Cinta Atas Izin Allah

Cinta Atas Izin Allah
chapter 53


__ADS_3

Aisyah hanya tersenyum, dia bisa merasakan seberapa besar cinta suami nya kepada diri nya dan juga calon anak mereka


" bagaimana keadaan pak Amir?" tanya Aisyah, di kondisi nya yang seperti nya ni masih saja memikirkan kondisi orang lain, padahal dirinya lah yang tidak baik baik saja


" kenapa kau malah mengkhawatirkan kondisi orang lain?, harusnya khawatir kan saja kondisi mu sayang" ucap Apip


" hei, bagaimana pun ini terjadi mungkin karna kesalahan ku" kata Aisyah lirih


" dengar! ini bukan salah mu, pak Amir baik baik saja, dia hanya cedera di bagian kepala dan kaki" jelas Apip


" bagaimana mungkin cedera di bagian kepala dan kaki kau bilang baik baik saja, dan hanya cedera sedikit! itu sama saja parah apa kau tau!" ucap Aisyah kesal meski suara nya sangat sangat terdengar lirih dan lemas


" sudah jangan pikirkan orang lain, pikiran kondisi mu" ucap Apip, Aisyah hanya pasrah dan mengangguk kan kepalanya


" Apip" panggil Aisyah


" iya" jawab Apip


" satu hal yang harus kamu tau, aku sangat amat bahagia bisa hidup bersama seorang lelaki seperti kamu" ucap Aisyah tiba tiba, Apip hanya tersenyum mendengar ucapan dari Aisyah


" ingat pesan ku, selamat kan anak kita, jangan pikirkan tentang diri ku, carilah kebahagiaan mu, jika nanti aku sudah tiada, tolong jaga anak kita untuk ku, carilah ibu untuk anak kita dan cari istri untuk diri mu sendiri, maaf jika selama bersama mu aku belum bisa membahagiakan mu, tolong jaga anak kita, sayangi dia dan cintai dia seperti kau mencintaiku dan menyayangi ku, berjanjilah" ucap Aisyah lirih


" kau akan baik baik saja Aisyah"


" kau sudah berjanji padaku tidak akan pernah meninggalkan ku, tolong jangan berbicara seperti itu lagi" lanjut Apip, air matanya kembali turun, Aisyah tersenyum dan menangkup kedua pipi suami tercinta nya lalu menghapus air mata suami nya


" kita tidak akan pernah tau sampai dimana kehidupan kita, tolong berjanjilah" ucap Aisyah sekali lagi


Apip pun menganggukkan kepalanya, hati nya benar benar sakit dan pedih, kala mendengar istri tercinta nya berbicara seperti tadi, Apip bergeming kala melihat Aisyah menutup mata secara perlahan


" hei, hei sayang!!! hei sayang!!, buka mata mu hei, Aisyah, hei Aisyah" teriak Apip histeris, dokter dan suster pun berlarian masuk ke ruang IGD


para sahabat menjadi semakin khawatir kala mendengar Apip berteriak dengan histeris, Kiky yang berada di pelukan suami nya pun kembali meneteskan air mata, kedua orang tua Aisyah pun terlihat sangat amat sedih dengan kondisi Aisyah


semua keluarga datang ke rumah sakit kala mendengar Aisyah kecelakaan, kakak pertama dan kedua nya yang tinggal jauh dari kota tempat tinggal Aisyah pun datang hanya untuk mengetahui keadaan sang adik


" sayang, hei buka matamu, Aisyah buka matamu sayang, hei" ucap Apip sembari menangkup kedua pipi sang istri


" maaf tuan kami akan mengeluarkan bayi nya, karna kondisi ibu nya semakin melemah, suster tolong bawa tuan Apip keluar" ucap dokter


" hei!!, apa hak mu menyuruh ku untuk keluar, aku suami nya aku berhak menemani istri ku" bentak Apip


" tapi tuan, kami akan mengambil tindakan dan jika anda berada di sini itu akan mengganggu konsentrasi dokter yang sedang bekerja" ucap suster

__ADS_1


" maaf tuan Apip, kami terpaksa harus mengeluarkan paksa bayi dalam kandungan nona Aisyah" jawab dokter


" kandungan nya baru 8 bulan 2 Minggu dokter, bagaimana anda mengeluarkan anak saya!!" ucap Apip


orang tua Apip yang memang berada di luar IGD segera masuk dan membawa Apip keluar terutama sang papah


" Apip, kita keluar sekarang" ucap papah nya


" tidak pah, aku ingin menemani istri ku, tolong bicara pada dokter ini untuk mengizinkan ku di sini menemani istri ku" tolak Apip


" Apip!, dengar kan kata dokter" ucap Ferdo, dia dengan paksa menarik Apip keluar dari IGD


" dokter lakukan yang terbaik untuk menantu ku" ucap Ferdo


" baik tuan" ucap dokter


ketika sudah berada di luar, Apip terduduk begitu saja di lantai, kaki nya lemas air matanya kembali jatuh tatapan nya kosong, mamah nya yang melihat anak kesayangan nya seperti itu tidak tega melihat nya, mamah nya mendekati Apip dan memeluk nya


" tenanglah sayang, Istri dan anak mu pasti baik baik saja" ucap mamah Luna, Apip hanya diam tatapan nya kosong hanya air mata yang terus turun


.


2 jam kemudian.....


.


para keluarga yang mendengar suara tangisan bayi merasa lega karna bayi Aisyah lahir dengan selamat, Apip yang mendengar suara tangisan bayi hati nya bergetar


" mah, a--pa i itu a-nak ku?" tanya Apip dengan bibir yang bergetar


" iya sayang, kamu dan Aisyah sekarang sudah menjadi orang tua" jawab mamah Luna


air mata Apip luruh begitu saja, dia merasa bahagia setelah mendengar suara tangisan bayi


.


terlihat dokter keluar dari ruang IGD, Apip yang melihat dokter keluar segera menghampiri dokter untuk bertanya kabar anak beserta istri nya


" dokter apa anak saya baik baik saja?" tanya Apip


" Alhamdulillah tuan anak anda lahir dengan selamat tapi anak anda harus di rawat lebih dulu karna lahir sebelum waktunya" Apip bernafas lega mendengar jawaban dari dokter


" lalu bagaimana dengan istri saya dok?" tanya Apip

__ADS_1


" istri anda---" dokter tak melanjutkan pembicaraan nya, yang mana membuat Apip semakin takut dan gelisah


" ada apa dengan istri saya dok?" tanya Apip panik


" istri anda kritis" jawab dokter


.


Deg


" k-kritis?" ucap nya


" iya tuan, denyut nadi nya semakin melemah setelah operasi" jelas dokter


" a--pa?" shock Apip


mamah Luna langsung kembali memeluk anak nya yang kembali lemas, ini sudah hampir malam tapi dari mereka belum ada yang mau makan ataupun minum, semua fokus pada keadaan Aisyah


" dokter" panggil salah satu suster yang berasal dari dalam ruangan


" ada apa sus?" tanya dokter


" jantung pasien berhenti berdetak" jawab suster


.


Deg


setelah mendengar ucapan dari suster semua yang berada di situ shock, bunda Aisyah langsung pingsan dalam pelukan ayah Aisyah


Arma memeluk putri, Ita memeluk Jui, sedangkan Kiky dia memeluk sang suami, mereka menangis mendengar ucapan daru suster


" Ar, cubit pipi gue, gue gak mimpi kan?" ucap putri di sela sela tangisnya, Arma mencubit pipi putri


" gak kerasa Ar, hikss" ucap putri


" gue lemes put, Aisyah.... hikss" ucap Arma


" Ita"


" Jui"


Ita dan Jui kompak berbicara dan menangis bersama, Apip yang mendengar ucapan dari suster langsung berlari masuk ke dalam ruang IGD

__ADS_1


air matanya jatuh melihat sang istri yang terbaring tak bernyawa di atas brankar, kaki nya seakan lemas untuk melangkah menuju sang istri, dia menangkup kedua pipi sang istri


__ADS_2