Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 97


__ADS_3

" Syah?" panggil bunda Yuni


" ah bunda?" jawab Aisyah dengan senyum yang merekah di bibir nya


bunda Yuni masuk ke dalam kamar Aisyah, dia duduk di samping Aisyah di kasur


" bagaimana dengan keadaan mu sayang?" tanya bunda Yuni, dia berusaha untuk menahan air mata nya yang akan keluar, dia masih tidak percaya putri kesayangan nya telah kembali setelah 4 tahun lamanya


" isyah baik bunda" jawab Aisyah


" bunda, bolehkah isyah tidur dengan berbantalkan paha bunda?" tanya Aisyah


" tentu saja sayang, sini" jawab bunda Yuni


Aisyah pun segera mengambil posisi dan langsung merebahkan tubuhnya dengan berbantalkan paha sang bunda yang terasa nyaman


" apa ini membuat mu nyaman hm?" tanya bunda Yuni sembari mengusap kepala sang anak yang tertutup hijab


" sangat" jawab Aisyah


" apa mereka memperlakukan mu dengan baik sayang?" tanya bunda yang masih mengusap kepala anak nya itu


" siapa?" tanya Aisyah sedikit bingung


" keluarga angkat mu" jawab bunda


" hm, mereka sangat baik padaku bunda sangat sangat baik" ucap Aisyah

__ADS_1


" apa tinggal di sana membuat mu nyaman?"


" sedikit, karna isyah sudah 4 tahun di Itali jadi terasa sudah terbiasa hidup di negara orang lain dengan identitas palsu"


" apa orang yang membawa mu ke luar negeri juga baik padamu?" tanya bunda Yuni


" mereka semua baik bunda, hanya saja semua keluarga angkat ku sudah tidak ada di dunia ini lagi, aku ingin sekali mengenalkan bunda dengan mereka" jawab Aisyah


" apa mereka sudah meninggal?"


" iya" jawab Aisyah


ekspresi wajah Aisyah biasa saja tidak ada guratan kemarahan kebencian ataupun kesedihan, dia bersikap biasa saja dengan ekspresi yang biasa


Aisyah tidak dendam marah kecewa atau apapun itu pada fito, karena dia sudah menganggap fito sebagai kakak nya sendiri


Aisyah juga tidak marah dengan semua keluarga Hoult yang menyembunyikan identitas diri nya yang asli pada dirinya, mungkin mereka juga punya alasan tersendiri


" hu'um" jawab Aisyah tak enak hati


" tapi apa tidak apa apa?"


" aku bukan lagi ketua mafia bunda karena sudah ada pengganti ku" jawab Aisyah


" tapi nak, bunda khawatir dengan keselamatan kamu dan juga Maira, bunda takut Aisyah" ucap bunda Yuni


" tidak papa bunda, Aisyah janji akan menjaga Maira dengan sepenuh hati"

__ADS_1


" yang aku khawatir kan adalah aku takut terjadi sesuatu dengan bunda ayah dan juga Tuti, isyah takut kalian kenapa Napa" lanjut Aisyah


" bunda, ayah dan juga adik mu tidak akan kenapa Napa, percayalah" balas bunda


Aisyah bangun dari baring nya dan memeluk sang bunda erat dengan penuh kerinduan dan juga kasih sayang, bunda Yuni pun membalas pelukan sang putri dengan hati yang senang bahkan sangking senang nya dia sampai mengeluarkan air mata


" bunda jangan nangis" ucap Aisyah


" bunda menangis haru Syah, bunda masih belum percaya dengan apa yang bunda lihat saat ini, terimakasih telah kembali, terimakasih" jawab bunda


" bunda bolehkah isyah bertanya?" tanya aisyah


" apa hm?" tanya bunda Yuni


" ketika isyah di nyatakan meninggal apa semua orang terlihat sangat sedih dan hancur?' tanya Aisyah


" 4 tahun lalu saat bunda dan ayah mendapat kabar jika kamu kecelakaan bunda dan ayah langsung bergegas ke rumah sakit, dan kau tau? ibu mertua mu sampai pingsan saat mendengar menantu nya di nyatakan meninggal"


" awalnya bunda tidak percaya dengan semua ini, tapi bunda belajar ikhlas ketika pengajian yang memperingati kematian kamu sudah selesai, Tuti juga seharian menangis saat di mana kau di makamkan"


" bunda hanya mengurung diri di kamar, tapi suami mu yang sangat amat hancur dan terluka isyah" ucap bunda Yuni


" seperti apa suami ku ketika mendengar istri nya meninggal bunda?" tanya Aisyah penasaran


bunda Yuni tersenyum tipis saat mengingat kelakuan menantu nya itu saat mendengar anak nya meninggal, sangat lucu!


" saat dokter bilang kau meninggal, suami mu itu langsung berlari masuk ke dalam ruang ICU, dan bahkan suami mu berteriak sangat kencang sampai terdengar ke luar" ucap bunda Yuni

__ADS_1


" apa yang Apip teriakan?" tanya Aisyah


" dia berteriak menyuruh mu bangun padahal pada saat itu semua alat yang menempel di tubuh mu bahkan sudah di lepas oleh suster dan dokter, hehehe" jawab bunda sedikit tertawa renyah


__ADS_2