Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 58


__ADS_3

para sahabat yang mendengar Kiky muntah langsung menghampiri Kiky ke dapur, Ita yang melihat nya langsung memijat tengkuk Kiky, Arma putri dan Jui terlihat khawatir melihat Kiky yang muntah tapi hanya cairan bening saja yang keluar bukan makanan


setelah hampir 10 menit terus muntah akhirnya berhenti, Kiky menyandarkan tubuhnya pada pinggir wastafel, wajahnya terlihat pucat dan badan nya juga lemas


putri yang notabene nya adalah seorang dokter dia menyentuh dahi Kiky, Arma mengambilkan air untuk Kiky, Ita dan Jui hanya memerhatikan mereka, bibi sedang pergi keluar untuk membeli beberapa barang ke warung depan


" kak, badan lu anget gak ke dokter aja?" Kiky masih diam dengan nafas yang terengah-engah


" udah dari kapan muntah kaya gini kak?!" tanya Jui, Jui dan Ita memapah Kiky untuk duduk di ruang tamu tempat tadi mereka berkumpul tadi


badan Kiky masih lemas. ya bagaimana tidak lemas dirinya baru saja muntah hampir 10 menit lamanya waktu 10 menit bukan waktu yang singkat seperti 5 menit


Kiky menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, Arma datang membawa teh manis hangat, nafas nya masih terengah-engah seperti habis maraton


" udah dari semalem" jawab Kiky lemas


" gak ke dokter aja kak?" tanya Arma khawatir


" nanti habis Dzuhur sama suami gue" jawab Kiky


" oh" mereka hanya ber oh sambil menganggukkan kepala mereka tanda mengerti dengan apa yang Kiky ucapkan


saat suasana tengah hening, ponsel Arma berdering dan dia pun mengangkat nya yang ternyata dari asisten nya, padahal dia sudah memberitahu jika dia tidak akan masuk kantor tapi kenapa asisten nya menghubungi nya


" bukan kah bisa di wakilkan?, aku tengah berkumpul dengan para sahabat ku" mereka hanya mendengar kan ucapan Arma yang nampak kesal


" baiklah aku akan ke sana" lalu Arma pun memutuskan sambungan telepon nya dengan sang asisten secara sepihak hatinya kini tak mood


" kenapa Ar?" tanya putri yang melihat kekesalan di wajah sang sahabat


" ada meeting penting, dan klien gue pengen nya gue yang ngehadirin tuh meeting ngerepotin tau gak si tu klien" jawab Arma setengah kesal


" sabar Ar" ucap Ita


" yaudah kak, guyss gue balik ke kantor ya" pamit Arma yang sudah berdiri


" eh gue juga mau pulang ah" ucap Ita


" loh kok pada pulang?" tanya Jui

__ADS_1


" yaudah deh gue ngikut aja" ucap putri


" kak, kita pulang dulu ya" ucap Arma


" pada mau pulang ni?" ucap Kiky suara nya masih terdengar lemas


" biar lu istirahat kak, nanti ke rumah sakit gue ya, sekalian kita nengok anak dari sahabat kita" sahut putri


" eh iya kok bisa lupa ya kita,yaudah nanti habis Dzuhur gue sama Ita Ama Arma ke rumah sakit lu ya put" ucap Jui


" iya" jawab putri


" yaudah kita pamit kak" ucap Ita


" assalamualaikum" salam mereka semua


" hm waalaikumsalam" jawab Kiky


yaps tinggal lah Kiky di rumah sendirian, dia bangun dari duduk nya dan melangkah ke arah tangga untuk ke kamar nya, meski tengah sangat lemas dirinya masih memaksa untuk terus menaiki anak tangga satu persatu meski dengan gerakan yang amat pelan dan hati hati


sesampainya di kamar nya Kiky langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di atas kasur, rasa lemas nya sudah tak terkendali kan dia benar benar lemas dan pusing, tak lama kemudian dia pun tertidur


" fik, bagaimana dengan jadwal ku sehabis Dzuhur?" tanya Apip pada asisten nya


" jadwal anda hanya menandatangani beberapa berkas" jawab Fikri


" habis dzuhur kita ke rumah sakit" ucap Apip tiba tiba, Fikri yang sudah mengerti hanya mengangguk dan mengiyakan ucapan sang tuan


pukul 12:30...


Reno pulang ke rumah dan langsung menuju ke kamar nya, dia memutar kenop pintu dan nampak lah sang istri tercinta yang tengah tertidur dengan selimut yang sebatas dada


Reno berjalan ke arah Kiky yang terlihat sangat damai dalam tidurnya, Reno duduk di tepian ranjang di membelai pipi Kiky lalu dia mengecup kening sang istri


Kiky menggeliat kala merasakan berat pada perut nya dan seperti ada yang memeluk nya, dia pun dengan terpaksa membuka matanya dan melihat ke arah samping


dia tersenyum meski wajahnya tengah pucat, melihat sang suami yang memeluk nya darj samping dengan mata yang tertutup, dia jadi berpikir kapan suami nya itu datang dan dia sama sekali tidak menyadari nya


Reno tertidur nyaman sambil memeluk Kiky dari arah samping, karna Kiky tidur dengan terlentang dan Reno memeluk nya dari samping kanan

__ADS_1


Kiky mengusap kepala sang suami, benar apa kata orang suami nya itu tampan nya bukan main, bukan tampan saja tapi sangat amat Tampan


Kiky terserentak saat tangan nya di tangkap oleh Reno, dan detik berikutnya Reno membuka mata nya dan langsung bertatap dengan mata Kiky


" apa kau baru sadar jika suami mu ini sangat amat Tampan? hm?" ucap Reno dengan suara khas bangun tidur


" hm, baru saja" ucap Kiky sedikit terkekeh


Reno menyentuh dahi Kiky untuk memastikan apakah istri nya itu demam


" tidak panas hanya hangat" ucap Reno setelah memeriksa dahi Kiky


" dari pagi sampai sekarang terus menerus mual dan aku tak enak, badan ku juga sangat amat lemas setelah muntah" ucap Kiky dengan nada yang lemas


" aku tahu itu, wajah mu juga pucat, kita ke dokter sekarang ya" ucap Reno


" kapan kau datang?" tanya Kiky pada suami nya itu


" saat kau tengah asik tidur" jawab Reno


" maaf aku tak tau jika kau sudah datang" ucap Kiky


" tidak papa, bukankah kau sedang sakit?" ucap Reno


" pukul berapa sekarang?" tanya Kiky, Reno melihat ke arah dinding, dia cukup terkejut melihat arah jarum pendek yang menunjukkan pukul 3 sore, berarti dia tertidur 2 jam lebih


" pukul 3 sore" jawab Reno


" what? jam 3?" Kiky terlihat sangat terkejut dia pun mencari ponsel nya dan membuka ponsel nya dan benar saja ada banyak sekali pesan dan panggilan yang tak terjawab dari para sahabat nya


" astagpirullah kenapa aku bisa lupa?" monolog Kiky


" lupa akan apa?" tanya Reno yang tanpa sengaja mendengar ucapan Kiky


" aku dan para sahabat ku akan menjenguk anak dari Aisyah sehabis dzuhur tapi aku tertidur begitu lama" jawab Kiky


" yasudah bersiap lah kita ke rumah sakit sekarang, kau bisa menjenguk nya sendiri jika para sahabat mu sudah menjenguk anak Aisyah duluan" ucap Reno lembut


" hm baiklah" Kiky pun menyibakkan selimut nya dan berjalan ke arah kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2