu sedang hamil dan aku tidak mau kamu kelelahan" jawab Apip
Apip berbalik menghadap Aisyah di tangkup nya ke dua pipi sang istri lalu di kecup nya kening istrinya itu, Aisyah tersenyum karna perlakuan manis Apip meski sederhana tapi sangat membahagiakan, lalu setelah mencium kening sang istri dia mengusap perut Aisyah yang mulai membesar
" apa baby nya rewel hm?" tanya Apip yang terus mengusap perut sang istri dan perlakuan Apip membuat Aisyah nyaman
" tidak papi baby tidak rewel kok" jawab Aisyah yang menirukan suara anak kecil, Apip hanya tersenyum mendengar jawaban dari Aisyah, diapun berjongkok mensejajarkan wajah nya dengan perut sang istri lalu di kecup nya perut sang istri dan berkata
" jangan buat mommy cape ya sayang, papi sangat menyayangi kamu, dan papi sama mommy menunggu kamu lahir ke dunia ini, cepat besar sayang, sehat sehat ya anak papi" Cup!! Apip mencium perut Aisyah lalu berdiri kembali dan melihat Aisyah yang meneteskan air mata nya, dan itu membuat Apip bingung
" hei kenapa kamu menangis hm? apa ada yang sakit? apa baby nya membuat mu kewalahan? apa baby nya rewel?" tanya Apip bertubi tubi, wajah Apip terlihat khawatir, Aisyah hanya menggeleng mendengar pertanyaan dari sang suami
tapi air matanya terus menerus turun padahal Aisyah sudah berusaha untuk menahan nya tapi gagal, air mata nya itu terus jatuh, dengan segera Apip menangkup kedua pipi Aisyah dan menghapus air mata yang masih saja turun
" ada apa? kenapa kau menangis istri ku?, cerita sama aku ada apa hm?" tanya Apip kembali dengan nada selembut mungkin, Aisyah menarik nafas lalu menghembuskan nya
__ADS_1
" aku tidak papa, hanya saja aku terharu, hidup ku sangat beruntung memiliki suami seperti kamu, kamu menerima aku apa adanya, dan kamu mencintai ku tanpa melihat siapa diriku, aku sangat beruntung sangat sangat beruntung memiliki kamu dalam hidup ku" jawab Aisyah
" hei harusnya aku yang bilang seperti itu, aku beruntung memiliki istri seperti yang baik seperti kamu Aisyah, kamu adalah anugrah terindah dari Allah yang Allah titipkan untuk ku jaga, aku sangat bersyukur memiliki kamu sebagai pendamping hidup ku"
" dengar ya, aku menerima mu apa adanya jadi kumohon cintai aku dan terima aku apa adanya seperti diriku yang menerimamu dan mencintaimu apa danya" lanjut Apip yang menatap dalam mata Aisyah
" terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya dan sudah mencintai ku apa adanya, terimakasih" Aisyah memeluk Apip dan di balas oleh Apip, sesaat suasana menjadi hening
" jika nanti aku tiada apa kamu akan menikah lagi?" tanya Aisyah tiba tiba, seketika Apip langsung mendongakkan wajah nya menatap mata Aisyah intens
" hei apa yang kau bicarakan? kenapa kau berbicara seperti itu?, tentu saja aku tidak menikah lagi sampai kapanpun dan kau akan menemani ku seumur hidup, kita akan hidup bahagia bersama dengan anak anak kita kelak Aisyah" jawab Apip tegas
Aisyah tersenyum mendengar ucapan dari Apip, dia bisa merasakan betapa cintanya Apip pada dirinya, dia juga melihat ketulusan Apip mengatakan semua itu
" jika nanti aku dalam bahaya dan kamu di haruskan memilih di antara aku dan anak kita, tolong kamu pilih anak kita, bagaimana pun keadaan dan kondisinya nanti kamu harus menerima nya dengan ikhlas dan ridho, kamu harus berjanji akan menerima anak kita bagaimana pun keadaan nya nanti"
" dan carilah ibu dan istri yang lebih baik dari aku jika nanti aku tiada di dunia ini, carilah istri yang bisa menyayangi anak kita sebagai mana dia menyayangi anak nya sendiri, dan carilah pendamping hidup yang bisa menemani mu kapan pun" lanjut Aisyah
hatinya sakit ketika istri tercinta nya berbicara seperti itu, sangat sakit bagai tertusuk ribuan anak panah
" hei kenapa kau menangis suami ku?" tanya Aisyah yang melihat Apip meneteskan air mata, dan dengan segera Aisyah menghapus air mata air mata suami nya itu
" jangan bicara seperti itu lagi, hati ku sangat sakit ketika kau berbicara seperti itu" jawab Apip dengan nada yang lirih
" kenapa kau cengeng sekali?, mana sikap dingin dan datar mu itu yang sering kau tunjukkan pada orang lain hm?" ucap Aisyah sembari manangkup kedua pipi suami nya itu
" sudah lah, bukankah telur nya sudah jadi?, apa ada nasi?" tanya Aisyah
" ada, apa kau mau sarapan bersama dengan ku?" tanya Apip
" tidak, perutku sedikit mual jika memakan telur" jawab aisyah, kini mereka sudah duduk di meja makan dan hanya Apip yang sarapan sedangkan Aisyah hanya melihat suami nya saja, dan beberapa saat kemudian Apip sudah selesai sarapan
__ADS_1
" aku akan berangkat kerja" Apip berjongkok mensejajarkan wajah nya dengan perut Aisyah
" sayang jaga mommy ya, papi kerja dulu buat nanti baby lahir, jangan rewel ya jangan bikin mommy susah dan cape, kamu harus jadi anak yang baik dan sholeh" ucap Apip di hadapan perut Aisyah, Aisyah hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya mendengar ocehan Apip yang berbicara sendiri dengan perut
cup!
setelah Apip mencium perut istrinya, dia mengusap perut Aisyah sebentar lalu beralih mengusap kepala sang istri
" aku berangkat jaga diri baik baik oke, jika ada apa apa segera hubungi aku oke, assalamualaikum" Apip menyodorkan tangannya dan Aisyah menyambut tangan Apip dan dia mencium punggung tangan sang suami
" waalaikumsalam suamiku" jawab Aisyah
" hati hati" teriak nya ketika mobil suami sudah keluar dari gerbang rumah
setelah mobil sang suami sudah tidak terlihat lagi, dia kembali ke dalam rumah tak lupa dia mengunci pintu nya itu semua suruhan dari suami nya itu, semenjak Aisyah hamil Apip sangat sensitif
.
.
.
assalamualaikum
jangan lupa untuk terus dukung aku
like, comment and vote nya ya guys kakak-kakak temen-temen
byeeee
assalamualaikum
__ADS_1