
setelah beberapa saat Aisyah pun menyudahi pekerjaan nya dan dia melihat ke arah sang suami yang sudah tertidur wanita itu tersenyum lalu melangkah mendekati sang suami yang tertidur pulas
dia pun duduk di tepi ranjang lalu mengusap kepala Apip dia tersenyum tipis mengingat bahwa secepat ini dia mencintai sang suami yang bahkan dia baru beberapa kali bertemu dan jarang sekali berkomunikasi
ternyata benar jika jodoh itu tidak ada yang tau, bisa saja kita berpacaran dengan orang lain bertahun-tahun tapi menikah dengan orang yang baru saja kita temui, atau bahkan kita tak pernah melihatnya ataupun berkenalan
Aisyah mengecup kening sang suami cukup lama sampai membuat si empunya menggeliat lalu terbangun dari tidurnya
" maaf mengganggu tidurmu" ucap Aisyah dengan wajah bersalah
bukannya menjawab Apip malah menarik tubuh Aisyah ke dalam dekapannya, dan kini Aisyah sudah terbaring tepat di samping Apip, posisinya saat ini tidur dengan terlentang dan Apip tidur manyamping ke arah Aisyah
kepala Apip dia letakkan di ceruk leher sang istri, karna dia sedang memeluk pinggang sang istri, tangan Aisyah kembali mengusap kepala sang istri
" jangan pernah meninggalkan ku" Aisyah mengerutkan keningnya ketika Apip berbicara itu dengan tiba-tiba
" kenapa berbicara seperti itu?" dengan tangan masih mengusap kepala sang suami itu Aisyah balik bertanya
" aku hanya takut kau akan meninggalkan ku" jawab Apip dengan mata yang masih terpejam
" iya aku tidak akan pernah meninggalkan mu kecuali maut yang memisahkan kita" ucap Aisyah, Apip memberhentikan usapan Aisyah dengan menggenggam tangan nya dan mendongakkan wajahnya ke Aisyah lalu berkata
" berjanjilah" ucap Apip sembari mengacungkan jari kelingking nya, Aisyah tersenyum lalu membalas jari kelingking Aisyah
" aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu mau kamu sehat mau miskin mau kamu sakit aku akan tetap di samping suami ku yang ganteng ini, kecuali Allah lah yang memisahkan kita dan aku akan pergi jika kamu memintaku untuk pergi" ucap Aisyah yang menatap mata sang suami yang di balas tatapan oleh Apip
" jangan pergi walau aku yang meminta mu untuk pergi, jika sampai aku menyuruhmu pergi dari hidupku maka bersikeras lah untuk selalu berada di sampingku" Aisyah hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan dari sang suami
" tidak, aku akan pergi jika kamu yang meminta ku untuk pergi, kau juga berjanjilah jika aku mempunyai kesalahan yang tak aku ketahui ceritakan padaku agar aku mengerti apa kesalahanku jangan mendiami diriku" ucap Aisyah yang kemudian mencium kening sang suami, Apip tersenyum lalu kembali memejamkan matanya
" apa kau mengenal Chintya?" tanya Apip yang mana membuat dada Aisyah seakan berhenti
" c-chintya?" tanyanya dengan tergagap
" iya, aku tak sengaja mendengar nya berbicara di telpon saat pertemuan sore tadi, dan aku mendengar dia menyebut nama mu" Jawab Apip
~ flashback ~
" ya aku sudah mengetahui tentang Aisyah, tapi yang membuatku susah untuk membalas semua perbuatannya dulu padaku adalah suami nya adalah client penting dari perusahaan papah ku" ucap Chintya
__ADS_1
Apip yang melewati area Chintya menghentikan langkahnya ketika mendengar Chintya menyebutkan nama istrinya dia pun menguping pembicaraan Chintya
" iya Aisyah sudah mempunyai suami yang ku dengar dari anak buah ku yang ku suruh menyelidiki Aisyah, dia di jodohkan oleh orangtuanya" ucap Chintya kembali
" itu juga salah satu penghambat untuk aku membalas dendam padanya, apalagi Kiky hah dia tidak ada berhenti nya mengganggu urusan ku, kau juga tau bukan sejak dulu?" ~ Chintya
" suaminya?, apa kau tau namanya?" ~ Chintya
" suaminya adalah tuan Apip Aldera Ersatama sang pengusaha bisnis muda" ~ Chintya
" buat apa aku membohongi mu, malah aku baru saja selesai mengadakan pertemuan dengan tuan Apip" ~ Chyntia
" yasudah lah aku akan kembali ke kantor" ucap Chintya yang mengakhiri pembicaraan nya di telpon, lalu diapun keluar dari restoran itu
Apip yang mendengar semuanya merasa khawatir
' apa Aisyah mempunya musuh?, apa hubungan antara Aisyah dan Chintya? kenapa Chintya terlihat dendam sekali dengan Aisyah?' batin Apip
~ flashback off ~
" sekarang ceritakan semua nya padaku ada hubungan apa kau dengan Chintya?" tanya sang suami yang sudah duduk menyandarkan punggungnya pada punggung ranjang
Aisyah pun mengikuti Apip dengan duduk tapi dia duduk menghadap sang suami lalu menjawab
" hei siapa yang akan merebut suami tampan mu ini dari istriku yang cantik ini hm?" tanya Apip
" aku sedang serius" ucap Aisyah
" iya, sekarang cerita tentang semua masa lalu mu" ucap Apip
" aku tidak tau apa yang membuatnya begitu membenci diriku, tapi waktu itu semasa sekolah SMA dulu dia memiliki pacar dan pacarnya menyukai ku padahal aku tidak pernah dekat dengan siapapun, dan ada yang melaporkan tentang pacarnya yang menyukaiku kepada Chintya, lalu dia melabrak ku di hadapan semua orang awalnya aku hanya diam saja tapi ketika dia mendorong ku para sahabat ku membalasnya dan terjadilah keributan itu, aku tidak ikut bertengkar hanya saja para sahabat ku yang membela ku dari geng nya Chintya, dan setelah kejadian itu Chintya di hukum oleh guru karna ada beberapa saksi yang melihat Chintya duluan yang menyerang ku, dan sejak saat itu pula para sahabat ku selalu ke kelas ku untuk melindungi ku, karna aku semasa SMA tidak pernah membalas semua perlakuan mereka padaku, hingga membuat ku menjadi wanita yang dingin dan datar bila bersapa dengan orang asing, dan setelah kelulusan SMA aku kuliah dengan mengambil jurusan desainer dan sejak aku kuliah aku tidak pernah bertemu dengan Chintya, aku dengar dari para sahabat ku Chintya kuliah di luar negeri" jelas Aisyah
" begitu?" Aisyah hanya menganggukkan kepalanya
" tapi baru beberapa bulan aku kuliah aku di kirimi sebuah surat dan kotak dari pengirim misterius dan yang membukanya adalah kak Kiky karna aku takut bila membukanya, apa kau tau isi dari dalam kotak itu?" tanya Aisyah Apip hanya menggelengkan kepalanya
" saat kotak itu di buka para sahabat ku terkejut begitu pula dengan ku, isi nya adalah Poto Poto ku yang sengaja di coret dan di tusuk tusuk menggunakan jarum dan isi suratnya adalah " kau harus membayar semua perbuatan mu Aisyah, tunggu kepulangan ku setelah aku menyelesaikan kuliah ku, gara-gara kau ibu ku meninggal dan pacar ku meninggal kan ku, kau harus membayar semua perlakuan mu pada ku semasa sekolah dulu, catat itu baik baik Aisyah Hanifa Wijaya" seperti itu aku masih sangat sangat ingat surat nya" jelas Aisyah lagi
" ibu nya meninggal?" Aisyah hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari sang suami
__ADS_1
" apa kamu tau kenapa dirinya mengira jika kamu yang membuat ibunya meninggal?" Aisyah hanya menggelengkan kepalanya
" aku tidak tau, seingat ku aku tidak pernah bertemu dengan ibu dan ayahnya, tapi waktu itu setelah kelulusan SMA ada seorang ibu yang umurnya sudah cukup tua, dia menolong ku dari mobil yang akan menabrak ku, waktu itu aku sedang buru-buru dan tidak melihat ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saat itu pula ibu itu mendorong ku ke tepi jalan dan dia yang tertabrak oleh mobil itu, aku tidak tau keadaannya saat itu karna aku juga pingsan di tempat karna benturan keras di kepala ku" jelas Aisyah Apip hanya mendengar kan dengan seksama
" apa ibu itu meninggal?" tanya Apip Aisyah hanya menganggukkan kepalanya
" setelah hampir 1 mingu di rawat di rumah sakit aku menanyakan tentang keadaan ibu itu pada ke dua orang tua ku, dan mereka bilang bahwa ibu itu meninggal ketika perjalanan menuju rumah sakit" jelas Aisyah lagi, dia memegangi dadanya yang terasa sesak kini rasa bersalah nya kembali muncul
.
.
.
.
.
.
.
.
assalamualaikum guyss,,, kakak-kakak temen-temen
bagaimana dengan ceritanya? apa membosankan? tenang saja ya ini baru permulaan dan maaf bila ceritanya masih tidak jelas karna ini karya Pertama ku
jangan lupa untuk terus dukung aku dan tinggalkan jejak kalian dengan cara:
like
comment
dan juga vote nya ya
biar aku bisa makin semangat up nya
sampe ketemu di eps selanjutnya ya guys
__ADS_1
byeeee.....
assalamualaikum.....