
" assalamualaikum" salam mereka serempak kala sudah berada di rumah Kiky
" waalaikumsalam" jawab kiky Ita memeluk Kiky begitupun dengan Jui dan juga putri dan Arma
" bi, ambilin minum buat sahabat sahabat saya" pinta Kiky pada asisten rumah tangga nya
" bi teh manis aja ya" ucap Jui
" samain aja non semua nya?" tanya sang bibi
" iya samain aja, tapi pake batu es ya bi" jawab putri ramah
mereka kini tengah duduk dan berkumpul di ruang tamu di rumah Kiky, suasana sangat amat hening dan terasa cukup canggung
" kenapa jadi canggung gini ya?!" celetuk Arma di tengah tengah keheningan mereka
" gimana gak canggung, orang yang ngedeketin kita sampe sedeket ini malah ninggalin kita untuk selama lamanya" balas Jui
dulu mereka memang tak sedekat ini malah bisa di bilang gak pernah akrab sama sekali, bahkan saat tak sengaja berpapasan saja mereka sama sama enggan untuk menyapa satu sama lain
tapi karna Aisyah mereka bisa sedekat ini, dulu Kiky tak mengenal Arma Jui Ita maupun putri dan Aisyah, dia bertemu dengan Aisyah saat Aisyah masih SMP dan kala Kiky masih SMA
awal mula pertemuan Kiky dan Aisyah pada saat Aisyah terjatuh menaiki sepeda dan Kiky menolong nya, dan mereka sejak saat itu sering sekali bertemu
hanya Arma Ita dan juga putri yang bersahabat dengan Aisyah sejak SD, sedangkan Jui, Jui bertemu Aisyah kala dia masuk ke SMA dan mulai berteman baik dengan Aisyah, Ita, putri, dan juga Arma. dan jadilah mereka bersahabat
itulah kenapa mereka merasa paling kehilangan sosok yang sangat mereka sayangi dan mereka sudah menganggap Aisyah seperti keluarga mereka sendiri
sosok yang selalu menasehati mereka jika Lalay, sosok yang menyemangati mereka, sosok yang menjadi penengah di antara mereka kala mereka tengah berantem atau tengah salah paham
" maymunah tega banget ya ninggalin kita di saat kita lagi butuh penasehat kaya dia" ucap Ita, Ita memang memanggil Aisyah dengan sebutan maymunah kala dia tengah sedih atau kesal
" gue lagi butuh saran dari dia tap--" putri mengehentikan omongan nya, Arma yang melihat nya langsung memeluk putri
" emang lu ada masalah apa put?, cerita sama kita" ucap Kiky tiba tiba setelah cukup lama terdiam
" bokap nyuruh gue buat cepet-cepet nikah" jawab putri
__ADS_1
" sama put, tiap hari nyokap gue ngomel Mulu, katanya gue gak pernah pacaran terus gak pernah mau Deket sama cowok dan lebih parah nya nyokap gue ngeledekin gue gak laku, padahal emng gue nya aja yang lagi gak pengen Deket sama siapapun, dan kalo di pikir pikir umur gue masih muda" curhat Jui panjang lebar
" lu pada masih inget kan kemarin kemarin Aisyah pernah bilang sama kita, kalo kita itu harus nurutin apa omongan orang tua, kalo orang tua lu pada nyuruh lu pada buat cepet nikah, mending nikah gih, jangan ngulur waktu terus cari jalan keluar nya" nasihat Kiky panjang lebar
" iya kak!" jawab Jui dan putri
" minum dulu, kasian bibi udah capek capek bikin gak di minum" ucap Kiky
" ah iya lupa" jawab Jui
meskipun umur Aisyah lebih muda dari mereka tapi sikap Aisyah jauh lebih dewasa dari mereka, Aisyah bersikap dewasa terhadap semua masalah yang dia hadapi
" Jui, umur lu udah gak muda lu udah 25 tahun, dan juga lu put, umur lu juga bulan besok 25 tahun, udah bukan waktu nya main main lagi, dan it--"
" iya nanti gue nyari jodoh dah di aplikasi" potong Ita, Arma hanya mengehela nafasnya kala ucapan nya di potong oleh Jui
" tumben Ar otak lu lurus" ucap Jui
" emang otak gue tuh selalu lurus ege" balas Arma
ya tuhan bisakah kau kembalikan Aisyah pada orang orang ini?, mereka terlihat seperti sangat amat kehilangan, namun rasa nya sangat mustahil untuk meminta nya kembali
" belajar ikhlas ya guyss, kalian inget kan? Aisyah pernah berkata " dan ikhlaskan semua ujian yang menimpa pada hidup kita, sesungguhnya bila kita ikhlas inshaallah, Allah juga akan memperlancar semua urusan kita dan juga meridhoi jalan kita" masih inget kan?" ucap Arma mengingat kan
" inget banget, apalagi dia juga pernah bilang "ikhlaskan yang sudah pergi" tanpa dia ketahui dia yang harus kita ikhlaskan" ucap Ita
" sedih boleh tapi jangan berlebihan" Sahut putri
" itu kan kata kata Aisyah maong" tukas Jui
" hehehe,,,, lagian gue gak punya kata kata buat nyemangatin kalian Girls" balas putri
" gue cuman gak nyangka aja kok:(" ucap Arma
" ²in" ~ Jui
" ³in" ~ putri
__ADS_1
" ⁴in" ~ Ita
keempat wanita itu menoleh dan menatap ke arah Kiky, Kiky hanya tersenyum tipis dan menggeleng kan kepala nya
" yaudah deh tanggung ⁵in" ucap Kiky, mereka semua tersenyum tipis
" kenapa dia harus ninggalin gue di saat gue udah mau bahagia:(" ucap Arma sedih
" Allah tau mana yang terbaik untuk kita dan juga Aisyah, Allah lebih sayang sama Aisyah" sahut Kiky mantap
para sahabat dibuat ngebleng otak mereka menjadi loading...., mendengar perkataan Kiky
" woahh kata kata lu udah hampir sama kaya Aisyah kak!" sahut Jui
" bener, sebelas dua belas lah" ucap Arma
" kayanya Aisyah membawa pengaruh yang baik banget buat lu ya kak!" ucap putri
" iya dia selalu ngajarin gue tentang ibadah dan agama Islam lu pada kan tau gue kagak pernah belajar yang begituan tapi Aisyah dengan sabar dan sedikit sedikit ngajarin gue, gak ada sahabat yang sebaik dan sesabar Aisyah di dunia ini" ucap Kiky sedih
" aaaaaa jadi sedihh, keinget terakhir kita pelukan bareng sama bumillll" ucap Ita
" pengen pelukkk" ucap Jui
" dih apaan si" sinis Arma
" yaudah sini peluk" ucap Kiky
Jui awalnya kaget namun dengan segera dia menghampiri Kiky dan memeluk nya, Ita dan putri juga mengikuti Jui memeluk Kiky
" Ar sini pelukan barenggg" ucap Jui, Arma tersenyum lalu bergabung pada mereka berpelukan
" semoga Aisyah bahagia di sana ya, pokonya kita gak boleh sedih lagi" ucap Jui, mereka sudah kembali duduk di tempat masing masing
" iya ben-----" Arma tak melanjutkan ucapan nya kala melihat Kiky berlari dengan terburu-buru ke arah dapur
" uwoek uwoek uwoek" terdengar suara Kiky yang tengah muntah
__ADS_1